Showing posts with label ayam kampung. Show all posts
Showing posts with label ayam kampung. Show all posts

Thursday, April 19, 2012

Mengapa Ayam Makan Telurnya Sendiri?


Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ayam mematuk dan memakan telurnya sendiri, diantaranya yaitu:
  • Ukuran kandang terlalu sempit atau isi kandang terlalu padat
Kedua kondisi tersebut akan memberi peluang telur pecah akibat terinjak-injak oleh ayam. Hal itu pula yang kemudian mendorong ayam untuk memakan telur pecah tersebut. Untuk itu, kandang baterai seharusnya memiliki ukuran sesuai standar, dimana untuk 1 ekor ayam, panjang kandang 27,5 cm, lebar 35 cm dan tinggi 36 cm

  • Cahaya lampu terlalu terang
Pemberian intensitas cahaya yang terlalu terang dapat memicu agresivitas ayam sehingga mendorong ayam mematuk telurnya sendiri. Saat masa produksi, intensitas cahaya yang diberikan sebaiknya berkisar antara 20 – 40 lux dengan lama pencahayaan maksimal 16 jam per hari.
  • Feed intake (konsumsi ransum) kurang atau terjadi defisiensi kalsium (Ca) dan vitamin D
Kurangnya jumlah konsumsi menyebabkan asupan beberapa nutrisi juga berkurang. Asupan Ca dan vitamin D misalnya. Ca dan vitamin D sama-sama berperan penting dalam pembentukan cangkang/kerabang telur.
Defisiensi kedua nutrisi tersebut menyebabkan kerabang telur yang dihasilkan tipis dan lembek. Kondisi itu pula yang nantinya menyebabkan telur mudah retak dan akhirnya merangsang ayam memakan telurnya sendiri. Untuk mencegah defisiensi Ca dan vitamin D, berikan feed supplement seperti Mineral Feed Supplement A ke dalam ransum ayam

Friday, March 9, 2012

PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG BIJI KARET (Hevea brasiliensis Muel Arg) TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM KAMPUNG


Oleh: Diah Kasmirah

ABSTRAK
Pakan merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha petemakan karena dalam usaha peternakan 60 — 80 % biaya produksi digunakan untuk biaya pakan (Anggorodi, 1979). Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pakan unggas yang berasal dari limbah pertanian yaitu biji karet. Berdasarkan kandungan gizinya, biji karet mengandung protein kasar 17,08 %, lemak kasar 25,23 %, serat kasar 17,58 % dan energi metabolis 2707,53 kkal/kg (Sutrisna,1997). Hasil sidik ragam penelitian memperlihatkan bahwa pemberian tepung biji karet tidak berpengaruh nyata terhadap berat karkas. Hal ini memperlihatkan bahwa pemberian tepung biji karet sampai level 15% tidak memberikan pengaruh negatif terhadap berat karkas yang dihasilkan.
Kata kunci: Tepung biji karet potensi untuk pakan ternak

Wednesday, November 2, 2011

Komposisi Gizi Telur dari Beberapa Hewan

Bagaimana komposisi gizi telur angsa? Pertanyaan ini sempat muncul dalam kolom komentar. Berikut saya sajikan perbandingan gizi berbagai jenis hewan. Tabel di bawah ini membandingkan komposisi protein, karbohidrat, lemak dan abu berbagai jenis telur. Nah, silahkan para pembaca menyimpulkannya.
Sebagai tambahan,  pada telur  ayam  ras kalori 162, vitamin A 900, thiamin 0,1 mg. Per 100 g telur ayam kampung mengandung 174 kalori, 10,8 g protein, 4,9 mg zat besi dan 61,5 g retinol. Berat telur puyuh kira-kira 10 g nilai biologinya 3-4 kali lebih tinggi dari telur ayam. Telur puyuh mengandung 140 µg vitamin B1, serta vitamin A dan B2 yang jumlahnya 2 kali lebih banyak dari telur ayam. Kandungan besi  dan kaliumnya juga 5 kali lebih banyak dari telur ayam.
Satu telur itik  mengandung 205% kebutuhan gizi harian untuk kolesterol, dan 18% kebutuhan gizi harian protein. Pada itik kalori 189 kkal, vitamin A 1230 SI, dan thiamin 0,18 mg. Telur angsa rebus memiliki 20 g protein, besi dan vitamin A. Kandungan kolesterol telur angsa sekitar 1227 mg, memenuhi 409% kebutuhan gizi harian untuk kolesterol. Telur penyu mengandung kalori 144 kkal, vitamin A (SI) 600 dan thiamin 0,11 mg/100 g.
Tabel Komposisi Gizi Telur Berbagai Hewan

