Thursday, May 3, 2012

Rontok Bulu Buatan (Force Moulting)



http://www.sentralternak.com/. Force moulting adalah usaha merontokkan bulu unggas sebelum masa waktunya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan masa peneluran kedua yang serasi. Selama masa meranggas (moulting) berat badan layer akan berkurang sekitar 400-600 gram yaitu dengan cara mengatur makanannya. Banyak metode yang dilakukan dalam memberikan pakan kepada ayam yang sedang moulting, umumnya yaitu selama 6 minggu diberikan makanan dengan kadar protein rendah tetapi ditambah trace mineral dan vitamin, sesudah 6 minggu diberikan makanan yang normal dan unggas akan berproduksi secara normal selama 4 minggu berikutnya.

Metode force moulting

Pada prinsipnya metode yang dipakai adalah dengan memberikan stress treatment atau drug treatment yang pada pokoknya adalah dengan pemuasaan dan pembatasan air minum, pemuasaan dan pembatasan makanan dan juga pembatasan sinar. Ada 4 metode force moulting :

1. Metode Convensional

hari ke-1 dan ke-2, ayam sama sekali tidak diberi makan dan minum, sinar diberikan 8 jam/hari (penyinaran alam).

Hari ke-3, diberi makanan 50% dari total kebutuhan dan sinar diberikan 8 jam/hari

Hari ke-4, ayam dipuasakan sama sekali

Hari ke-5, perlakuan sama dengan hari ke-3

Hari ke-6, perlakuan sama dengan hari ke-4

Hari ke-7, perlakuan sama dengan hari ke-3

Hari ke-8, perlakuan sama dengan hari ke-4

Hari ke-9, perlakuan sama dengan hari ke-4, dan air minum diberikan minum secara bebas (ad libitum)

Hari ke-10 sampai hari ke-60, diberi makanan 75% dari kebutuhan dan minum minum diberikan secara ad libitum

Hari ke-61 dan seterusnya, makanan dan minum diberikan secara penuh, pemberian sinar 14-16 jam/hari

Biasanya 2 minggu kemudian ayam sudah berproduksi secara normal.

Monday, April 30, 2012

Komposisi Gizi Albumen dan Yolk



 Nutrisi
Albumen
Yolk
% Total dalam Albumen
% Total dalam Yolk
Protein
3,6 g
2,7 g
57
43
Lemak
0,05 g
4,5 g
1
99
Kalsium
2,3 mg
21,9 mg
9,5
90,5
Magnesium
3,6 mg
0,85 mg
80,8
19,2
Besi
0,03 mg
0,4 mg
6,2
93,8
Fosfor
5 mg
66,3 mg
7
93
Potasium
53,8 mg
18,5 mg
74,4
25,6
Sodium
54,8 mg
8,2 mg
87
13
Seng
0,01 mg
0,4 mg
0,2
99,8
Copper
0,008 mg
0,013
38
62
Mangan
0,004 mg
0,009 mg
30,8
69,2
Selenium
6,6 mcg
9,5 mcg
41
59
Tiamin
0,01 mg
0,03 mg
3,2
96,8
Riboflavin
0,145 mg
0,09 mg
61,7
48,3
Niasin
0,035 mg
0,004 mg
89,7
9,3
Asam pantotenat
0,63 mg
0,51 mg
11
89
B6
0,002 mg
0,059 mg
3,3
96,7
Folate
1,3 mcg
24,8 mcg
5
95
B12
0,03 mcg
0,331 mcg
8,3
91,7
Vitamin A
0 IU
245 IU
0
100
Vitamin E
0 mg
0,684 mg
0
100
Vitamin D
0 IU
18,3 IU
0
100
Vitamin K
0 IU
0,119 IU
0
100
DHA dan AA
0 mg
94 mg
0
100
Karotenoid
0 mcg
21 mcg
0
100

Sumber: USDA (?)

