Friday, January 13, 2012

MANFAAT BULU AYAM SEBAGAI BAHAN PAKAN SUMBER PROTEIN TERNAK UNGGAS


Oleh: Rocky Ekstander
ABSTRAK
Dewasa ini telah banyak sekali kita temui jenis bahan pakan arternatif untuk ternak unggas maupun ternak ruminansia, contohnya seperti onggok, buah mengkudu, ampas tahu, limbah sawit, biji karet, dan masih banyak jenis lainnya. Namun untuk jenis pakan sumber protein masih sedikit dibanding jenis pakan sumber energi. Sebab bahan pakan sumber protein biasanya harganya relatif mahal. Untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu ayam ada beberapa metode pengolahan, yaitu Perlakuan Fisik Dengan Pengaturan Temperatur Dan Tekanan, Secara Kimiawi Dengan Penambahan Asam Dan Basa (Naoh, Hcl), dan Kombinasi kedua tersebut. metode Tehnik pengolahan kombinasi antara perlakuan fisik dan kimia merupakan teknik pengolahan yang saat ini bayak dipakai oleh industri TBA. Berbagai hasil penelitian di berbagai belahan dunia ini menunjukkan bahwa tepung bulu dapat digunakan pada level tidak lebih dari 4 % dari total formula ransum tanpa membuat produktivitas unggas merosot. Semakin baik pengolahannya, akan semakin baik pula hasilnya. Semakin banyak digunakan tepung ini justru akan menekan prestasi unggas, produksi telur berkurang dan pertambahan berat badan juga merosot. Sebagai bahan makanan unggas dan juga babi, tepung bulu ini memang tidak terlalu menggairahkan. Sejauh mana penggunaannya memang tergantung pada kemampuan mengolah tepung bulu itu.