Jenis Unggas
Protein  (%)
Lemak (%)
Karbohidrat (%)
Abu (%)
Ayam ras
12,7
11,3
0,9
1,0
Ayam kampung
13,4
10,3
0,9
1,0
Itik
13,3
14,5
0,7
1,1
Angsa
13,9
13,3
1,5
1,1
Merpati
13,8
12,0
0,8
0,9
Kalkun
13,1
11,8
1,7
0,8
Puyuh
13,1
11,1
1,0
1,1
Penyu
12,0
10,0
0
Tad
Tad = tak ada data.

Wednesday, October 26, 2011

Komposisi Gizi Telur Itik Asin

Oleh: Urip santoso Mahasiswa saya bertanya tentang komposisi gizi pada telur itik yang diasinkan, apakah ada perbedaannya. Tenu saja antara telur itik segar dengan telur itik asin terjadi perbedaan komposisi gizinya. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa pengolahan dapat mengubah komposisi gizi bahan pangan termasuk telur itik.  Dalam proses pembuatan telur asin digunakan bahan-bahan seperti garam dapur, abu, batubata, dan lain-lain. Tentu saja tidak hanya garam dapur yang masuk ke dalam telur tetapi juga zat-zat lain yang terdapat dalam bahan-bahan yang digunakan ikut mempengaruhi komposisi gizi telur asin.
Zat-zat yang masuk ke dalam telur akan mempengaruhi komposisi gizi telur tersebut. Adapun perbadingan komposisi gizi telur itik segar dan telur itik asin disajikan pada table berikut ini. 

Telur
Kalori (kal)
Protein (g)
Lemak (g)
Hidrat arang (g)
Ca (mg)
P (mg)
Fe (mg)
Vit A (SI)
Vit B1 (mg)
Air (g)
Ayam
162
12,8
11,5
0,7
56
180
2,7
900
0,10
74
Itik
189
13,1
14,3
0,8
56
175
2,8
1230
0,18
70,8
Itik Asin
195
13,6
13,6
1,4
120
157
1,8
841
0,28
66,5

Dari tabel di atas dapat dibaca bahwa terjadi perubahan komposisi gizi pada telur asin. Misalnya kadar hidrat arang naik dari 0,8 g menjadi 1,4 g, kalsium dari 56 mg menjadi 120 mg, vitamin B1 dari 0,18 mg menjadi 0,28 mg sementara kadar besi turun dari 2,8 mg menjadi 1,8 mg, vitamin A dari 1230 SI menjadi 841 SI, dan kadar air dari 70,8% menjadi 66,5%.

Tuesday, October 18, 2011

Telur Itik, Telur Puyuh dan Telur Ayam, Mana yang Lebih Baik?


Oleh: Urip Santoso
Mana yang lebih baik? Telur itik atau telur ayam? Barangkali Anda bertanya-tanya. Nah untuk mengetahuinya perlu dibandingkan komposisi gizi antara telur itik dan telur ayam. Namun, terlebih dulu saya sampaikan bahwa baik telur itik maupun telur ayam baik untuk dikonsumsi sebagai sumber gizi bagi tubuh manusia. Satu hal yang khas adalah bahwa telur itik lebih amis daripada telur ayam. Kadar kolesterol pada telur itik juga lebih besar jika dibandingkan dengan telur ayam.
Kembali kepada komposisi gizi, saya sajikan dua sumber mengenai komposisi gizi dari telur itik dan telur ayam. Dari table 1 dapat dibaca bahwa telur itik lebih kaya akan mineral, vitamin B6, asam pantotenat, tiamin, vitamin A, niasin dan vitamin B12 jika dibandingkan dengan telur ayam.
Tabel 1. Komposisi Gizi Telur (Per 100g)

