Tuesday, January 3, 2012

Pemanfaatan Ampas Tahu sebagai Pakan Unggas


Gustina
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
Jalan Raya Kandang Limun, Bengkulu
Abstrak
            Biaya pakan saat ini sangat mahal dan sudah lumayan susah mendapat pakan yang bagus dengan harga murah. Ampas tahu merupakan limbah dalam bentuk padatan dari bubur kedelai yang diperas dan tidak berguna lagi dalam pembuatan tahu. Oleh karena itu limbah yang sudah tidak berguna sebaiknya diolah menjadi pakan ternak sehingga bisa mendapatkan pakan yang relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang baik untuk produksi dan kesehatan ternak itu sendiri. Kandungan ampas tahu yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan ternak. Penggunaan ampas tahu yang diberikan dalam ransum ayam broiler sampai level 20%.
Kata kunci : Pakan unggas, Ampas Tahu, Kandungan Ampas Tahu

 PENDAHULUAN
Tingginya harga bahan pakan penyusun ransum, seperti jagung, bungkil kedelai dan tepung ikan menghambat pengembangan peternakan broiler. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dengan jalan menggalakkan potensi yang ada sebagai sumber bahan pakan ternak yang murah dan berkualitas, termasuk pemanfaatan limbah industri.
Biaya pakan merupakan biaya yang harus disediakan dengan porsi lebih untuk mengembangkan peternakan secara intensif dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Semakin intensif suatu peternakan diusahakan, maka semakin kreatif juga peternak dalam menggunakan bahan by product (hasil samping) sebagai bahan penyusun ransum.  Pemanfaatan bahan-bahan yang mudah didapat, dengan harga yang relatif lebih murah, tetapi masih mempunyai kandungan gizi yang baik untuk produksi dan kesehatan ternak itu sendiri adalah suatu hal yang menjadi harus untuk dilakukan peternak untuk meningkatkan margin keuntungan yang lebih tinggi.
Ransum merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi. Biaya yang dikeluarkan untuk pemberian ransum adalah 70% dari total biaya produksi (Listiyowati dan Roospitasari, 1992). Tingginya biaya produksi ini perlu ditanggulangi dengan menyusun ransum sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat, dengan harga yang relatif lebih murah, tetapi masih mempunyai kandungan gizi yang baik untuk produksi dan kesehatan ternak itu sendiri (Mairizal, 1991).
Usaha untuk menekan biaya makanan adalah mencari bahan makanan yang tidak bersaing dengan manusia, harganya murah, memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, tersedia secara kontinyu, disukai ternak serta tidak membahayakan bagi ternak yang memakannya (Sulistiowati (1995).
Konsumsi pakan merupakan jumlah dari pakan yang diberikan dikurangi dengan jumlah pakan yang tersisa dan tercecer. Pertambahan bobot badan merupakan selisih antara bobot badan awal dengan bobot badan akhir selama waktu tertentu (Rasyaf, 2006). Konversi ransum merupakan pembagian antara jumlah pakan yang dikonsumsi pada minggu tertentu dengan pertambahan bobot badan yang dicapai pada minggu itu pula.
Potensi Ampas Tahu Sebagai Pakan Ternak
Tahu adalah makanan yang banyak mengandung banyak protein nabati yang banyak diminati konsumen. Efek lain dari peningkatan produksi tahu adalah surplus ampas tahu atau sisa dari pembuatan tahu yang belum banyak dimanfaatkan dan dianggap kurang mempunyai nilai ekonomis.
Jika kita mengkaji lebih lanjut dalam ampas sisa tadi masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang banyak kandungan proteinya. Saat ini belum banyak peternak yang memanfaatkan ampas tahu tadi sebagai pakan tambahan bagi ternaknya selain konsentrat. Pertumbuhan ternak yang di bebri pakan ampas tahu lebih cepat dari pada yang tidak diberi (Titis, 2009).
Ampas tahu adalah salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyusun ransum. Sampai saat ini ampas tahu cukup mudah didapat dengan harga murah, bahkan bisa didapat dengan cara cuma-cuma. Ditinjau  dari  komposisi  kimianya  ampas  tahu  dapat  digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang cukup tinggi. Tetapi kandungan tersebut berbeda tiap tempat dan cara pemprosesannya.  Terdapat laporan bahwa kandungan ampas tahu yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan ternak (Dinas Peternakan Provinsi jawa Timur, 2011).
Limbah adalah seluruh bahan yang terbuang dari proses produksi barang-barang kimia, pertambangan, penyulingan, pertanian dan bahan-bahan pembuatan makanan yang tampak perubahannya pada permukaan air. Karakteristis ampas tahu adalah partikel atau padatan berwarna keruh keputih-putihan dan bau khas kedelai. Karakteristik kimia ampas tahu adalah kandungan organik yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Limbah padat pembuatan tahu di dalam air merupakan padatan tersuspensi dan terendap.
Ampas tahu yang merupakan limbah industri tahu memiliki kelebihan, yaitu kandungan protein yang cukup tinggi (Masturi et al. 1992). Namun ampas tahu memiliki kelemahan sebagai bahan pakan yaitu kandungan serat kasar dan air yang tinggi. Kandungan serat kasar yang tinggi menyulitkan bahan pakan tersebut untuk dicerna itik dan kandungan air yang tinggi dapat menyebabkan daya simpannya menjadi lebih pendek ((Masturi et al., 1992 dan Mahfudz et al., 2000). Salah satu cara untuk mengurangi kandungan serat kasar tersebut adalah diproses dengan fermentasi.