Saturday, April 21, 2012

Putih Telur yang Sangat Bermanfaat

Dikompilasi Oleh: Urip Santoso
1)      Putih Telur adalah Sumber Protein Alami
Putih telur mengandung protein dan nutrisi penting lainnya seperti potasium, kalsium, fosfor dan zink. Protein alami yang terdapat pada putih telur ini juga baik dalam menghasilkan asam amino untuk pembentukan otot.
2)      Putih Telur Tidak Mengandung Kolesterol
Dalam putih telur tidak terkandung lemak, kolesterol, lemak trans dan karbohidrat. Sehingga putih telur bisa di konsumsi untuk membantu mengurangi tingkat kolesterol dalam asupan kita.
3)      Protein Putih Telur Mudah diserap Tubuh
Protein alami dalam putih telur ternyata lebih mudah di serap oleh tubuh di banding makanan lain seperti daging ataupun minuman berprotein. Hal ini membuat protein dapat d serap sepenuhnya dalam tubuh tanpa harus banyak protein yang terbuang. Putih telur menghasilkan protein yang langsung bisa diserap oleh tubuh Makanan lain yang mengandung protein seperti daging-dagingan atau minuman berprotein harus dipecah dulu oleh tubuh sebelum dapat diserap. Proses yang lama ini menyebabkan tubuh hanya bisa menerima 1/3 saja dari protein asli. Sementara dengan putih telur, protein langsung diserap oleh tubuh 100%.
4)      Putih Telur Bisa Mengurangi Berat Badan
Berdasar penelitian di Pennington Biomedical Research Centre membuktikan , mereka yang mengkonsumsi 2 putih telur setiap pagi berat badannya berkurang sekitar 65% dan merasa lebih berenergi di banding yang hanya mengkonsumsi roti

Thursday, April 19, 2012

Mengapa Ayam Makan Telurnya Sendiri?


Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ayam mematuk dan memakan telurnya sendiri, diantaranya yaitu:
  • Ukuran kandang terlalu sempit atau isi kandang terlalu padat
Kedua kondisi tersebut akan memberi peluang telur pecah akibat terinjak-injak oleh ayam. Hal itu pula yang kemudian mendorong ayam untuk memakan telur pecah tersebut. Untuk itu, kandang baterai seharusnya memiliki ukuran sesuai standar, dimana untuk 1 ekor ayam, panjang kandang 27,5 cm, lebar 35 cm dan tinggi 36 cm

  • Cahaya lampu terlalu terang
Pemberian intensitas cahaya yang terlalu terang dapat memicu agresivitas ayam sehingga mendorong ayam mematuk telurnya sendiri. Saat masa produksi, intensitas cahaya yang diberikan sebaiknya berkisar antara 20 – 40 lux dengan lama pencahayaan maksimal 16 jam per hari.
  • Feed intake (konsumsi ransum) kurang atau terjadi defisiensi kalsium (Ca) dan vitamin D
Kurangnya jumlah konsumsi menyebabkan asupan beberapa nutrisi juga berkurang. Asupan Ca dan vitamin D misalnya. Ca dan vitamin D sama-sama berperan penting dalam pembentukan cangkang/kerabang telur.
Defisiensi kedua nutrisi tersebut menyebabkan kerabang telur yang dihasilkan tipis dan lembek. Kondisi itu pula yang nantinya menyebabkan telur mudah retak dan akhirnya merangsang ayam memakan telurnya sendiri. Untuk mencegah defisiensi Ca dan vitamin D, berikan feed supplement seperti Mineral Feed Supplement A ke dalam ransum ayam

