Monday, September 24, 2012

Beberapa Senyawa Polutan di Kandang Unggas


Oleh: Urip Santoso


            Beberapa senyawa dapat merupakan racun baik bagi manusia maupun hewan. Beberapa diantaranya adalah yang akan diuraikan sebagai berikut.

a. Karbon dioksida

            CO2 adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna dan satu setengah kali lebih berat dibanding kan udara. Seringkali keberadaan CO2 diabaikan sebagai parameter pengukuran. Penelitian menunjukkan bahwa ventilasi yang biasa digunakan untuk mengendalikan suhu dan kelembab an sudah cukup untuk mengendalikan CO2. Gas ini menyebabkan gangguan sesak napas se hingga perlu diperhitungkan pada konsentrasi yang tinggi. Tingkat konsentrasi maksimum yang masih direkomendasikan untuk kandang ayam adalah 2500 ppm. CO2 merupakan limbah dari proses metabolisme tubuh bersamaan dengan dihasilkannya panas dan kelembaban. Gas ini merupakan hasil pembakaran sempurna dari bahan hidrokarbon. Karena CO2 mempunyai berat jenis lebih besar daripada udara, maka CO2 biasanya terdapat pada bagian lapisan bawah dari udara. Pelepasan CO2 dari litter merupakan hasil dari aktivitas mikroorganisme dalam litter. Produksi oleh unggas dan emisi dari litter akan meningkatkan konsentrasi CO2 dalam udara (living area). Ada pendapat bahwa maksimum konsentrasi CO2 adalah berkisar dari 0,3 sampai 2% ( 1 vol-% = 10000 vpm = 19,7 g/m3). Pengetahuan tentang emisi CO2 dari litter memberikan pengetahuan emisi yang lebih baik dari total produksi CO2 oleh unggas dan litter dalam kandang. Informasi ini dapat digunakan untuk menghitung ventilasi dalam kandang berventilasi alami. Emisi CO2 dari litter dalam kandang unggas berkisar antara 7 sampai 56% bergantung kepada produksi oleh unggas. Konsentrasi CO2 dalam living area adalah sampai dengan 2 kali lebih tinggi daripada konsentrasi dalam outlet air.
            Dalam kadar normal CO2 biasanya dilepaskan via paru-paru melalui pernafasan. Jika kadar CO2 tinggi di dalam alveoli, maka pelepasan CO2 tercegat. Jika CO2 tertahan maka akan mengakibatkan acidosis (keasaman dalam darah). Bila acidosis parah, maka pH jaringan akan turun. Bila berkelanjutan jaringan tersebut akan mati, karena disfungsi dari jaringan-jaringan terutama pusat syaraf. Untuk menghindarinya sediakan udara segar.


Tabel 1. Emisi CO2 dari litter (ml/min.). Suhu kritis 20oC

Kepadatan=350 kg/m3
Porositas=65%
Kedalaman (cm)
Hari
5
10
15
20
25
1
2
3
4
7,5
5,2
6,2
3,9
15,0
10,7
11,1
5,9
36,8
10,7
11,2
9,0
37,3
13,8
16,7
10,2
35,2
18,7
23,6
12,5







Sumber: Beek dan Beeking (1992)

Tabel 2. Emisi dari litter dan produksi  CO2 oleh broiler

Hari (umur broiler

6
21
35
Emisi litter,  ml/(kg.min)
Produksi broiler, ml/(kg.min)
Masa litter (metrik ton)
Jumlah broiler
Rasio emisi/produksi, %
1,5
50,7
8,3
22000
7
3,4
43,1
13,4
22000
8
5,7
43,7
25,0
14000
16
Sumber: Beek dan Beeking (1992)

Tabel 3. Pengaruh CO2


5%

9-10%

15%
25%
35%
40-50%
Organisme masih dapat mentolerirnya, tapi sudah mulai tampak naiknya pernafasan.
Mulai terjadi stress dan akhirnya kecepatan pernafasan mencapai maksimal.
Kecepatan pernafasan mulai turun, tapi masih di atas normal.
Respirasi mulai turun ke normal, tetapi organisme mulai memasuki koma.
Terjadi kematian.