PENDAHULUAN
Dewasa ini telah banyak sekali kita temui jenis bahan pakan arternatif untuk ternak unggas maupun ternak ruminansia, contohnya seperti onggok, buah mengkudu, ampas tahu, limbah sawit, biji karet, dan masih banyak jenis lainnya. Namun untuk jenis pakan sumber protein masih sedikit dibanding jenis pakan sumber energi. Sebab bahan pakan sumber protein biasanya harganya relatif mahal.
Masalah utama dalam peningkatan produksi ternak unggas adalah penyediaan pakan sumber protein hewani (tepung ikan) yang harganya relatif mahal. Untuk memenuhi kebutuhan tepung ikan Indonesia masih mengimport dari luar negeri karena produk dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan yang ada sehingga harganya sangat mahal dibanding bahan pakan lain. Untuk menekan biaya pakan dan mengefisiensikan pakan diusahakan memanfaatkan limbah pertanian ataupun peternakan.
Untuk tumbuh secara optimal ternak memerlukan pakan tambahan yang mengandung nutrien dan bernilai ekonomis yang tinggi seperti bungkil kedelai, tepung ikan, jagung, produk samping gandum/ polar dan beberapa pakan tambahan seperti mineral dan vitamin. Sebagian besar bahan-bahan tersebut masih diimpor dengan harga yang cukup mahal. Oleh arena itu, perlu diupayakan alternatif penyediaan dan penggunaan bahan pakan lokal secara optimal. Salah satu produk samping yang tersedia dalam jumlah banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan baku pakan adalah bulu ayam/ unggas. Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedelai dan tepung ikan. Bulu-bulu itu dapat pula dimanfaatkan untuk makanan ternak (ruminansia, non ruminansia dan unggas).
Bulu ayam merupakan limbah peternakan yang dapat dijadikan sebagai bahan pakan alternatif pengganti sumber protein hewani dalam formulasi ransum ayam (unggas). Hal ini disebabkan karena bulu ayam memiliki kandungan protein cukup tinggi. Murtidjo (1995), protein kasar tepung bulu ayam mencapai 86,5% dan energi metabolis 3.047 kcal/kg. Demikian juga menurut Rasyaf (1993), bulu ayam mengandung protein kasar cukup tinggi, yakni 82 – 91 % , kadar protein jauh lebih tinggi dibanding tepung ikan.
Bila dlihat dari segi ketersediaannya, tepung bulu ayam sangat potensial dijadikan sebagai bahan pakan alternatif dalam ransum unggas. Ini didukung oleh jumlah pemotongan ayam yang terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan ketersediaan limbah bulu ayam terus meningkat. Demikian juga, bila ditinjau dari kandungan proteinnya maka bulu ayam cukup potensial dijadikan sebagai bahan pakan alternatif sumber protein hewani penganti tepung ikan karena mengandung protein cukup tinggi dan kaya akan asam amino esensial. Namun sebagai bahan pakan alternatif, tepung bulu ayam tidak hanya dilihat dari segi ketersediaannya saja tetapi kandungan nutrisinya apakah mendukung untuk digunakan dalam formulasi ransum unggas secara luas.
Sebagai bahan baku pakan ternak, bulu unggas jarang digunakan oleh pabrik pakan ternak unggas. Walaupun mengandung protein cukup tinggi dan kaya asam amino esensial, namun permasalahan sekarang tepung bulu ayam mempuyai faktor penghambat seperti kandungan keratin yang digolongkan kepada protein serat. Kandungan protein kasar yang tinggi dalam tepung bulu ayam tersebut tidak diikuti oleh nilai biologis yang tinggi. Hal ini menyebabkan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik pada tepung bulu ayam rendah. Nilai kecernaan yang rendah pada tepung bulu ayam disebabkan oleh kandungan keratin. Keratin merupakan protein yang kaya akan asam amino bersulfur, sistin. Keratin sulit dicerna karena ikatan disulfida yang dibentuk diantara asam amino sistin menyebabkan protein ini sulit dicerna oleh ternak unggas, baik oleh mikroorganisme rumen maupun enzim proteolitik dalam saluran pencernaan pasca rumen pada ternak ruminansia.
Keratin dapat dipecah melalui reaksi kimia dan enzim, sehingga pada akhirnya dapat dicerna oleh tripsin dan pepsin di dalam saluran pencernaan. Sehingga bila tepung bulu ayam digunakan sebagai bahan pakan sumber protein, sebaiknya perlu diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan kecernaannya. Nilai biologis tepung bulu ayam dapat ditingkatkan dengan berbagai pengolahan dan pemberian perlakuan yang benar. 
Berdasarkan hasil studi di dalam dan di luar negeri, nilai biologis bulu ayam  dapat ditingkatkan dengan pengolahan dan pemberian perlakuanyang benar. Sebagai contoh, bulu ayam yang diolah dengan proses NaOH 6 % dan dikombinasikan dengan pemanasan tekanan memberikan nilai kecernaan 64,6 %. Lama pemanasan juga dapat meningkatkan kecernaan pepsin bulu ayam hingga 62,9 %. Namun, pemanasan yang terlampau lama dapat merusak asam amino lisin, histidin dan sistin serta menyebabkan terjadinya reaksi kecoklatan (browning reaction). Kandungan nutrisi tepung bulu terolah tertera pada Tabel 1 (Rasyaf, 1990) di bawah ini.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Tepung Bulu Terolah/ Terhidrolisa
Nutrisi
Kandungan
Protein Kasar
Serat Kasar
Abu
calium
Phospor
Garam
85%
0,3 – 1,5%
3,0 – 3,5%
0,20 – 0,40%
0,20 – 0,65%
0,20%








METODE PENGOLAHAN TEPUNG BULU AYAM
Untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu ayam ada beberapa metode pengolahan, yaitu
1.    Penggolahan Melalui Perlakuan Fisik dengan Pengaturan Temperatur dan Tekanan
Tepung bulu direbus dalam wajan tertutup dengan tekanan 3,2 atmosfer selama 45 menit dan dikembalikan pada tekanan normal selama periode tersebut. Setelah itu dikeringkan pada temperatur 600C dan digiling hingga halus.