Monday, April 9, 2012

Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Sebagai Pakan Ternak



Oleh : Ria Puspita Sari
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
ABSTRAK
Luasnya lahan perkebunan kakao di Indonesia yang mencapai 1.167.000 ha mengakibatkan tingginya produksi buah kakao yang diikuti dengan tingginya limbah kakao berupa kulit buah kakao. Produksi kulit buah kakao mencapai 74 % dari produksi buah kakao. Namun tingginya produksi limbah kakao ini tidak diiringi dengan pemanfaatan secara maksimal. Salah satu alternatif yang baik untuk mengatasi hal ini adalah dengan memanfaatkan kulit buah kakao sebagai bahan pakan ternak. Kulit buah kakao berpotensi sebagai bahan pakan pengganti konsentrat karena harga yang relatif murah dan jumlah yang banyak serta kandungan protein kasar yang relatif tinggi mencapai 10 % dalam bentuk segar dan 16,60 % dalam bentuk kulit buah kakao yang difermentasi dengan Aspergillus niger. Pemberian kulit buah kakao fermentasi 10 % dalam ransum itik tidak menunjukkan pengaruh negatif terhadap konsumsi ransum. 22 % pemberian dalam ransum ayam broiler mampu meningkatkan produktivitas broiler dan pemberian pada taraf 20-40 % dari total ransum mampu menurunkan kadar kolesterol daging broiler.
Kata kunci : Kulit buah kakao, limbah kakao, kakao fermentasi, Aspergillus niger.

Monday, April 2, 2012

BBM Naik, Saatnya Mengoptimalisasikan Penggunaan Biogas sebagai Energi Alternatif


Oleh: Siti Qotimah E1C009013
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

ABSTRAK

Kehidupan masyarakat semakin sulit seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak dan gas elpiji dari tahun ke tahun. Salah satu energi alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah penggunaan biogas. Pengolahan kotoran sapi menjadi energi alternatif biogas yang ramah lingkungan merupakan cara yang sangat menguntungkan, karena mampu memanfaatkan alam tanpa merusaknya sehingga siklus ekologi tetap terjaga. Selain mendapatkan energi alternatif pengganti BBM pembuatan biogas dapat mendukung usaha tani penyediaan pupuk organik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sehingga ada kemandirian dalam penyediaan pupuk. Biogas adalah gas pembusukan bahan organik oleh bakteri pada kondisi Anaerob.Bio Gas yang sering juga disebut Gas Bio ,merupakan campuran berbagai gas antara lain :CH 4 ( 54-70%),CO2 ( 27-45%),O2 ( 1-4%), N2 ( 0,5 - 3 %), CO (1%), dan H2S> Campuran gas ini mudah terbakar bila kandungan Ch4 ( Methana) melebihi 50 %. Manfaat biogas dalam bidang ekonomi, masyarakat keluarga-keluarga yang menggunakan biogas sudah tidak membutuhkan pembelian bahan bakar karena sudah bisa terpenuhi kebutuhannya dari kotoran ternak yang dipeliharanya. Bagi mereka yang biasanya mencari/memotong kayu bakar di hutan kini waktunya bisa dipergunakan untuk kegiatan yang memberikan nilai tambah ekonomis, dengan pekerjaan sambilan yang lain.
Kata kunci : biogas, kotoran sapi, bahan bakar

Thursday, March 15, 2012

PENGARUH PEMBERIAN GAMAL DALAM CAMPURAN PAKAN TERHADAP PRODUKTIVITAS AYAM BROILER DAN AYAM PETELUR



Disusun oleh : SITI QOTIMAH

ABSTRAK

                Penulisan artikel review yang mereferensi pada beberapa penelitian dan beberapa literature ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level tepung daun gamal terhadap performans broiler. Yang selanjutnya hasilnya dapat digunakan sebagai informasi tentang penggunaan tepung daun gamal pada level tertentu yang efisien dan performa yang dihasilkan lebih baik. Walaupun sangat bermanfaat bagi ternak, tingkat racun dalam Gamal juga sudah dikenal sejak lama. Sehingga daun gamal sebaiknya dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak. Beberapa literatur menyebutkan pelayuan selama 12 – 24 jam. Batas maksimum penggunaan tepung daun gamal dalam ransum ayam broiler 5% dan ayam petelur 2,5%. Pemberian daun Gamal pada ayam berupa tepung daun yang dicampur dengan bahan pakan lainnya. Pemberian tepung daun sebanyak 2,5% sudah cukup untuk memberikan warna kuning yang cerah, pemberian yang lebih tinggi tidak banyak meningkatkan warna kuning telur. Penggunaan level tepung daun gamal relatif baik sampai dengan perlakuan 4,5 % tepung daun gamal.