Karbon Dioksida (CO2) >0,35 % (3500 ppm) menimbulkan nodul-nodul kartilaginus pada paru-paru yang berkaitan dengan ascites. Fatal pada konsentrasi tinggi. Rekomendasi batas atas 2500 ppm

b. Gas CO
Gas CO berasal dari hasil pembakaran dari bahan bakar HC yang tidak sempurna karena kekurangan oksigen. CO berbahaya bagi ternak, sebab CO udara yang masuk saluran pernafasan akan berikatan dengan Hb membentuk COHb yang merupakan ikatan yang sangat kuat dan sulit dilepas.
Pada level rendah memang masih dapat ditolerir, tapi pada level 6-8% COHb dalam darah sudah dapat menimbulkan stress ternak. Pada level 12% dapat menimbulkan kesulitan dalam koordinasi gerak. Level 20-40%, ternak menjadi malas bergerak dan acuh terhadap lingkungan. Pada level 60-70% COHb dalam darah dapat mengakibatkan kematian. Gejala keracunan CO  adalah : hewan terlihat malas dan
mengantuk, tidak peka rangsangan sekelilingnya, tidak dapat mengkoordinasi gerak, kesukaran bernafas, koma dan kemudian mati.

c. Amonia
NH3 adalah gas yang tidak berwarna, beratnya lebih ringan dibandingkan udara, larut dalam air dan berbau tajam / menyengat. Konsentrasi NH3 dalam kandang ayam cukup bervariasi antara l5 - 90 ppm. Gas ini merupakan produk limbah dari proses biologis dekomposisi feses, sehingga masalah kebanyakan timbul pada saat kotoran terakumulasi di dalam litter. Pemantauan atas gas ini dapat dilakukan bersamaan dengan perlakuan terhadap CO2. Kedua jenis gas ini dapat menjadi indikator yang baik atas kualitas udara dan keefisiensn dari sistem ventilasi kandang yang dipergunakan.
Amonia (NH3) Dapat dideteksi dengan penciuman pada konsentrasi di atas 20 ppm. > 10 ppm menyebabkan kerusakan permukaan paru-paru. >20 ppm meningkatkan kepekaan terhadap penyakit pernapasan. > 50 ppm menurunkan laju pertumbuhan. Rekomendasi batas atas : 10 ppm

Tabel 3. Pengaruh gas amonia pada hewan
Kadar Amonia (ppm)
Gejala/Pengaruh yang ditimbulkan pada ternak
5
Kadar paling rendah yang tercium baunya
6
Mulai timbul iritasi pada mukosa mata dan saluran napas
11
Penurunan produktivitas ayam
25
Kadar maksimum yang dapat ditolerir selama 8 jam
35
Kadar maksimum yang dapat ditolefir selama 10 menit
40
Mulai menyebabkan hilangnya nafsu makan
50
Penurunan drastis produktivitas ayam dan juga terjadi pembengkakan bursa fabricious
>120
Pingsan dan mati
Sumber: Setiawan (1996)

d. H2S

Tabel 4. Pengaruh pemaparan gas hidrogen sulfida (H2S) pada ternak
Kadar H2S (ppm/jam)
Gejala/Pengaruh yang ditimbulkan pada ternak
10
Iritasi mata
20
Iritasi mata, hidung dan tenggorokan
50-100
Mual, muntah, Diare
200
Pusing, depresi, rentan Pneumonia
500 per menit
Mual, muntah & Pingsan
600per menit
Mati
Sumber: Pauzenga (1991)

e. Debu

Debu Menyebabkan kerusakan permukaan paru-paru. Meningkatkan kepekaaan terhadap serangan penyakit. Gunakan ventilasi untuk mengurangi debu.

f. Kelembaban
 Pengaruhnya bervariasi menurut suhu. Pada 29 oC Rh 70 % menghambat pertumbuhan karena ayam tidak mampu mendinginkan dirinya sendiri. Kualitas litter memburuk pada kelembaban tinggi menyebabkan poenurunan kualitas produk pada saat prosesing. Rekomendasi dalam kisaran 65 - 75 %.