2.    Pengolahan Secara Kimiawi / Hidrolisis
Pengolahan secara kimiawi diolah dengan proses NaOH 6 % dan dikombinasikan dengan pemanasan tekanan memberikan nilai kecernaan 64,6 %. Lama pemanasan juga dapat meningkatkan kecernaan pepsin tepung bulu ayam hingga 62,9 %. Namun, pemanasan yang terlampau lama dapat merusak asam amino lisin, histidin dan sistin serta menyebabkan terjadinya reaksi kecoklatan (browning reaction).
3.    Teknik pengolahan kombinasi antara perlakuan fisik dan kimia merupakan teknik pengolahan yang saat ini bayak dipakai oleh industri TBA. Sejauh ini penggunaan tepung bulu tidak lebih dari 4 % dari total formulasi ransum unggas tanpa membuat produktivitas unggas merosot. Namun penggunaan dengan level yang lebih tinggi sangat diharapkan agar diperoleh ransum yang lebih ekonomis. Semakin baik pengolahannya, maka akan semakin baik pula hasilnya. Untuk itu penelitian-penelitian lebih lanjut sangat diharapkan seperti penggolahan secara enzimatis melalui fermentasi tepung bulu ayam menggunakan berbagai sumber enzim proteolitik.
PENGGUNAAN TEPUNG BULU AYAM PADA TERNAK UNGGAS
Di Indonesia, tepung bulu untuk bahan makanan unggas ini tersedia dalam bentuk produk pabrik yang terjamin dan merupakan tepung bulu siap pakai atau tepung bulu yang sudah diolah. Berbagai hasil penelitian di berbagai belahan dunia ini menunjukkan bahwa tepung bulu dapat digunakan pada level tidak lebih dari 4 % dari total formula ransum tanpa membuat produktivitas unggas merosot. Semakin baik pengolahannya, akan semakin baik pula hasilnya. Semakin banyak digunakan tepung ini justru akan menekan prestasi unggas, produksi telur berkurang dan pertambahan berat badan juga merosot (Rasyaf, 1992). Sebagai bahan makanan unggas dan juga babi, tepung bulu ini memang tidak terlalu menggairahkan. Sejauh mana penggunaannya memang tergantung pada kemampuan mengolah tepung bulu itu.
Hasil Penelitian Erpomen et al. (2005) Ransum perlakuan dengan susunan sebagai berikut : A = Ransum tanpa TBA (kontrol), B = Penggantian 25 % protein tepung ikan dengan TBA, C = Penggantian 50 % protein tepung ikan dengan TBA, D = Penggantian 75 % priotein tepung ikan dengan TBA, E = Penggantian 100 % protein tepung ikan dengan TBA. Peubah yang diamati selama penelitian : konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konvensi ransum. Dari hasil penelitian tahap I terlihat bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara dosis NaOH dengan lama pengukusan terhadap BK, PK, LK dan pengukusan fermentasi TBA memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,05) terhadap BK, PK, LK dan daya cerna protein (TBA). Dari hasil analisis tahap 2 menunjukkan bahwa bulu ayam yang telah diolah pada tahap I memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, PBB dan konversi ransum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Konsentrasi NaOH dan lama pemanasan yang terbaik adalah 0,2 % dengan lama pemanasan 90 menit yang memeberikan daya cerna protein tertinggi 45,02 % dan kandungan lemak kasar terendah 13,37 % serta protein kasar 53,79 %. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.Jadi dapat disimpulkan bahwa : Konsentrasi NaOH dan lama pemanasan yang terbaik adalah 0,2 % dengan lama pemanasan 90 menit yang memeberikan daya cerna protein tertinggi 45,02 % dan kandungan lemak kasar terendah 13,37 % serta protein kasar 53,79 %. Bulu ayam yang diolah dengan NaOH dapat dipakai sampai level 15 % (75 % pengganti tepung ikan) dalam ransum broiler. Hal ini dilihat dari konsumsi ransum, PBB, dan konversi ransum yang sama dengan ransum tanpa bulu ayam.
KESIMPULAN
1.    Tepung bulu ayam dapat dijadikan sebagai bahan pakan sumber protein.
2.    Pemanfaatan tepung bulu ayam mengatasi pencemaran lingkungan yang disebabkan produksi limbah bulu ayam yang terus meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Adiati, umi.dkk 2004.peluang Pemanfaatan Tepung Bulu Ayam Sebagai Bahan Pakan Ternak Ruminansia. Wartazoa vol. 14 no. 1
Anonimus, 2003. Bulu Unggas Untuk Pakan Ruminansia. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Volume 25 No. 6.