Nilai Gizi Ampas Tahu
Ditinjau dari komposisi kimianya ampas tahu dapat digunakan sebagai sumber protein. Ampas tahu lebih tinggi kualitasnya dibandingkan dengan kacang kedelai. Prabowo dkk., (1983) menyatakan bahwa protein ampas tahu mempunyai nilai biologis lebih tinggi daripada protein biji kedelai dalam keadaan mentah, karena bahan ini berasal dari kedelai yang telah dimasak.
Ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu untuk mikro; Fe 200-500 ppm, Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co kurang dari 1 ppm, Zn lebih dari 50 ppm.
Ampas tahu dalam keadaan segar berkadar air sekitar 84,5 % dari bobotnya. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan umur simpannya pendek. Ampas tahu basah tidak tahan disimpan dan akan cepat menjadi asam dan busuk selama 2-3 hari, sehingga ternak tidak menyukai lagi. Ampas tahu kering mengandung air sekitar 10,0 - 15,5 % sehingga umur simpannya lebih lama dibandingkan dengan ampas tahu segar (Widjatmoko, 1996).
  
Tabel 1. Komposisi Nutrisi/Kimia :
Nutrisi
Ampas tahu
Basah (%)
Kering (%)
Bahan. Kering
14,69
88,35
Protein Kasar
2,91
23,39
Serat.  Kasar
3,76
19,44
Lemak kasar
1,39
9,96
Abu
0,58
4,58
BETN
6,05
30,48

Tahu diproduksi dengan memanfaatkan sifat protein, yaitu akan menggumpal bila bereaksi dengan asam. Penggumpalan protein oleh asam cuka akan berlangsung secara cepat dan bersamaan diseluruh bagian cairan sari kedelai, sehingga sebagian besar air yang semula tercampur dalam sari kedelai akan terkumpul di dalamnya. Pengeluaran air yang terkumpul tersebut dapat dilakukan dengan memberikan tekanan. Semakin besar tekanan yang diberikan, semakin banyak air dapat dikeluarkan dari gumpalan protein. Gumpalan protein itulah yang disebut dengan tahu (Suprapti, 2005).
Sebagai akibat proses pembuatan tahu, sebagian protein terbawa atau menjadi produk tahu, sisanya terbagi menjadi dua, yaitu terbawa dalam limbah padat (ampas tahu) dan limbah cair. Kandungan gizi dalam kedelai, tahu dan ampas tahu masing-masing dapat dilihat dalam tabel 2