65 comments:

vera.aprilianti@yahoo.c0.id said...

bagaimana cara kita untuk mengantisipasi keberadaan gas gas beracun itu pak ?
pada kehidupan sehari-hari kita selalu dapat menemui gas-gas tersebut, berarti setiap hari pula paru-paru kita mengalami kontamisani terhadap gas beracun itu

vera.aprilianti@yahoo.c0.id said...

bagaimana cara kita untuk mengantisipasi keberadaan gas gas beracun itu pak ?
pada kehidupan sehari-hari kita selalu dapat menemui gas-gas tersebut, berarti setiap hari pula paru-paru kita mengalami kontamisani terhadap gas beracun itu

muhammad yusuf said...

Muhammad Yusuf ( E1C010008 )
setelah membaca artikel bapak ini saya menarik kesimpulan bahwa Gas-GAs berbahaya yang ada di sekitar kandang itu, keberadaanya harus menjadi perhatian bagi saya dalam memelihara ternak. ada satu pertanyaan yang ingin saya sampaikan berkaitan dengan artikel di atas, selain dengan membuat ventilasi yang cukup di kandang apakah ada cara lain yang lebih efeektiif dalam mengurangi polutan berbahaya tadi? terimakasih banyak atas jawabannya.

LIVESTOCK said...

Ventilasi kandang mutlak harus ada. Selain itu, bisa kombinasi dengan menanam pohon di sekitar kandang. Cara lain adalah dengan menyedot udara yang kotor dan memasukkan udara yang bersih. Cara ini misalnya pada kandang tak berventilasi.

LIVESTOCK said...

Kandangnya harus berventilasi baik, tanam pohon di sekitar kandang, kandang harus selalu bersih, kelembaban dijaga, dan pakai masker, Vera.

juli masdeka sari (E1C010046) said...

juli masdeka sari (E1C010046)
informasi yang bapak berikan sangat bermanfaat terutama bagi mahasiswa yang belum mengetahui tentang bahaya gas beracun CO2. apalagi didalam kandang keberadaan gas tersebut sangat rentan,karena ternak yang bernafas selalu mengeluarkan gas tersebut sehingga harus diimbangi dengan adanya pepohonan untuk menetralisir gas tersebut. lalu bagaimana hubungan keberadaan gas tersebut dengan kotoran didalam kandang seperti feses, pak.. apakah gas tersebut akan semakin meningkat??

LIVESTOCK said...

Kotoran juga menghasilkan gas-gas seperti CO2, H2S, NH3 dll Masdeka

Anonymous said...

I do trust all the ideas you have introduced in your post. They are really convincing and can definitely work. Nonetheless, the posts are too short for newbies. Could you please lengthen them a bit from next time? Thank you for the post.

Redo Putra said...

Saya Setuju Dengan artikel ini,, bearti secara tidak langsung ternak unggas juga terjangkit penyakit akibat dari efek dari berbagai faktor di ats..

SIKI ANDRI PUTRA said...

Assalamu'alaikum. SIKI ANDRI PUTRA (E1C010033). Setelah saya membaca artikel ini,saya mengetahui bahwa Gas-gas berbahaya yang ada dilingkungan kandang itu sangat banyak. itu merupakan aspek yang penting bagi saya untuk mempertimbangkan dalam pembuatan kandang ternak nantinya. dan yang ingin saya tanyakan kepada bapak, apa sajakah yang mempengaruhi penyebaran gas-gas berbahaya tersebut serta hal apa sajakah yang bisa dilakukan peternak untuk mengurangi dampak dari gas tersebut...? Thank's

Anonymous said...

Many thanks for writing valuable post regarding the subject. I am a fan of your site. Maintain the great work.

Henny Suciyanti said...

Henny Suciyanti (E1C011004) Berdasarkan penjelasan dari artikel diatas, maka saya menyimpulkan bahwa Perlunya pengurangan dari gas-gas tersebut, karena jika gas tersebut dibiarkan saja atau tidak diperhatikan dengan khusus dapat berdampak buruk pada ternak, seperti misalnya yang telah dijelaskan dalam artikel tersebut bahwasanya jika kadar CO2 sudah mencapai 25% dapat mengakibatkan kematian, begitu juga dengan gas-gas yang lain seperti Amonia (NH3), H2S dll. Gas-gas ini masih terdapat dari litter saja belum dari yang lainnya.
Saran saya jika kita ingin mulai beternak sebaiknya memertimbangkan masalah polutan yang ada dikandang ternak, karena sering para peternak khusus nya peternak pemula yang ingin mulai beternak mengabaikan masalah polutan ini.