Murtidjo, B.A. 1995. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
NATIONAL RESEARCH COUNCIL. 1985. Nutrient Requirements of Sheep. National Academy Press. Washington D.C
Pond,W.G and J.H. Manner. 1974. Swine Production in Temperate and Tropical Environments. W.H. Freman and Company. San Fransisco.
Rasyaf, M, 1993. Bahan Makanan Unggas di Indonesia. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.



46 comments:

Ria Puspita Sari E1C009008 said...

saya setuju dengan artikel ini bahwa bulu ayam merupakan pakan sumber protein hewani yang bagus untuk ternak unggas dikarenakan tingginya protein. tetapi tingginya keratin menyebabkan rendahnya tingkat kecernaan. salah satu metode yang pernah saya baca adalah dengan metode hidrolisa bulu ayam. dari hasil penelitian tsb, hidrolisa bulu ayam yang diberikan kpada broiler dapat menurunkan presentase lemak karkas broiler. menurut bapak dari beberapa metode yang disebutkan pda artikel ini, metode manakah yang paling baik untuk dilakukan?

Rina Simanjuntak95@yahoo.com said...

Rina simanjuntak
saya setuju dengan artikel ini karna limbah dari ayam tersebut dapat digunakan kembali sebagai sumber protein yang berguna untuk ternak itu sendiri.. Klo begini caranya bagus juga klo bisa sih kotoran ayam tu sendirih dapat diolah untuk dijadikan pakan.. heheheh kira=kira bisa sih g pa???

agoeng golden wayz said...

Agung kurnia E1C009029

Super sekali ya artikel ini, selama ini pengalaman saya sudah mencabut bulu ayam langsung dibuang hehe ternyata bisa dimanfaatkan lagi bulu dari ayam tersebut dapat digunakan kembali sebagai sumber protein yang berguna untuk ternak, ntar dicoba dlu y mw gak ayam dikampung mkan bulu nya klu udah dipotong hehe

Ita said...

selain sebagai bahan pembuatan kemoceng, ternyata bermanfaat sebagai sumber protein bagi ternak unggas.tapi adakah bakteri penghambatnya?hehe...

Erina Nuraini said...

dari artikel ini, saya setuju sekali jika bulu ayam dapat dijadikan sebagai bahan pakan,selain itu juga dapat mengurangi limbah bulu ayam yang semula tidak terpakai kini dapat diolah menjadi bahan pakan.
namun apakah semua bulu dapat digunakan sebagai bahan pakan, atau ada syarat khusus untuk menentukan jenis bulu yang dapat diolah pak?

karina said...

1 lgi limbah yg dapat digunakan serta sangat bermanfaat dimana limbah ini mengandung protein yg cukup tinggi.
setuju sekali dengan pemanfaatan ini,jadi buat peternak atau para pengkonsumsi ayam potong,bulu2nya dapat didaur ulang lagi sebgai pakan unggas yg memiliki kandungan protein tinggi yg dibutuhkan unggas...

Blog Aa' said...