PEMANFAATAN SUPLEMENTASI AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) DALAM RANSUM PADA AYAM BROILER



Resensi Oleh : Erina Nuraini
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
Abstrak
Kebutuhan akan penggunaan tanaman obat sebagai suplemen (feed supplement) sudah sangat umum digunakan pada ransum ternak. Kandungan zat gizi yang diperlukan semakin tinggi menyebabkan kebutuhan bahan pakan semakin meningkat. Feed supplement yang digunakan haruslah aman bagi ternak dan juga diperlukkan untuk dapat meningkatkan kualitas karkas dan performans pada ayam broiler.  Suplementasi pada pakan dapat diberikan dalam bentuk ekstrak ataupun dalam bentuk tepung, seperti yang digunakan pada penelitian ini yaitu akar alang-alang (Imperata cylindrica).
Akar alang-alang (Imperata cylindrica) dapat dimanfaatkan untuk  pakan ternak, memiliki kandungan seperti  asam asetat, asam oksalat, asam malat, dan asam sitrat  yang berperan dalam peningkatan efesiensi metabolisme energi dalam tubuh. Penggunaan suplementasi ekstraks akar alang-alang (Imperata cylindrica) sampai level 4 g/kg pakan dapat meningkatkan kualitas karkas pada ayam broiler, sedangkan pada penggunaan suplementasi tepung akar alang-alang (Imperata cylindrica) yang diberikan pada level 1 % dapat memperbaiki nilai konsumsi ransum dan menekan kelainan pada kaki ayam broiler.
Kata kunci : ayam broiler, akar alang-alang,  feed supplement.

PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH UDANG (Tepung Rese)  SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM BROILER
Septi Susanti
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
Jalan Raya Kandang Limun, Bengkulu
Abstrak
Kebutuhan protein hewani semakin meningkat, hal ini mengakibatkan industri unggas khusus nya ayam briler meningkat. Penggunaan bahan baku lokal dari limbah agro industri merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan biaya ransum. Tinggi atau rendahnya harga bahan baku pakan akan sangat menentukan tingkat keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan ternak akan zat gizi tertentu bahan baku pakan yang berkualitas masih didatangkan dari luar negeri. Oleh karena itu, penggunaan bahan pakan lokal alternatif perlu diupayakan secara optimal, dengan catatan bahan baku pakan tersebut ditingkatkan kualitasnya dan terjamin ketersediaannya sepanjang tahun.

Friday, March 9, 2012

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BIJI KARET (Hevea brasiliensis Muel Arg) TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM KAMPUNG


Oleh: Diah Kasmirah

ABSTRAK
Pakan merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha petemakan karena dalam usaha peternakan 60 — 80 % biaya produksi digunakan untuk biaya pakan (Anggorodi, 1979). Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pakan unggas yang berasal dari limbah pertanian yaitu biji karet. Berdasarkan kandungan gizinya, biji karet mengandung protein kasar 17,08 %, lemak kasar 25,23 %, serat kasar 17,58 % dan energi metabolis 2707,53 kkal/kg (Sutrisna,1997). Hasil sidik ragam penelitian memperlihatkan bahwa pemberian tepung biji karet tidak berpengaruh nyata terhadap berat karkas. Hal ini memperlihatkan bahwa pemberian tepung biji karet sampai level 15% tidak memberikan pengaruh negatif terhadap berat karkas yang dihasilkan.
Kata kunci: Tepung biji karet potensi untuk pakan ternak