Henny Suciyanti said...
This comment has been removed by the author.
Essy Agnesta Asdami said...

Ass..
Essy Agnesta Asdami (E1C011017)...
setelah membaca artikel ini saya baru mengetahui bahwa banyak sekali gas yang berbahaya disekitar kandang. menurut saya bagi peternak yang ingin memulai beternak harus memikirkan bagaimana mengurangi gas berbahaya tersebut agar udara disekitar kandang tidak tercemar oleh gas-gas berbahaya tersebut..

Anonymous said...

Gofindo Turnip(E1C011083)
setelah saya baca, artikel mengandung banyak arti dan manfaat bagi kami, terutama saya untuk beternak nantinya.
namun ada pertanyaan yang ingin tanyakan Pak, jadi apa langkah yang paling tepat dan efektif untuk mengatasi Polutan didalam kandang tersebut?
seperti yang kita ketahui, untuk CO2 mungkin bisa dengan ventilasi dan penanaman pohon di sekitar kandang,.
jadi untuk mengatasi amonia bagaimana Pak?
kan amonia tersebut umunya ada karena daya serab litter yang tidak maksimal?
terima kasih atas jawabannya ya Pak

gofindo turnip said...

Gofindo Turnip(E1C011083)
setelah saya baca, artikel mengandung banyak arti dan manfaat bagi kami, terutama saya untuk beternak nantinya.
namun ada pertanyaan yang ingin tanyakan Pak, jadi apa langkah yang paling tepat dan efektif untuk mengatasi Polutan didalam kandang tersebut?
seperti yang kita ketahui, untuk CO2 mungkin bisa dengan ventilasi dan penanaman pohon di sekitar kandang,.
jadi untuk mengatasi amonia bagaimana Pak?
kan amonia tersebut umunya ada karena daya serab litter yang tidak maksimal?
terima kasih atas jawabannya ya Pak

gofindo turnip said...

Gofindo Turnip(E1C011083)
setelah saya baca, artikel mengandung banyak arti dan manfaat bagi kami, terutama saya untuk beternak nantinya.
namun ada pertanyaan yang ingin tanyakan Pak, jadi apa langkah yang paling tepat dan efektif untuk mengatasi Polutan didalam kandang tersebut?
seperti yang kita ketahui, untuk CO2 mungkin bisa dengan ventilasi dan penanaman pohon di sekitar kandang,.
jadi untuk mengatasi amonia bagaimana Pak?
kan amonia tersebut umunya ada karena daya serab litter yang tidak maksimal?
terima kasih atas jawabannya ya Pak

gofindo turnip said...

Gofindo Turnip(E1C011083)
setelah saya baca, artikel mengandung banyak arti dan manfaat bagi kami, terutama saya untuk beternak nantinya.
namun ada pertanyaan yang ingin tanyakan Pak, jadi apa langkah yang paling tepat dan efektif untuk mengatasi Polutan didalam kandang tersebut?
seperti yang kita ketahui, untuk CO2 mungkin bisa dengan ventilasi dan penanaman pohon di sekitar kandang,.
jadi untuk mengatasi amonia bagaimana Pak?
kan amonia tersebut umumnya ada karena daya serab litter yang tidak maksimal?
terima kasih atas jawabannya ya Pak

Eko HAndiko Saragih(E1C011082) said...

Eko Handiko Saragih(E1C011082)
setelah membaca artikel ini saya menyimpulkan bahwa,,,menejemen dalam pmeliharaan ayam broiler itu harus benar2 bagus..Penyebab gas gas yang berbahaya dalam kndg harus cepat2 di cegah mengingat ayam broiler lebih rentan dengan penyakit ngorok ,dan juga penularannya sangat cepat.

rahmat mardiansyah said...

bahwa ternyata gas-gas polutan banyak sekali yang terdapat pada kandang ternak dari pencelasan artikel di atas, untuk itu bagi peternak harus sangat diperhatikan agar senyawa-senyawa polutan tersebut tidak mengurangi produktivitas ternak kita untuk itu kita perlu selalu menjaga kebersihan kandang agar tidak terjadi penumpukan gas-gas polutan tersebut di dalam ternak.

muhammad nur syahid said...

muhammad nur syahid (E1C011088)
setelah membaca artikel di atas saya dapat mengetahui bahayanya CO2 yang ada di sekitar kandang tersebut dan cara menangulanginya akan tetapi bahaya tersebut mungkin akan lebih susah di tangulangi apabila jumlahnya semaki banyak.
pak saya mau tanya apa ada cara yang lain agar polutan tersebut lebih mudah di tangulangi selain menamnam pohon dan membuat ventilasi pada kandang tersebut,,?
terimakasih atas jawabanya pak.

