Tuesday, May 31, 2011

MENIMBA HIKMAH SEJARAH DOMESTIFIKASI AYAM

Oleh: Urip Santoso

Mempelajari sejarah bukan hanya sekadar menghafal angka-angka, rentetan peristiwa dan sebagainya, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Kita bisa mengambil hikmah sejarah pada semua makhluk di alam semesta ini. Pada kesempatan kali ini, penulis mengajak pembaca untuk mengambil hikmah sejarah domestifikasi ayam. Sengaja topik ini penulis ajukan mengingat ayam sangat akrab dalam kehidupan manusia Indonesia, namun hikmah yang ada di dalamnya belum banyak digali. Telah diketahui bahwa untuk mengenal masa kini dan masa yang akan datang, perlu bagi kita memahami masa lampau. Domestifikasi hewan merupakan salah satu penemuan yang besar dalam sejarah perkembangan manusia. Juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan pertanian dan masyarakat kota.
Berdasarkan kejadian arkaelogi dan berlandasan tanda-tanda domestifikasi dari Cina, Asia dan Eropa, serta juga berdasarkan kejadian palaloklimatik dari Cina, maka ayam pertama kali didomestifikasi dari jenis ayam Red Jungle Fowl Gallus Gallus di Asia Tenggara sebelum milenium ke-6 Sebelum Masehi (SM). Ayam kemudian menjalar ke Cina sekitar tahun 6.000 SM. Selanjutnya ayam masuk ke Jepang melalui Korea pada zaman Yayoi (300 SM – 300 Sesudah Masehi). Domestifikasi ayam di India sekitar tahun 2.000 SM yang merupakan perembesan dari Asia Tenggara, atau memang berasal dari India itu sendiri. Walaupun zama besi merupakan periode utama penyebaran ayam ke Eropa, namun ayam telah ada di beberapa daerah Eropa pada zaman neolitik akhir dan awal zama perunggu. Diduga ayang tersebut berasal dari Cina melalui Rusia.  Namun teori ini belum dapat dibuktikan mengingat arkaelog Uni Soviet belum menyelidiki kebenarannya.
Walaupun para ahli sependapat bahwa ayam yang didomestifikasi itu berasal dari Jungle Fowl di India dan Asia Tenggara, mereka masih berbeda pendapat tentang bentuk ayam liar sebagai nenek moyangnya. Sebagaian para ahli berpendapat bahwa nenek moyang ayang sekarang ini adalah Red Jungle Fowl (bentuk domestik Gallus gallus), dan sebagian lainnya berpendapat bahwa ayam modern ini berasal dari kombinasi spesies Jungle Fowl (domestik dari Gallus domesticus).
Dari sedikit uraian tersebut dapat dilihat bahwa terdapat tanda-tanda atau bekas-bekas yang dapat dijadikan pedoman oleh para ahli untuk menelusuri masa lampau. Namun dalam menelusuri sejarah masa lampau, hendaknya kita dapat mengambil pelajaran yang berguna buka saja untuk di dunia saja, tapi  juga untuk di akhirat. Misalnya dengan memperhatikan hikmah yang terkandung dalam sejarah masa lampau dilihat dari kaca mata seorang muslim. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam surat Al Mu’minun ayat 82 yang artinya:
”Maka pakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.” (Al Mu’minun: 82).

Sengaja penulis mengemukakan ayat tersebut, sebab sejarah domestifikasi ayam dan hewan ternak lainnya ini berkaitan dengan sejarah manusia itu sendiri. Domestifikasi hewan ternak sebagaimana yang telah disebutkan di atas merupakan unsur penting yang membantu secara pesat perkembangan peradaban manusia. Kemampuan manusia menjinakkan binatang itu sendiri sangat menarik. Marilah kita perhatikan firman Allah berikut ini.
”Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagian dari apa yang telah Kami  ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebagian menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS Yaasin: 71-73).
Dari ayat ini jelaslah bahwa Allah memberikan kemampuan kepada manusia untuk menjinakkan binatang. Suatu karunia  yang tiada taranya yang patut kita syukuri. Jika manusia tidak diberi kemampuan ini dan jika apa-apa yang ada di bumi ini tidak ditundukkan oleh Allah untuk kepentingan manusia, maka perkembangan peradaban manusia akan tersendat dan bahkan dapat memusnahkan manusia itu  di muka bumi ini.
Kemampuan emnjinakkan binatang ini – dalam hal ini ayam – membawa manusia ke era industrialisasi modern dalam penyediaan pangan serta produk-produk industri lainnya. Program pemuliaan ternak dan rekayasa gen yang andal, pengetahuan manajemen yang wahid, ilmu pakan ayang yang bermutu tinggi, da ilmu pasca panen dan kemasan yang jempolan tidak dapat diremehkan peranannya. Namun demikian, perkembangan yang sepesat ini belum mampu dan bahkan tidak akan mampu manusia mengungkapkan semua rahasia yang terdapat dalam diri ayam. Pengetahuan manusia tentang ayam jika dihimpun dari dulu sampai sekarang barangkali tidak lebih dari sebutir debu di padang pasir yang luas. Hanya Allah-lah yang mengetahui semuanya itu, karena Allah-lah yang menciptakan semuanya itu dari tidak ada menjadi ada.
Allah berfirman:
”…Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS 16:8).
”Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang tampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi” (QS 13:9).
Dan akhirnya penulis mengadak kepada diri sendiri dan pembaca, marilah kita memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah baik yang ada di sekitar kita maupun yang ada dalam diri kita sebagai salah satu cara untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alla s.w.t. Di akhir tulisan ini,  kami kemukakan firman Allah dalam QS 51:20-21.
”Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan juga pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