Tabel 2. Kandungan Unsur Gizi dan Kalori dalam Kedelai, Tahu dan Ampas Tahu

No
Unsur Gizi
Kadar/100 g Bahan
Kedelai
Tahu
Ampas Tahu
1
Energi (kal)
382
79
393
2
Air (g)
20
84,4
4,9
3
Protein (g)
30,2
7,8
17,4
4
Lemak (g)
15,6
4,6
5,9
5
Karbohidrat (g)
30,1
1,6
67,5
6
Mineral (g)
4,1
1,2
4,3
7
Kalsium (g)
196
124
19
8
Fosfor (g)
506
63
29
9
Zat besi (mg)
6,9
0,8
4
10
Vitamin A (mg)
29
0
0
11
Vitamin B (mg)
0,93
0,06
0,2

Sumber: Daftar Analisis Bahan Makanan Fak. Kedokteran UI (Suprapti, 2005)

Pengolahan dan Pengawetan Ampas Tahu
Ampas tahu memiliki kadar air dan protein yang cukup tinggi sehingga bila disimpan akan menyebabkan mudah membusuk dan berjamur. Pengolahan ampas tahu sebagai tepung dapat dilakukan dengan cara penjemuran atau dengan pengeringan dengan sinar matahari atau dengan oven pada suhu 45-50°C, kemudian digiling sampai menjadi tepung (Sudigdo, 1983).
Bila mengawetkan ampas tahu secara basah dapat dilakukan dengan pembuatan silase tanpa menggunakan stater. Terlebih dahulu ampas tahu dikurangi kadar airnya dengan cara dipres sampai kadar air mencapai kira-kira 75%. Lalu disimpan dalam ruang kedap udara atau plastik tertutup rapat supaya udara tidak dapat masuk. Setelah tertutup disimpan minimal 21 hari dan digunakan sesuai dengan kebutuhan. Penyimpanan dengan cara pembuatan silase dapat mengawetkan ampas tahu sampai 5-6 bulan (Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat, 1999). Pembuatan silase ampas tahu dapat dicampur dengan bahan pakan lain.
Proses fermentasi akan menyederhanakan partikel bahan pakan, sehingga akan meningkatkan nilai gizinya. Bahan pakan yang telah mengalami fermentasi akan lebih baik kualitasnya dari bahan bakunya. Fermentasi ampas tahu dengan ragi akan mengubah protein menjadi asam-asam amino, dan secara tidak langsung akan menurunkan kadar serat kasar ampas tahu (Poultryindonesia, 2010).
Fermentasi dapat memecah selulosa, hemiselulosa, dan polimernya menjadi gula sederhana atau turunannya serta mampu meningkatkan nutrisi bahan asal, karena mikroba bersifat katabolik selain juga dapat mensintesis vitamin seperti riboflavin, vitamin B12 dan pro vitamin A (Mahfudz et al., 1997). Salah satu bahan untuk fermentasi adalah ragi oncom yang mengandung kapang Neurospora sitophila, kapang ini memiliki aktivitas lipolitik yang tinggi, yaitu memproduksi lipase yang menghidrolisa trigliserida menjadi asam-asam lemak bebas.
Penggunaan Ampas Tahu pada Unggas
Menurut Yusrizal (2002), pemberian ampas tahu dalam ransum yang digunakan sebagai pakan itik mojosari fase stater tidak menimbulkan dampak negatif terhadap performansnya. Ampas tahu yang digunakan dalam ransum itik Mojosari sampai level 15 %. Hal ini berarti ampas tahu bisa diberikan sebagai bahan pakan untuk itik Mojosari dalam fase stater dan finisher karena ampas tahu tidak mempengaruhi performans dari itik Mojosari itu sendiri.
Pemberian ampas tahu untuk mengetahui kualitas karkas broiler dilakukan oleh Yuni Sofrianti (2001) diperoleh hasil bahwa pemberian ampas tahu kedalam ransum broiler sampai level 36 % tidak menurunkan kualitas karkas broiler.
Menurut Dessita (2003) pemberian ampas tahu sampai level 20% yang diberikan pada puyuh (Cortunix-cortunix japonica) umur 1-6 minggu tidak memberikan efek negatif terhadap performans puyuh umur 1-6 minggu dibandingkan ransum normal. Sedangkan pemberian ampas tahu sampai level 10% yang diberikan pada puyuh (Cortunix-cortunix japonica) setelah 6 bulan produksi secara kumulatif tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konsumsi ransum, produksi telur, berat telur dan konversi ransum (Ferdinan sembiring, 2002).
Terhadap produksi telur puyuh, pemberian tepung ampas tahu dalam ransum taraf 10% pada puyuh umur 20-32 minggu secara kumulatif tidak berdampak negatif terhadap konsumsi ransum, prouksi telur, berat telur dan konversi ransum (Suparyanto, 2003).
 KESIMPULAN
            Dari artikel diatas dan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan, yaitu :
1.      Ampas tahu memiliki nilai nutrisi yang baik dan digolongkan ke dalam bahan pakan sebagai sumber protein.
2.      Ampas tahu apabila diolah dan diawetkan, baik secara kering maupun secara basah dapat dimanfaatkan dan disimpan dalam waktu yang cukup lama.
DAFTAR PUSTAKA