M Andriansyah said...

M.andriansayah
setelah saya baca dan sedikit memahami tentang artikel ini, dapat saya tarik kesimpulan bahwa bnyak sekali gas C02 yang terdapat dikandang unggas, disini kita dapat membenahi tentang perkandangannya, mewujudkan sebuah kandang yang sehat, disini kita dapat membenahi tentang pembuatan sirkulasi udara yang harus baik, dan tepatnya pada ventilasi serta pembuatan penyekat dinding. artikel ini juga sangat bermanfaat bagi peternak untuk dapat memakai masker pada saat bekerja di kandang, serta lebih menjaga kebersihan kandang

Anonymous said...

setelah saya membaca saya membuat saya sanagt termotivasi dalam mempealajari bagaimana cara kita untuk mengantisipasi keberadaan gas-gas beracun tolong kasih solusi nya pak saya ucapkan terimakasih

agung septiyan putra said...

Agung Septiyan Putra (E1C011024)
Saya telah membaca artikel bapak dan artikel ini angatlah baik serta bermanfat. disini saya dapat menarik kesimpulan bahwa saya baru menyadari bahwa gas-gas tersebut bakan hanya dapat mengganggu pernafasan tetapi juga dapat menyebabkan banyak hal-hal yang merugikan, yang berdampak negatif bagi ternak maupun peternak bahkan sampai hal yang sangat fatal. dari artikel yang bapak buat ini, saya ada satu pertanyaan yaitu apakah dengan membuat fentilasi pada bagunan kandang itu sudah cukup untuk mengatasi gas-gas berbahanya tersebut atau masih ad hal-hal lain yang lebih baik untuk menangani masalah gas ini? Terima kasih banyak.

eka saputri said...

eka saputri E1C011063
setelah membaca artikel ini saya baru sadar bahwa di sekeliling kita terutama di kandang memiliki polutan yang berbahaya. sehingga kita sebagai peternak yang baik untuk dapat menanam pohon di sekitar kandang agar pertukaran antara CO2 dan O2 dapat terjadi dengan sempurna

bella azhari tarigan E1C011057 said...

Setelah membaca artikel bapak saya baru tau gas co2 sangat tdik bagus buat ternak uggas dan membahayakan pada ternak sebut saya baru tau kalok co2 sangat bahaya bagi ternak lebih bagus kita buat petilasi agar co2 keluar dan ternak kita sehat pak

santra jovi s said...

artikelnya sangat menarik
setelah saya membaca artikelnya saya dapat mengetahui...akibat darilimbah peternakan yaitu C02

santra jovi s(E1C011014) said...

artikelnya sangat menarikkkk
setelah saya membacaartikelnya saya dapat mengetahui dampak dari peternakan

pinda rahayu said...

Setelah baca artikel ini.rupanya senyawa polutan di kandang unggas itu sangat berhaya bagi ternak dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi peternak.jadi,peternak harus lebih memperhatikan kebersihan pada kandang unggas untuk mengantipasii keberadaan gas-gas bercun.terimakasih

bangun dwi cahyono said...

ternyata limbahnya tidak dari kotoran tetapi ketika ternak makan juga mengandung gas metan yang mengandung gas beracun,,, tapi pak apakah berpengaruh terhadap penipisan lapissan ozon di bumi...?

bangun dwi cahyono said...

bangun dwi cahyono (E1C011009)
setelah saya membaca artikel ini saya dapat menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari untuk berhati-hati dan mencegah penyebaran gas beracun yang tidak hanya dihasilkan oleh ternak,, karena suber penyakit yang terbawa oleh angin itu dilingkungan kandang itu terkontaminasi oleh feses....

m.ilham sholihin said...