Bagaimana dengan nilai cerna pada unggas tersebut. Apakah modifikasi bulu ayam ini dapat dicerna dengan baik sehingga protein nya dapat terserap ke dalam tubuhnya

teguh yogaswara said...

ok saya setuju.. dengan apa yang disampaikan sodara rocki karena bulu unggas memiliki karoten yang tinggi sehingga dapan digunakan sebagai sumber protein,,

Blog zohdin Aras said...

ZOHDIN E1C009085

saya sangat mendukung sekali untuk memanfaatkan bulu ayam sebagai pakan ternak. karena dalam setiap tahun jmlah ayam yang di potong meningkat dan hal ini akan menghasilan bulu ayam yang melimpah.dan bulu ayam juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi..

WELCOME TO HENDRA'S HOME said...

saya jg setuju sekali dengAN artikel yg di buat saudara rocky, dengan pemanfaatan bulu ayam sebagai pakan unggas, bulu unggas berguna untuk sumber protein, jg dpat mengurangi limbah bulu unggas yang mencemari lingkungan kita..

sari murti ptr 09 said...

Sari Murti PTR 09
Saya setuju dengan artikel ini,limbah dari bulu ayam tidak menjadi sampah yang tidak berguna,melainkan dapat digunakan menjadi pakan ternak sebagai sumber protein.

Anonymous said...

eko saputra (e1c009043)

setuju sekali manfaat bulu ayam sebagai bahan pakan sumber protein ternak unggas yang tinggi nilainya

candra dwi saputra said...

pada dasarnya hampir semua limbah pertanian dan beberapa limbah peternakan dapat diolah kembali menjadi pakan tambahan ternak. naamun hal ini membutuhkan pengolahan, dan jika persentase pengolahan dan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sudah mencapai maksimal maka dapat meningkatkan pendapatan petani maupun peternak

Agus Sutrisno (E1C009030) said...

Artikel ini benar-benar menarik buat Saya, Manfaat bulu ayam sebagai pakan ternak menyumbangkan Pk 85 %,namun pada bulu ayam terdapat Faktor penghambat yaitu keratin.
Pengolahan dan pemanasan yang tepat misalnya dengan Proses NaOH 6% dan dikombinasikan dengan memberikan pemanasan tekanan memberikan nilai kecernaan 64,6% hingga 62,9%.Dengan pemanasan yang terlampau dapat merusak asam amino lisin, histidin dan sistin serta timbulnya reaksi kecoklatan.
Nah Yang Perlu kita ketahui teman-teman ....>
Bahwa pengolahan yang baik berdampak positif terhadap produktivitas ayam tanpa menurunkan BB dan dalam penggunaanya tidak lebih dari 4%.
Ingat semakin banyak digunakan tepung ayam ini maka dapat menekan prestasi unggas( Produksi telur menurun,PBB menurun,(Rasyaf,1992)
manfaat lain : limbah pemotongan hewan dapat teratasi tanpa mengurangi nilai ekonomis....bye>

Agus Sutrisno (E1C009030) said...

Artikel ini benar-benar menarik buat Saya, Manfaat bulu ayam sebagai pakan ternak menyumbangkan Pk 85 %,namun pada bulu ayam terdapat Faktor penghambat yaitu keratin.
Pengolahan dan pemanasan yang tepat misalnya dengan Proses NaOH 6% dan dikombinasikan dengan memberikan pemanasan tekanan memberikan nilai kecernaan 64,6% hingga 62,9%.Dengan pemanasan yang terlampau dapat merusak asam amino lisin, histidin dan sistin serta timbulnya reaksi kecoklatan.
Nah Yang Perlu kita ketahui teman-teman ....>
Bahwa pengolahan yang baik berdampak positif terhadap produktivitas ayam tanpa menurunkan BB dan dalam penggunaanya tidak lebih dari 4%.
Ingat semakin banyak digunakan tepung ayam ini maka dapat menekan prestasi unggas( Produksi telur menurun,PBB menurun,(Rasyaf,1992)
manfaat lain : limbah pemotongan hewan dapat teratasi tanpa mengurangi nilai ekonomis....bye>

putri anggraini said...