38 comments:

rocky said...

Rocky Ekstander : isi tulisannya cukup bagus, menarik, dan cukup memberi wawasan bagi orang-orang yang belum menegetahui sejarah Domestifikasi Ayam. tetapi ada sedikit kekurangan yaitu ada beberapa kata yang kurang lengkap, seperti kata : zaman ditulis zama dan kata ayam ditulis ayang.

rocky said...

Rocky Ekstander : isi tulisannya cukup bagus, menarik, dan cukup memberi wawasan bagi orang-orang yang belum menegetahui sejarah Domestifikasi Ayam. tetapi ada sedikit kekurangan yaitu ada beberapa kata yang kurang lengkap, seperti kata : zaman ditulis zama dan kata ayam ditulis ayang.

rocky said...

Rocky Ekstander : isi tulisannya cukup bagus, menarik, dan cukup memberi wawasan bagi orang-orang yang belum menegetahui sejarah Domestifikasi Ayam. tetapi ada sedikit kekurangan yaitu ada beberapa kata yang kurang lengkap, seperti kata : zaman ditulis zama dan kata ayam ditulis ayang.

rocky said...

Rocky Ekstander : isi tulisannya cukup bagus, menarik, dan cukup memberi wawasan bagi orang-orang yang belum menegetahui sejarah Domestifikasi Ayam. tetapi ada sedikit kekurangan yaitu ada beberapa kata yang kurang lengkap, seperti kata : zaman ditulis zama dan kata ayam ditulis ayang.

rocky ekstander said...

Rocky Ekstander : isi tulisannya cukup bagus, menarik, dan cukup memberi wawasan bagi orang-orang yang belum menegetahui sejarah Domestifikasi Ayam. tetapi ada sedikit kekurangan yaitu ada beberapa kata yang kurang lengkap, seperti kata : zaman ditulis zama dan kata ayam ditulis ayang.

HIPROMATER said...

Rocky Ekstander : isi tulisannya cukup bagus, menarik, dan cukup memberi wawasan bagi orang-orang yang belum menegetahui sejarah Domestifikasi Ayam. tetapi ada sedikit kekurangan yaitu ada beberapa kata yang kurang lengkap, seperti kata : zaman ditulis zama dan kata ayam ditulis ayang.

LIVESTOCK said...

Terma kasih atas kritiknya Rocky. Tapi Rocky kok komennya berulang-ulang untuk hal yang sama, apa ini tak salah he5x.

rocky said...

he3x...maaf pak, kemarin itu saya ragu. udah masuk belum komentarnya.

Dangejok@yahoo.com said...

Menurut saya jurnal yang bapak buat sangat bagus n bisa bermanfaat bagi kami yang masih butuh bimbingan dan pelajaran secara mendalam tentang hewan ternak..
mudah-mudahan bapak bisa mengajari saya untuk belajar mendalami tentang hikmah sejara pada domestik ayam kampung.

LIVESTOCK said...

Terima kasih sdr Dangejok. Smoga bermanfaat.

Hendri Afrizal E1C008012 said...