M ILHAM SHOLIHIN ( E1C011035 )
Polutan memang berbahaya bagi makhluk hidup dan mengancam .
setelah membaca artkel ini saya dapat mengambil manfaatnya betapa bahanya zat-zat polutan tersebut terutama bagi unggas dan manusia serta menyarankan kepada peternak agar selalu menjaga kesehatan akibat serangan polutan-polutan tersebut .
Terima Kasih

Widio Eko Wardoyo said...

assalam pak .
Widio Eko Wardoyo :E1C011006

kali ini FOKUS untuk beberapa polutan di kandang unggas , artikelini sangat bagus untuk keberlanjutan mahasiswa peternakan khususnya emester awal yg masih minim pengetahuan tentang pulotan berbahaya bahkan untuk warga2 yang belum mengetahui dalam beternak. artikelini dapat juga di terapkan pada penelitian agar tidak gagal nantinya . terima kasih pak atas informasinya

DESRI DINA(E1C011067) said...

setelah mwmbaca artikel ini saya dapat mengetahui bahwa beternak sapi tidak hanya menguntungkan tapi juga ada dampak negatifnya,yaitu adany gas beracun, dari itu hendaknya dalam berternak kita tidak boleh membuat kandang berdekatan antara kandang unggas dan sapi, dan di sekitar kandang banyak di tanami pohon-pohon agar udara tetap segar.

santra jovi s(E1C011014) said...

dari artikel ini kita dapat mengetahui dampak dari gas gas beracun
dan kita juga dapat mengantisipasi dampak tersebut
artikelnya sangat menarik

Erik angga saputra said...

wah,,,,, itu merupakan aspek yang penting bagi saya untuk mempertimbangkan dalam pembuatan kandang ternak nantinya.
terima kasih pak ..

Siswanto endang said...

tanpa kami sadari ternyata banyak zat yang berbahaya yang dihasilkan dari ternak terutama di dalam kandang tersebut, mungkin salah satu cara mengurangi polutan tersebut seperti yang bapak jelaskan ialah dengan menanam pohon yang bertujuan mengurangi zat berbahaya dan akan menghasilkan udara bersih.

Dian Septiyani said...

dian septiyani (E1C011079)
setelah membaca artikel ini saya baru tau bahawa kita harus memperhatikan desain kandang, agar pertukaran gas dalam kandang dapat terjadi dengan baik.

Erik angga saputra said...

menarik menarik !!
terus bagaimana cara penanggulanannya pak ?

terimakasih

nazarudin said...

Nama Nazarudin
NPM E1C011039
Sungguh sangat menarik artikel ini,setelah saya membaca isi artikel ini bamyak manfaat dan pengetahuan baru yang saya dapati bahwasanya gas-gas beracun sangat berbahaya pada di sekitar perkandangan, keberadaan perkandangan harus harusnya di sesuaikan dengan tempat dan alokasi.
trims

jessi desmiarti E1C011023 said...

senyawa polutan dikandang

senyawa apa saja ya pak

Omamet almas(E1c011058) said...

artikel yang bagus trus bagai mana cara menanggulanginya pak dan bagai mana cara memanfaatkan gas" tersebut ....

Radiyostri said...

Radiyostri (E1C011071)
.
Keberadaan Gas Polutan di sekitar kandang memang tidak dapat di pungkiri lagi, oleh karena itu harus di lakukan upaya penanggulangan dan pencegahannya untuk meminimalisir nya guna proses produksinya dengan baik.

lestari juliani ( e1c011012) said...

setelah membaca artikel ini saya bisa mengetahui bahwa banyak gas yang beracun yang terdapat di sekitar kandang,
pertanyaan saya apakah ada cara yang ampuh untuk mengurangi gas-gas yang berbahaya tersebut ??

Nurul Janah (E1C011059) said...

Kadar CO2 yang berada dalam alveoli bisa mencegah terjadinya pelepasan CO2 dan mengakibatkan acidosis (keasaman dalam darah).Jika acidosis semakin parah menyebabkan ph jaringan turun,dan bila terjadi terus menerus menyebabkan kematian pada jaringan terutama pada pusat syaraf.Yang ingin saya tanyakan apa bila ternak tersebut telah mengalami acidosis bagaimana cara menanganinya?apakah ada penanganan khusus untuk ternak tersebut?