Zat Gizi
Ayam
Itik

Air (g)
75.33
70.83

Energi (kkaal)
149
185

Protein (g)
12.49
12.81

Lemak (g)
10.02
13.77

Karbohidrat (g)
1.22
1.45

Mineral (mg)
486.58
674.36

Vitamin B6 (mg)
0.139
0.25

Asam amino (g)
12.49
12.99

Asam pantotenat (mg)
1.255
1.862

Riboflavin (mg)
0.508
0.404

Tiamin (mg)
0.062
0.156

Vitamin A (IU)
635
1328

Niasin (mg)
0.073
0.20

Vitamin B12 (mcg)
1.00
5.40


Tuesday, May 31, 2011

MENIMBA HIKMAH SEJARAH DOMESTIFIKASI AYAM

Oleh: Urip Santoso

Mempelajari sejarah bukan hanya sekadar menghafal angka-angka, rentetan peristiwa dan sebagainya, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Kita bisa mengambil hikmah sejarah pada semua makhluk di alam semesta ini. Pada kesempatan kali ini, penulis mengajak pembaca untuk mengambil hikmah sejarah domestifikasi ayam. Sengaja topik ini penulis ajukan mengingat ayam sangat akrab dalam kehidupan manusia Indonesia, namun hikmah yang ada di dalamnya belum banyak digali. Telah diketahui bahwa untuk mengenal masa kini dan masa yang akan datang, perlu bagi kita memahami masa lampau. Domestifikasi hewan merupakan salah satu penemuan yang besar dalam sejarah perkembangan manusia. Juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan pertanian dan masyarakat kota.
Berdasarkan kejadian arkaelogi dan berlandasan tanda-tanda domestifikasi dari Cina, Asia dan Eropa, serta juga berdasarkan kejadian palaloklimatik dari Cina, maka ayam pertama kali didomestifikasi dari jenis ayam Red Jungle Fowl Gallus Gallus di Asia Tenggara sebelum milenium ke-6 Sebelum Masehi (SM). Ayam kemudian menjalar ke Cina sekitar tahun 6.000 SM. Selanjutnya ayam masuk ke Jepang melalui Korea pada zaman Yayoi (300 SM – 300 Sesudah Masehi). Domestifikasi ayam di India sekitar tahun 2.000 SM yang merupakan perembesan dari Asia Tenggara, atau memang berasal dari India itu sendiri. Walaupun zama besi merupakan periode utama penyebaran ayam ke Eropa, namun ayam telah ada di beberapa daerah Eropa pada zaman neolitik akhir dan awal zama perunggu. Diduga ayang tersebut berasal dari Cina melalui Rusia.  Namun teori ini belum dapat dibuktikan mengingat arkaelog Uni Soviet belum menyelidiki kebenarannya.
Walaupun para ahli sependapat bahwa ayam yang didomestifikasi itu berasal dari Jungle Fowl di India dan Asia Tenggara, mereka masih berbeda pendapat tentang bentuk ayam liar sebagai nenek moyangnya. Sebagaian para ahli berpendapat bahwa nenek moyang ayang sekarang ini adalah Red Jungle Fowl (bentuk domestik Gallus gallus), dan sebagian lainnya berpendapat bahwa ayam modern ini berasal dari kombinasi spesies Jungle Fowl (domestik dari Gallus domesticus).
Dari sedikit uraian tersebut dapat dilihat bahwa terdapat tanda-tanda atau bekas-bekas yang dapat dijadikan pedoman oleh para ahli untuk menelusuri masa lampau. Namun dalam menelusuri sejarah masa lampau, hendaknya kita dapat mengambil pelajaran yang berguna buka saja untuk di dunia saja, tapi  juga untuk di akhirat. Misalnya dengan memperhatikan hikmah yang terkandung dalam sejarah masa lampau dilihat dari kaca mata seorang muslim. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam surat Al Mu’minun ayat 82 yang artinya:
”Maka pakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.” (Al Mu’minun: 82).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...