Monday, March 5, 2012

PENANGANAN SUSU SEGAR DALAM MENJAGA KUALITAS PASCA PEMERAHAN. Karakteristik Kualitas



Oleh: Peni Siwi Utami
Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
Program Study Pasca Sarjana Pengolahan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

ABSTRAK
Minum susu belum menjadi budaya masyarakat Indonesia, meskipun akhir-akhir ini terlihat bahwa permintaan susu semakin meningkat. Sebagian besar produksi susu Nasional diserap oleh Industri Pengolahan Susu untuk diolah menjadi produk susu olahan. Keadaan ini berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat pada umumnya, dimana lebih menyukai produk susu olahan daripada mengkonsumsinya dalam bentuk segar. Susu mengandung zat gizi bernilai tinggi yang dibutuhkan bagi kehidupan masyarakat dari segala lapisan umur untuk menjaga pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan berfikir. Begitu pentingnya susu, sehingga dapat dikatakan bahwa untuk membangun suatu bangsa yang cerdas dan sehat, penyediaan susu bagi masyarakat merupakan hal yang mutlak. Pembangunan peternakan Indonesia mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Hal ini ditandai dengan upaya Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengadaan bantuan ternak berupa sapi, kambing, ayam dan sebagainya. Tujuan pemerintah adalah meningkatkan taraf pendidikan, pengetahuan, memenuhi asupan atau kecukupan gizi, mengentaskan kemiskinan dan mengurangi jumlah pengangguran.

Saturday, February 25, 2012

PEMANFATAN DAUN UBI KAYU ( Manihot utilissima ) UNTUK PAKAN TERNAK UNGGAS



Oleh : Hermy Puspita Sari
Npm : E1C009004
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Unib
ABSTRAK
Daun Ubi kayu mengandung protein antara 20 sampai 27 % dari bahan kering, sehingga dapat digunakan sebagai pakan suplemen sumber protein terhadap hijauan lain rumput lapangan, daun tebu dan jerami padi yang berkadar protein rendah. Nilai tersebut hampir setara dengan kandungan protein pada beberapa tanaman jenis leguminosa yang umum digunakan sebagai pakan ternak kambing, misalnya lamtoro (24,2 %), glirisidia (24,3 %), turi (27,1 %) dan kaliandra (30,5 %) (Marjuki, 1993). Kandungan protein yang tinggi tersebut maka daun ubikayu sangat potensial sebagai pakan sumber protein untuk ternak dan sangat cocok bagi petani karena ketersediaannya yang cukup banyak di sekitar area penanaman ubikayu, terutama pada saat panen.
Silase merupakan metode pengawetan hijauan pakan ternak dalam bentuk segar melalui proses fermentasi dalam kondisi an aerob. Dengan metode tersebut maka daun ubikayu yang tersedia melimpah pada saat panen dapat diawetkan dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan suplemen sumber protein dalam jumlah secukupnya dan dalam jangka waktu yang lama. Penyimpanan daun ubikayu dalam bentuk silase terbukti dapat mempertahankan kondisi, kualitas dan palatabilitasnya dalam waktu yang cukup lama dan menurunkan kadar HCN sebesar 60 sampai 70 %, sehingga lebih aman diberikan pada ternak. Fermentasi dapat menggunakan mikroorganisme (EM4) maupun dengan dengan di campur dengan bahan pakan lainnya
 Namun, daun ubi kayu mengandung serat kasar yang tinggi yang membatasi penggunaannya sebagai bahan pakan unggas. Daun ubi kayu mengandung serat kasar sebesar 25,71% (Sudaryanto, 1994). Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengurangi  kadar serat kasar dalam daun ubi kayu untuk memperbaiki nilai gizinya.
Kata kunci ( daun ubi kayu, fermentasi dan silase )
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...