Sandi Eka said...

SANDI EKA PUTERA (E1C011005)
ternyata banyak zat yang berbahaya yang dihasilkan dari ternak terutama di dalam kandang, itu tandanya kita mesti sangat menjaga kebersihan kandang agar dapat mengurangi senyawa polutan di dalam kandang unggas, terkimakasih :)

Anonymous said...

Lukman sugianto
E1C011003
setelah saya baca artikel ini,,,
ternyata banyak sekali gas-gas berbahaya dari berberapa senyawa di kandang unggas....
jadi kita sebagai mahasisawa perternakan kita harus tahu keadaan dan kondisi kandang pada ternak kita...

brilian putra pamungkas said...

(E1C011087)
Setelah saya membaca artikel ini,saya mengetahui bahwa Gas-gas berbahaya yang ada dilingkungan kandang itu sangat banyak. itu merupakan aspek yang penting bagi saya untuk mempertimbangkan dalam pembuatan kandang ternak nantinya. dan yang ingin saya tanyakan kepada bapak, apa sajakah yang mempengaruhi penyebaran gas-gas berbahaya tersebut serta hal apa sajakah yang bisa dilakukan peternak untuk mengurangi dampak dari gas tersebut. terimakasih pak

darmawan said...

Darmawan
(E1C011027)
setelah saya membaca, artikel ini mengandung banyak arti dan manfaat bagi kami, terutama saya untuk beternak.
namun ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan Pak, jadi apa langkah yang paling tepat dan efektif untuk mengatasi Polutan didalam kandang tersebut?

RIKO HERDIANSAH ( e1c011065) said...

setelah membaca artikel ini saya dapat menyimpulkan bahwa dalam memelihara ternak itu harus diperhatikan lingkungan dan kerbersihan kandang, agar ternak kita terhindar dari berbagai macam gas beracun.....
terima kasih....

liza tri astini said...

LIZA TRI ASTINI
E1C011052

beberapa gas beracun yang berbahaya
CO2 adalah gas yang tidak berbau, tidak berwarna dan satu setengah kali lebih berat dibanding kan udara. Gas ini menyebabkan gangguan sesak napas se hingga perlu diperhitungkan pada konsentrasi yang tinggi. Pelepasan CO2 dari litter merupakan hasil dari aktivitas mikroorganisme dalam litter. Produksi oleh unggas dan emisi dari litter akan meningkatkan konsentrasi CO2 dalam udara (living area).
Gas CO berasal dari hasil pembakaran dari bahan bakar HC yang tidak sempurna karena kekurangan oksigen. CO berbahaya bagi ternak, sebab CO udara yang masuk saluran pernafasan akan berikatan dengan Hb membentuk COHb yang merupakan ikatan yang sangat kuat dan sulit dilepas.
NH3 adalah gas yang tidak berwarna, beratnya lebih ringan dibandingkan udara, larut dalam air dan berbau tajam / menyengat. Konsentrasi NH3 dalam kandang ayam cukup bervariasi antara l5 - 90 ppm. Gas ini merupakan produk limbah dari proses biologis dekomposisi feses, sehingga masalah kebanyakan timbul pada saat kotoran terakumulasi di dalam litter.
soo,jika kita ingin beternak jangan lupa hal hal seperti ini juga diperhatikan karena gas gas beracun ini dapat mengancam nyawa ternak...kalo nyawa ternak saja sudah terancam tidak jadi betrnak dong,,

keep waspadah

Dewi Puspitasari said...

ternyata banyak sekali gas beracun di dalam kandang ternak . hal ini wajib untuk di perhatikan karena akan menggangu dan menggancam kehidupan ternak tersebut, mulai dari karbondioksida sampai ke debu,terutama kontruksi kandang harus di perhatikan.. terimaksih pak

supono said...

supono e1c010032

bagus, untuk menambah wawasan tentang gas beracun namun lebih baik mengunakan kata-kata yang mudah masyarakat pahami sehingga memudahkan masyarakat mengetahuinyaa ...tapi setelah membaca artikel ini kita makin tahu bahwa gas beracun berasal bukan cuma dari pabrik2 penghasil obat-obatan namun dari kandang kita sendiri banyak menggandung gas beracun...trima kasih

Anonymous said...

achmad setia purba ( e1c010004 )

mkasih ya pa atas artikelnya
saya lbih tau bahwa disekitar kandang tu banyk gas yang bisa mengganggu ksehatan ternak dan peternaknya.