Menurut saya jurnal yang bapak buat sangat bagus n bisa bermanfaat bagi kami yang masih butuh bimbingan dan pelajaran secara mendalam tentang hewan ternak..
mudah-mudahan bapak bisa mengajari saya untuk belajar mendalami tentang hikmah sejara pada domestik ayam kampung.
tpi ada yang kurang dalam penulisan artikel bapak sepaerti kata zaman di tulis disana zama,maaf pak bukan maksud saya untuk mengajari tpi,karena bapak lebih pintar dari pada saya,justru saya mau minta bimbingan sama bapak.
terimakasih pak.

LIVESTOCK said...

Thanks Hendri.

Rinayunita said...

dengan membaca tulisan ini sekarang saya mendapat pengetahuan baru tentang domestifikasi ayam.banyak juga tentang sejarah-sejarah serta asal muasal nenek moyang ayam itu sendiri dari mana. namun pada kata-katanya, ada sedikit kalimat yang menurut saya susah untuk saya pahami dan mengerti dan juga ada kata-kata yang penulisannya sedikit agak salah. diharapkan penulis lebih memperhatikan tulisannya serta menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti bagi sebagian orang.

LIVESTOCK said...

Thanks Rina atas koreksinya.

rizki aja said...

Rizki Syahfitra E1C010002: menurut saya jurnal ini sangat mendidik karena meskipun temanya berceritakan tentang sejarah ayam, tetapi banyak pelajaran untuk kita agar mensukuri nikmat dari Allah, tak terkecuali nikmat dalam beternak ayam. tak dapat saya bayangkan bila kita tidak mensukuri nikmat tersebut. maka tidak akan ad lagi peternakan ayam. Karena Allah telah mengatakan barang siapa yang mensukuri nikmatku pasti akan ku tambah dan bila mereka kufur niskaya ajabku amat perih.
jurnal ini hampir sempurna . walaupun masih ada kesalahan dalm penulisan huruf dalam kata, tetapi selebihnya jurnal ini sangat baik dan menarik

rizki aja said...

Rizki Syahfitra E1C010002: menurut saya jurnal ini sangat mendidik karena meskipun temanya berceritakan tentang sejarah ayam, tetapi banyak pelajaran untuk kita agar mensukuri nikmat dari Allah, tak terkecuali nikmat dalam beternak ayam. tak dapat saya bayangkan bila kita tidak mensukuri nikmat tersebut. maka tidak akan ad lagi peternakan ayam. Karena Allah telah mengatakan barang siapa yang mensukuri nikmatku pasti akan ku tambah dan bila mereka kufur niskaya ajabku amat perih.
jurnal ini hampir sempurna . walaupun masih ada kesalahan dalm penulisan huruf dalam kata, tetapi selebihnya jurnal ini sangat baik dan menarik

rizki aja said...

Rizki Syahfitra E1C010002: menurut saya jurnal ini sangat mendidik karena meskipun temanya berceritakan tentang sejarah ayam, tetapi banyak pelajaran untuk kita agar mensukuri nikmat dari Allah, tak terkecuali nikmat dalam beternak ayam. tak dapat saya bayangkan bila kita tidak mensukuri nikmat tersebut. maka tidak akan ad lagi peternakan ayam. Karena Allah telah mengatakan barang siapa yang mensukuri nikmatku pasti akan ku tambah dan bila mereka kufur niskaya ajabku amat perih.
jurnal ini hampir sempurna . walaupun masih ada kesalahan dalm penulisan huruf dalam kata, tetapi selebihnya jurnal ini sangat baik dan menarik

CaHDjoGjAtEa said...

subhanallah.....umur ayam ternyata sudah tua dan tentang keberadaan hewan sebagai peliharaan yang dapat diambil manfaatnya oleh manusia telah tertulis di dalam al-quran....

hermypupitasari said...

sungguh wawasan baru untuk saya, karena dengan membaca artikel nya bisa mengetahui sejarah domestifikasi ayam itu sendiri, dari mana asal ayam, jenis - jenis ayam serta nenek moyang ayam....

Roby okta saputra (E1C009010) said...

Roby Okta Saputra (E1C009010)
Setelah saya membaca artikel ini saya baru mengatehui kalau dimistifikasi ayam terjadi pertama kali di negara cina baru lah menyebar kenegara lain dan ternyata ayam juga telah ada sebelum masehi.ini merupakan ilmu tambahan bagai saya.Bagaimana dengan domestifikasi ternak lain apa bisa mengunakan cara-cara domestifikasi seperti ayam tersebut pak??

hendri afrizal said...