Dessita. 2003. Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Performans Puyuh (Coturnix-cortunix japonica) umur 1-6 minggu. Skripsi. Universitas Bengkulu: Bengkulu.
Dinas Peternakan Propinsi Jawa Barat. 1999. Uji Coba Pembuatan Silase Ampas Tahu. Jawa Barat.
Ferdinan sembiring. 2002. Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Performans Puyuh (Coturnix-cortunix japonica) setelah 6 bulan produksi. Skripsi. Universitas Bengkulu: Bengkulu.
Mairizal, 1991. Penggunaan ampas tahu dalam ransum unggas. Poultry Indonesia, No. 133.
Masruhah, L. 2008. Pengaruh Penggunaan Limbah Padat Tahu Dalam Ransum Terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan Dan Konversi Pakan Pada Ayam Kampung (Gallus Domesticus) Periode Grower, Skripsi. Universitas Islam Negeri (Uin), Malang.
Poultryindonesia. 2010. Ampas Tahu Tingkatkan Produksi Broiler. Http://www.Poultryindonesia.com
Sudigdo, E.M. 1983. Kedelai Dijadikan Lebih Bergizi. Cetakan ke-2. Terate, Bandung.
Suparyanto. 2003. Pengaruh Pemberian Tepung Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Produksi Telur Puyuh (Coturnix-cortunix japonica) umur 20-32 minggu. Skripsi. Universitas Bengkulu: Bengkulu.
Suprapti, M. L. 2005. Pembuatan Tahu. Kanisius: Yogyakarta.
Yuni sofrianti. 2001. Pengaruh Pemberian Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Kualitas Karkas Broiler. Skripsi. Universitas Bengkulu: Bengkulu.
Yusrizal. 2002. Pengaruh Pemberian Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Performans itik Mojosari fase stater. Skripsi. Universitas Bengkulu: Bengkulu.

27 comments:

sutriatha (E1C009019) said...

sutriatha (E1C009019)
berdasarkan artikel yang saya baca, saya setuju karena harganya lebih murah dan mengandung protein dan dapat meningkatkan bobot badan unggas.

duseko putra said...

dari artikel yang di postingkan diatas, saya setuju kerena saat ini pakan untuk unggas sudah sangat mahal dan untuk nilai kandungan proteinnya sangat baik untuk unggas dan juga harganya cukup murah.

Anonymous said...

dadang m faris (E1C009035)

Setuju sangat suoer sekali karena sebagai bahan pakan alternatif ampas tahu dapat meningkatkan bobot badan unggas

Anonymous said...