Anonymous said...

apakah amonia pada kadar 5 ppm bisa menyebabkan penyakit pada unggas pak.tks
lisna ptr 10

Anonymous said...

SILISTI (E1C010019)
setelah saya membaca artikel bapak, saya jadi tahu ternyata dalam memelihara ternak terutama pada ternak unggas harus benar - benar diperhatikan dengan baik karena gas - gas yang ada disekitar kandang maupun didalam kandang itu sendiri sangat berbahaya bagi ternak karena dapat menyebabakan racun.

Sis Tanto said...

katanya dunia peternakan penyumbang polusi terbesar pemanasan global ya pak? bagaimana solusi untuk mengatasinya? sebagai insan peternakan kita harus memikirkan hal itu pak!

Anonymous said...

MILA ENJELIKA S (E1C010059)
Ternyata kebersihan kandang itu sangat dibutuhkan. sangat jarang terpikirkan bahwa dari litter ada dilepaskan gas CO2 yaitu yang berasal dari aktivitas mikroorganisme yang ada pada litter tersebut. selain itu membakar sampah dekat dengan kandang ternyata tidak bagus karena akan menghasilkan gas CO yang bisa menghambat pernapasan ternak itu sendiri. kenyataannya selama ini didaerah saya sering kali pembakaran dilakukan didekat kandang.
artikel ini menjadi pelajaran mendasar yang sangat bagus terutama untuk menjaga kesehatan ternak,,,

Anonymous said...

Desi Rustiani (E1C010027)

wah setelah membaca artikel bapak ini ternyata saya memngetahui dan memahami bahwa dalam kandang banyak sekali zat zat polutan yang sangat membahayakn bagi kesehatan da kelangsungan hidup bagi ternak tersebut,hal ini perlu diperhatikan lebih lanjut sehingga tidak menimbulkan kerugian yang mendalam.
terima kasih,,

arie wae said...

ary qurniawan (E1C010043)
artikel ini menambah wawasan saya tentang gas beracun yang ada di kandang ternak sehingga bisa di minimalisir pada saat pembuatan kandang

Anonymous said...

Mery Handayani (E1C010003)
setelah membaca artikel ini saya menjadi mengetahui bahwa bukan hanya amonia yang berbahaya bagi ayam. ternyata masih ada jenis polutan lain yang bersifat membahayakan kesehatan ayam salah satu diantaranya yaitu CO2. informasi ini sangat penting bagi saya, sehingga ketika suatu saat dilapangan saya menemukan kasus yang seperti ini, maka ada upaya yang akan dilakukan untuk mengurangi gas- gas yang berbahaya tersebut. terimakasih..

Sis Tanto said...

meskipun menjadi polutan tetapi orang kita sepertinya sudah kebal terhadap polusi ya pak, soalnya dibeberapa tempat para peternak tidak memperhatikan lingkungan ketika ingin mendirikan kandang peternakan. contohnya saja di beberapa desa di kota bengkulu masih banyak kandang ayam di samping permukiman penduduk.

visista pratama ashadi said...

dengan mudahnya penyakit menyerang melalui udara,ada tidak pak riset yang menyatakan bahan pakan mampu memberikan imun terhadap penyakit yang merupakan dampak dari polusi juga kandang dan keadaan sekitar yang tidak sehat??

Anonymous said...

eka saputri (E1C011063)
NUTRISI TERNAK MONOGASTRIK
Artikel ini memberikan informasi yang baik bagi kita mahasiswa dan peternk, sebagaimana kita ketahui bahwa polutan yang ada dikandang berupa gas berbahaya C02 membrikan dampak yang buruk, maka dari itu marilah kita berhati2.

kharisma kandida purba said...

Kharisma Kandida (E1C013097)
Dari artikel ini ternyata banyak polutan dari kandang unggas yang dapat mengganggu kesehatan paru-rapu sehingga kita perlu lebih berhati-hati

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...