salah satu cara pemanfaatan limbah yang cukup baik. tapi, sepertinya untuk bisa dijadikan sebagai bahan pakan. bulu-bulu unggas tersebut harus tersedia dalam jumlah yang cukup banyak. tidak bisa diterapkan untuk ibu-ibu rumah tangga yang biasanya hanya menghasilkan limbah bulu dari seekor unggas.
tapi artikel ini, bisa dijadikan sebagai sebuah ide untuk menbuat suatu pabrik bahan pakan yang khusus memproduksi tepung bulu unggas, dengan bahan produksi diperoleh melalui pengumpulan limbah bulu unggas dari para penjual daging ternak unggas. sehingga limbah tersebut bisa termanfaatkan dan para pnjual juga dapat menambah pemasukkan.

muhammad yusuf said...

Muhammad Yusuf ( E1c010008 )
sebenarnya ini sangat baik ya, karena selain ramah lingkungan juga dapat menghemmat ongkos produksi. namun kendala dilapangan adalah teknik pengolahan bulu untuk diberikan kepada ternak masih belum dimengerti oleh masyarakat sehingga butuh pendekatan ektra terhadap masyarakat untuk mensosialisasikan artikel ini kepada masyarakat.

vera aprilianti / E1C010020 said...

bulu unggas ternyata dapat diolah menjadi bahan pakan sumber protein, peluang ini sangat baik, karena di kehidupan masyarakat bulu ayam hanya limbah yang tidak ada manfaatnya. seperti yang ada di RPH, limbah bulu ayam hanya dibakar saja. seandainya kegiatan pengolahan limbah ini secara komersil, maka setidaknya mengurangi adanya limbah bulu

vera aprilianti / E1C010020 said...

bulu unggas ternyata dapat diolah menjadi bahan pakan sumber protein, peluang ini sangat baik, karena di kehidupan masyarakat bulu ayam hanya limbah yang tidak ada manfaatnya. seperti yang ada di RPH, limbah bulu ayam hanya dibakar saja. seandainya kegiatan pengolahan limbah ini secara komersil, maka setidaknya mengurangi adanya limbah bulu

Redo Putra said...

Artikel in sangat menarik, dan sngat bgus untuk ternak unggas sumber protein,dalam artikel di atas juga di jelaskan bahwa selama ini kita hanya bisa memanfaatkan hasil pengolahan tepung buluyang siappakai,mungkin ke depannya kita berharap di dekat kita sudah ada saudara2 kita yang mampu memproduksi bahan pakan tersebut, sehingga peternak kecil2lan juga dapat memanfaatkan pakan tersebut untuk pakan ternak

wajuli haryadi said...

wajuli haryadi
wahhh,,,hebat sekali ya,,....
ternyata limbah bulu unggas bisa dimanfaatkan lagi sebagai pakan untuk unggas itu sendiri..jadi limbah bulu unggas tersebut tidak terbuang begitu saja dan dapat mengurangi polusi udara dilingkungan sekitar dan juga dapat meminimalkan biaya produksi..dengan demikian keuntungan bisa lebih optimal...

yusuf kurniawan said...

asmlaikum,cukup menarik isi dari artikel di atas. namun mengapa belum dapat diaplikasikan secara komersial. apakah hasil penelitian tentang pemberian tambahan tepung bulu tidak memberikan pervormens yang baik pak?

rizki syahfitra said...

saya sangat setuju dengan artikel ini karena bulu unggas selama ini banyak terbuang sia-sia, dengan adanya teknologi pembuatan tepung bulu unggas maka bulu unggas lebih bermanfaat, sayangnya ini tidak diterapkan di bengkulu,semoga saja ini bisa diterapkan dan bisa menjadi sumber pekerjaan baru bagi masyarakat bengkulu

andi febianto Tulisan said...

