Showing posts with label bulu unggas. Show all posts
Showing posts with label bulu unggas. Show all posts

Friday, January 13, 2012

MANFAAT BULU AYAM SEBAGAI BAHAN PAKAN SUMBER PROTEIN TERNAK UNGGAS


Oleh: Rocky Ekstander
ABSTRAK
Dewasa ini telah banyak sekali kita temui jenis bahan pakan arternatif untuk ternak unggas maupun ternak ruminansia, contohnya seperti onggok, buah mengkudu, ampas tahu, limbah sawit, biji karet, dan masih banyak jenis lainnya. Namun untuk jenis pakan sumber protein masih sedikit dibanding jenis pakan sumber energi. Sebab bahan pakan sumber protein biasanya harganya relatif mahal. Untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu ayam ada beberapa metode pengolahan, yaitu Perlakuan Fisik Dengan Pengaturan Temperatur Dan Tekanan, Secara Kimiawi Dengan Penambahan Asam Dan Basa (Naoh, Hcl), dan Kombinasi kedua tersebut. metode Tehnik pengolahan kombinasi antara perlakuan fisik dan kimia merupakan teknik pengolahan yang saat ini bayak dipakai oleh industri TBA. Berbagai hasil penelitian di berbagai belahan dunia ini menunjukkan bahwa tepung bulu dapat digunakan pada level tidak lebih dari 4 % dari total formula ransum tanpa membuat produktivitas unggas merosot. Semakin baik pengolahannya, akan semakin baik pula hasilnya. Semakin banyak digunakan tepung ini justru akan menekan prestasi unggas, produksi telur berkurang dan pertambahan berat badan juga merosot. Sebagai bahan makanan unggas dan juga babi, tepung bulu ini memang tidak terlalu menggairahkan. Sejauh mana penggunaannya memang tergantung pada kemampuan mengolah tepung bulu itu.

Wednesday, June 1, 2011

POTENSI LIMBAH BULU UNGGAS SEBAGAI PAKAN TERNAK

Oleh: Supratman Waras


Abstrak
Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedele dan tepung ikan. Bulu-bulu itu dapat pula dimanfaatkan untuk makanan ternak (ruminansia, non ruminansia dan unggas). Jumlah ayam yang dipotong terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga bulu ayamyang dihasilkan juga meningkat dan sekaligus menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik. metode pengolahan untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu unggas yaitu, perlakuan fisik dengan pengaturan temperatur dan tekanan, secara kimiawi dengan penambahan asam dan basa (NaOH, HCL), secara enzimatis dan biologis dengan mikroorganisme dan kombinasi ketiga metode tersebut. Bulu ayam mengandung protein kasar yang cukup tinggi, yakni 80-91 % dari bahan kering (BK), Tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara in vitro masing-masing hanya 5,8 % dan 0,7 %. Uji biologis penggunaan tepung bulu ayam sebagai pengganti sumber protein pakan konvensional (bungkil kedelai) hingga taraf 40 % dari total protein ransum memberikan respons sebaik ransum control untuk domba dan perlakuan campuran bulu ayam, Ca-PUFA, Mg-PUFA (mineral makro organik) dan Zn, Cu, Se, dan Cr, lisinat (mineral mikro organik) dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, energi, pertambahan bobotbadan, dan efisiensi ransum untuk kambig peranakan Etawah jantan. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.
Kata kunci: tepung bulu ayam, potensi, pakan ternak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...