Monday, February 18, 2013

Teknologi Produksi Anak Ayam Kampung Dengan Teknik Inseminasi Buatan ( IB ) Dan Penetasan Telur Dengan Mesin Tetas



Oleh : Yusuf Kurniawan 
 
ABSTRACT
Usaha penyediaan anak ayam kampung merupakan peluang usaha yang sangat potensial dengan terus meningkatnya kebutuhan daging dan telur ayam kampung karena dari segi nutrisi, ayam kampung memiliki kandungan lemak 10.3 % sedangkan ayam ras pedaging kandungan lemaknya sebesar 11.3 % (Serlly Oktarini. 2008). Untuk kandungan  protein, ayam kampung mengandung protein sebesar 13.4 % dan pada ayam ras pedaging mengandung protein sebesar 12.7 % (Serlly Oktarini. 2008). Kemudian untuk pelaksanaan IB pada ayam dilakukan dengan sangat higienis karena sperma dapat rusak/mati jika tercemar oleh kotoran. Kemudian ketepatan waktu IB menjadi hal yang cukup penting mengingat induk ayam melakukan peneluran maksimal pada pukul 12.00, sehingga pelaksanaan IB harus di atas jam 12.00 untuk menghindari sperma terbuang sia-sia ( Edi prayetno. 2010 ). Pengenceran sperma dilakukan dengan perbandingan 1:1 agar campuran merata. Larutan yang dipakai sebagai pengencer yaitu NaCl Fisiologis. Untuk peletakan sperma yang memilikii persentase keberhasilan lebih baik yaitu pada bahian intravagina dengan persentase keberhasilan sebesar 90 % (Ferry Bun, 2010).  Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma dapat dilakukan dengan menambah pakan suplemen untuk ayam pejantan (Krista, Bambang, Bagus Haryanto. 2010).

Friday, February 8, 2013

PENGGUNAAN ONGGOK FERMENTASI SEBAGAI PAKAN UNGGAS



Oleh : Juli Masdeka Sari
ABSTRAK
Dalam rangka meningkatkan ketersediaan bahan pakan ternak yang berkualitas, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendukung peningkatan produksi peternakan untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani, serta meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan meningkatnya populasi dan nutrisi yang lebih baik. Onggok, sebagai bahan organik mempunyai potensi sebagai bahan pakan ternak unggas. Namun, ada beberapa kendala dalam penggunaan onggok sebagai pakan unggas, diantaranya nilai gizinya (protein) rendah dan kandungan antinutrisi yang tinggi. Untuk itu dicari teknik pengolahan yang dapat meningkatkan kandungan nutrisi dan menurunkan kandungan zat antinutrisi pada onggok. Menurut Supriyati (2003), Setelah fermentasi kadar protein onggok meningkat dari sekitar 2,2 menjadi sekitar 18,6%. Produk yang dihasilkan diujicobakan pada berbagai jenis unggas. Penggunaan campuran  onggok dan ampas tahu fermentasi 30 % (RD) memberikan produksi terbaik, berat telur tertinggi dan konversi ransum terendah Hasil ujicoba ,onggok terfermentasi sampai dengan 10% dapat digunakan dalam formulasi pakan ayam pedaging. Dan terhadap persentase bobot karkas, bobot hati dan rempela juga tidak ada perbedaan yang nyata. Namun, pemberian lebih tinggi dari 10%, perlu pengkajian lebih lanjut.

Kata kunci : Onggok, fermentasi, unggas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...