artikelnya bagus..sejauh ini...ada lagi teknologi yang terbaru untuk pengelolaan limbah bulu unggas (ayam)ini?

sutris said...

memang belum banyak yang mengetahui bahwa bulu ayam mengandung kandungan protein yang sangat tinggi sehingga bulu ayam dibuan saja,setelah membaca artikel ini bulu sebenarnya bisa dijadikan sebagi sumber pakan yang mengandung protein sangat tinggi,bulu ayam dapat diolah menjadi pakan dengan cara dikeringkan lalu dihancurkan sehingga menjadi pakan konsentrat dengan nilai ekonomis yang rendah

Dewi C said...

wah ternyata bulu ternak yang kaya protein dapat di buat menjadi pakan ternak,semoga penumuan pakan ini dapat meperutungkan banyak pertenak,dan menarik seorang untuk menjadi petrernak,karena tidak terlalu pusing dengan modal yang relatif mahal..

bella azhari tarigan E1C011057 said...

menrut saya sangat bgus pak dan untuk agar dpa peternak agar mudah memperoleh cukup kandungan protein yang sangat tinggi sehingga bulu ayam dibuan saja,setelah membaca artikel ini bulu sebenarnya bisa dijadikan sebagi sumber pakan yang mengandung protein sangat tinggi,bulu ayam dapat diolah menjadi pakan dengan cara dikeringkan lalu dihancurkan sehingga menjadi pakan konsentrat dengan nilai ekonomis yang rendah

Dewi Puspitasari said...

Dewi Puspitasari Said
Dewi Puspitasari (E1C011090) setelah membaca artikel ini, artikel ini sangat menarik karena ternyata bulu ayam bisa diolah menjadi tepung dan mengandung nilai protein yang cukup tinggi untuk ternak, dengan pemberian tidak berlebih dan ada batasan tertentu. dan untuk penerapan nya sendiri banyak dari kita bahkan untuk masyarakat sendiri banyak yang belum tahu atau belum bisa mengolahnya,

desi ratna said...

bulu sebagai pakan ternak sumber protein,tetapi setahu saya bulu yang terdapat di dalam bulu unggas merupakan salah satu bulu yang berbentuk keratin yang tidak dapat dibuah menjadi protein yang berguna bagi yubuh ternak............

vebby valentine said...

vebby valentine E1C011095
menurut sya tentang artikel ini sangat lah menarik karena saya baru mengetahui bahwa bulu ayam ternyata banyak manfaatnya terutama sebagai protein ternak hewani karena prote8innya sangat tinggi

Radiyostri said...

Radiyostri (E1C011071)
.
Terus terang saya baru mengetahuinya, kalau ternyata bulu unggas dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Dengan itu, Metode Pengolahan Tepung Bulu Ayam dapat saya simpulkan :
1. Penggolahan Melalui Perlakuan Fisik dengan Pengaturan Temperatur dan Tekanan
2. Pengolahan Secara Kimiawi / Hidrolisis
3. Teknik pengolahan kombinasi antara perlakuan fisik dan kimia
.
Terima kasih..

riko herdiansah ( E1C011065 ) said...

wow ternyata bulu ayam juga banyak gunanya, selain digunakan untuk hiasan, kemocong tapi jga yang lebih bermanfaat yaitu diolah menjadi bahan pakan unuk broiler.....
terimakasih artikelnya .....

darmawan (EC011027) said...

ternyata bulu ayam banyak manfaatnya bukan hanya untuk di jadikan kerjinan tangan malah bisa di buat bahan pakan ternak ayam broiler, terimakasih

Sandi Eka said...

SANDI EKA PUTERA (E1C011005)

Ternyata bulu ayam sangat bermanfaat sebagai bahan pakan ternak, tetapi apa sih pak kelemahan dari bulu ayam ini sebagai pakan ternak ??
apakah hal ini merupakan kanibalisme ?
terimakasih :)

Anonymous said...