Eko saputra (e1c009043)

setelah saya membacaartikel diatas saya sangat setuju karena harganya lebih murah dan mengandung protein dan dapat meningkatkan bobot badan unggas.

karina said...

Pakan yang sangat ekonomis,,selain memiliki kandungan nutrisi yang baik,penyimpanan ampas ini juga dlam jangka waktu yang lama.

effrendy e1c009042 said...

yup semua alasan pasti msuk akal.. namun hebatnya para mahasiswa,dosen dan ilmuan peternakan selalu memeberikan SOLUSI yang terbaik untuk peternakan agar lebih kreatif dan maju, saya sangat setuju dengan artikel anda yang sangat efisien dalam pemanfaatan ampas tahunya, karena selain efisien amaps tahu tergolong mudah didapat dan terjangkau

Lilis said...

Untuk melengkapi informasi di atas bisa dilihat pada site :
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1030/1/30407758.pdf

vera aprilianti / E1C010020 said...

sebagian peternak sudah menggunakan ampas tahu sebagai pakan tambahan untuk ternaknya, tetapi peternak blum banyak yang mengetahui bahwa ampas tahu dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. seandainya mereka tahu dan paham akan hal ini, saya yakin bahwa tidak akan ad lagi ampas tahu yang dibuang sia-sia

makasih

juli masdeka sari (e1c010046) said...

juli masdeka sari (e1c010046)
ampas tahu dengan kandungan protein yg tinggi mmg dapat mempercepet pertumbuhan. apakah tidak ada efek samping terhadap ternak yg diberi campuran pakan dengan ampas tahu tersebut?

Adi Susanto said...

adi susanto (E1C011070)
saya setuju dengan artikel ini ,sehingga dapat menambah nilai ekonomis dari tahu itu sendiri, sehingga antara peternak dan pengusaha tahu sama-sama mendapatkan keuntungan...

bangun dwi cahyono said...

nama : bangun dwi cahyono
npm : E1C011009

Ampas tahu yang sudah difermentasi menurut saya itu sangat baik dengan kandungan yang ada didalam produk fermentasi,,kandungan mikroba yang menguntungkan dari fermentasi sangat baik dalam performans ternak,,

Binti Nurkhasanah E1C011051 said...

Binti nurkhasanah E1C011051
Ampas tahu memang telah dijadikan pakan ternak untuk sebagian peternak,tetapi untuk para peternak dan pembuat tahu yang kurang tahu ampas tahu hanya dibuang dengan sia-sia.padahal protein yang terkandung pada ampas tahu sangatlah tinggi.Harus ada koordinasi antara peternak dan pabrik pembuat tahu,agar ampas tahu termanfaatkan.

rosmalina sidauruk said...

saya baru tahu bahwa ampas tahu daoat digunakan sebagai pakan ternak unggas selama ini saya hanya mengetahui bahwa ampas tahu dapat diberikan pada pakan ternak ruminansia,bener-bener artikel yang menambah pengetahuan baru buat saya khususnya dan umumnya buat pencinta dunia peternakan....

Anonymous said...

menerima pesanan ampas tahu hanya untuk qty maksimal 100 bungkus/bulan..info lkp hub(081219728918).tx

Noviandi Erlangga (E1C011019) said...

Inilah bagus dan uniknya dunia peternakan,, limbah-limbah rumh tngga maupun industri yg semula dikira tidak bermanfaat dpt dijadikan sbg pakan utk ternak..selain ekonomis, memiliki nutirsi yg ckup tinggi, ampas tahu awet dan than lama dengan cra dikeringkan sehingga dpt disimpn dlm jngka waktu yg ckup lma..
Sangt perlu adany kerja sama yg baik antra petrnk dg produsn tahu,,sehigga saling menguntungkan..
artikel ini sngt menrik krna memberikan wawasan dlm dunia ptr,terutma mengenai perkembngn pakan2 utk ternak sendri,,

Erik angga saputra said...

ide yang sangat bagus pak, memanfaatkan bahan yang tidak mempunyai nilai guna menjadi bahan yang bernilai tinggi,

terimakasih buat infonya,

ilham sholihin said...

M ILHAM SHOLIHIN ( E1C011035 )

Ternyata selain tahu yang kaya akan protein ampas tahu juga mengandung protein yang dapat dimanfaatkan untuk pakan unggas dengan harga yang relatif murah dan mudah didapat .
artikelnya bagus pak , bisa memanfaatkan limbah jadi nilai ekonomi.
makasih

liza tri astini said...

selain diberikan untuk sapi,kambing amaps tahu juga bisa diberikan ke ternak unggas dg kandungan protein yang cukup.pak apakah para petrnak/masyarakat telah di beri penyuluhan tentang bahwa ampas tahu ini dapat disimpan dalam jangka agak lama agar tidak membusuk??

Radiyostri said...

Radiyostri (E1C011071)
.
Ampas tahu memanglah sangat bermanfaat sekali untuk digunakan sebagai pakan, khususnya unggas. Selain itu, ampas tahu juga mudah di dapat.
Terima kasih, artikel yang bagus, memberikan informasi baru dan ilmu pengetahuan.

bella azhari tarigan E1C011057 said...

selain diberikan untuk sapi,kambing amaps tahu juga bisa diberikan ke ternak unggas dg kandungan protein yang cukup.pak apakah para petrnak/masyarakat telah di beri penyuluhan tentang bahwa ampas tahu dapat di berikan kepada ternak dan dapt di memfat kan ampas tahu kan kandung gizi yng bgus ternak pak

Anonymous said...

fitri evianyta.s (E1C010021)
Ampas tahu yang awalnya tidak memiliki nilai guna, tetapi sekarang dengan adanya penerapan teknologi pemanfaatan ampas tahu sebagai pakan ternak unggas adalah ide yang baik apalagi buat orang yang berbisnis di peternakan khususnya. disamping harga relatif murah meiliki nilai gizi yang tinggi dan mudah didapat.
penerapan pemanaatan ampas tahu ini dapat dikembangkan lebih lanjut di masyarakat luas juga.

arie wae said...

ary qurniawan (E1C010043)
Ampas tahu belum banyak digunakan dalam unggas karena selama ini ampas tahu banyak digunakan untuk pakan ternak ruminansia

Anonymous said...

Hendri Afrizal (E1C008012)
Ternyata selain tahu yang kaya akan protein ampas tahu juga mengandung protein yang dapat dimanfaatkan untuk pakan unggas dengan harga yang relatif murah dan mudah didapat .
artikelnya bagus pak , bisa memanfaatkan limbah jadi nilai ekonomi.
makasih

Anonymous said...

Hendri Afrizal (E1C008012)
Ternyata selain tahu yang kaya akan protein ampas tahu juga mengandung protein yang dapat dimanfaatkan untuk pakan unggas dengan harga yang relatif murah dan mudah didapat .
artikelnya bagus pak , bisa memanfaatkan limbah jadi nilai ekonomi.
makasih

lizna sweet said...

LISNAWATI ANGGRAINI
E1C010039
apakah ampas tahu yg disimpan dalam waktu lama tidak merusak nilai nutrisinya pak????
TQ...

mery handayani said...

artikel ini sangat menarik, bahwa ampas tahu dapat dapat diberikan juga kepada ternak unggas. dengan kandungan protein yang tinggi yang terdapat dalam ampas tahu harapannya dapat memperbaiki/ meningkatkan kualitas karkas unggas.

Roni Saeful Anwar said...

Nama: Roni Saeful Anwar (E1C014067)
MK : Penyajian Ilmiah

penggunaan ampas tahu memang potensial sebagai pakan ternak ditambah dapat mengurangi ongkos produksi dalam usaha peternakan. terimakasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...