LISNAWATI ANGGRAINI
(E1C010039)
Pak, apakah buluh puyuh juga bisa dimanfaatkan sebai bahan pakan untuk tepung bulu??
tks

Anonymous said...

MILA ENJELIKA S (E1C010059)
Dari ayam untuk ayam,,,,
ternyata banyak hal-hal yang tak terduga yang bisa dijadikan sebagai pakan ternak,,
lagi-lagi pemanfaatan hasil limbah,,,

Anonymous said...

Hendri Afrizal (E1C008012)
sebenarnya ini sangat baik ya, karena selain ramah lingkungan juga dapat menghemmat ongkos produksi. namun kendala dilapangan adalah teknik pengolahan bulu untuk diberikan kepada ternak masih belum dimengerti oleh masyarakat sehingga butuh pendekatan ektra terhadap masyarakat untuk mensosialisasikan artikel ini kepada masyarakat.

Aan afrizal(E1C010006) said...

wah,ternyata bulu ayam juga bisa digunakan pakan ternak,tetapi metode-metode yang ada didalam artikel sangat sulit saya pahami,,harus ada realisasi lagi pak..

Anonymous said...

fitri evianyta.simarmata (E1C010021)
saya setuju dengan adanya artikel ini yang memanfaatkan bulu ayam sebagai bahan pakan,bulu ayam merupakan pakan sumber protein hewani yang bagus untuk ternak unggas karena tinggi proteinnya dan dapat mengasilkan produksi yang baik.

pak..,apakah pengolahan yang baik berdampak positif terhadap produktivitas ayam tanpa menurunkan BB ternak itu sendiri??

Anonymous said...

denik pusnawati E1C010026
saya suka dengan artikel ini,karena bulu ayam bisa di jadikan sumber protein bagi ayam.
namun saya bingung bagaimana caranya mengolalah bulu ayam menjadi pakan ternak.

vera aprilianti / E1C010020 said...

artike ini sangat menarik pak, karena selama ini bulu hanya dijadikan limbah oleh masyarakat, tapi jika memang ini sangat baik dilakukan, apa salahnya pak, jika masyarakat diberi motivasi dan sosialisasi tentang pemanfaatan bulu unggas ini

Bayu Adinugraha (E1C010028) said...

Bayu Adinugraha (E1C010028)
proses pengolahan bulu unggas sebagai pakan unggas ini sebenarnya dapat menjadi solusi jitu untuk mengatasi limbah bulu dari rumah potong hewan (RPH), tapi lagi-lagi kendala untuk para peternak kecil masih belum mndapat solusi yang sederhana karena saya rasa pengolahannya masih perlu penanganan yang mendalam dan rumit.

perkasa lelaki said...

mantap lanjutkan mengolah limbah ternak u kelestarian lingkunan.

Anonymous said...

SILISTI (E1C010019)
Pakan merupakan faktor utama yang dibutuhkan oleh ternak terutama ternak unggas, yaitu ayam. akan tetapi kualitas pakan itu sendiri yang sangat diperlukan. dengan adanya pengolahan limbah bulu ayam ini menjadi hal penting untuk diterapkan pada masyarakat bahwa limbah asal ternak dapat dimanfaatkan. salah satunya limbah bulu ayam yang dapat dijadikan tepung bulu yang mempunyai protein tinggi.

Anonymous said...

Mery Handayani S (E1C010003)
Artikel ini sangat menarik sekali bahwa limbah ternak unggas seperti bulu dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak unggas karena memiliki nilai kandungan protein yang cukup tinggi.

maharani said...

MAHARANI E1C011010
Waah,, sangat menarik artikel ini.. selama ini bulu unggas hanya menjadi limbah yg tidak dapat dimanfaatkan karena protein nya yg tinggi.. sebaiknya hal ini disebarluaskan... agar para peternak dapat memanfaatkannya..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...