Setelah saya membaca artikel ini saya baru mengatehui kalau dimistifikasi ayam terjadi pertama kali di negara cina baru lah menyebar kenegara lain dan ternyata ayam juga telah ada sebelum masehi.ini merupakan ilmu tambahan bagai saya.Bagaimana dengan domestifikasi ternak lain apa bisa mengunakan cara-cara domestifikasi seperti ayam tersebut pak??

Hendro Fadly said...

Satu lagi sebuah informasi yang sangat menambah wawasan pengetahuan saya untuk mengambil hikmah sejarah domestifikasi ayam

DIAH KASMIRAH said...

Artikel yang benar-benar sangat bagus untuk dibaca, saya suka mempelajari suatu sejarah. karena dengan tahu sejarah kita bisa mengetahui (sesuatu hal itu berasal dari mana? dan kapan sesatu itu ada ditemukan? oleh siapa? dan pertama kali ditemukan diman???.....) Segelintir pertanyaan tersebut dapat terjawab dengan adanya artikel ini, asal mula domestikasi ayam hingga perkembangannya hingga sekarang ternyata memakan waktu yang sangat lama bahkan lama sekali.

iwan Hidayat ( E1C009059) said...

wah lumayan bagus untuk menambah wawasan pengetahuan .....

putri anggraini said...

subhanallh, Allah SWT memang adalah sebaik-baiknya pencipta. semua apa yang ada dimuka bumi ini Ia ciptakan agar manusia bisa mengambil manfaatnya dan agar manusia menyadaribahwa dia memiliki kuasa atas apa yang ada dimuka bumi ini.
artikelnya sangat bagus pak, mengulas sejarah dgn menghubungkannya pada ayat2 al-quran yang mendukung sejarah itu.

wajuli haryadi said...

wajuli haryadi(e1c010014)
artikel tersebut memberikan wawasan tersendiri bagi saya pak...di mana,,saya jadi tahu tentang sejarah domestifikasi ayam.....

Adi Susanto said...

adi susanto
menurut saya jurnal yang bapak tulis sangat bagus, selain itu jugga dapat menambah wawasan saya tentang domestifikasi ayam.

dori nuringgani pratama E1C011093 said...

isi artikel nya sangat menarik dan bagus pak semoga lebih sukses lagi,dan menarik lagi pak bagi wawasan kepada orang yg membutuh kan pak

Eko handiko saragih(e1c011082) said...

eko handiko:isi dari artikel ini sudah bagus dan bermanfaat.saya sangat setuju dengan bang rokky ,kalau kata kata atau penulisannya kurang lengkap seperti mengajak ditilis mengadak.

brilian putra pamungkas said...

(E1C011087)
saya sangat tertarik dengan sejarah, apalag jika hal tersebut berkaitan dengan bidan yang saya tekuni,, terima kasih pak, artikelnya meambah wawasan

delina s girsang (E1C011033) said...

artikell ini sangat memberi informasi yang baik dari sejarah ternak ayam.
sebagai mahasiswa saya merasa bahwa artikel ini sangat penting untuk di pelajari.terimakasih

okky tarmanda said...

wawasan saya bertambah luas dengan membaca artikel inisaya dapat pengetahuan baru tentang domestifikasi.

Anonymous said...

Nama Nazarudin
NPM E1C011039
Suatu artikel membahas tentang sejarah domestifikasi ayam yang sangat menarik, dan menambah wawasan.
trimakasih atas informasinya.

Dewi Puspitasari said...

Dewi Puspitasari NPM ( E1C011090 )
dalam domestifikasi ayam atau penjinakan ayam sendiri bukan hanya di teori - teori saja tetapi kita sebagai umat muslim yang mempunyai pedoman hidup kita yaitu alquran juga telah tertuliskan tentang ap saja yang harus kita lakukan sampai ke berternak juga. sungguh artikel yang sangat menarik

rizki ganteng said...

Info tulisannya sanagt baik ini merupakan awal dari terbentuknya peternkan unggas., dan semoga kita semua bisa menimba hikmah yng terkandung daalam sejarah domestifikasi ayam ini amin

juli masdeka sari E1C010046 said...

Artikel yang sangat bagus dan berimbang akan tetapi sangat mudah ditelaah, di dalam artikel ini jga memberikan ayat-ayat yang terkandung didalamnya, yang mengenai menjinakkan ternak semoga tambah bnyak lagi hewan yang bisa didomestifikasi dan memiliki nilai ekonomis tinggi agar masyarakat memperoleh manfaat darinya amian

juli masdeka sari E1C010046 said...

Artikel yang sangat bagus dan berimbang akan tetapi sangat mudah ditelaah, di dalam artikel ini jga memberikan ayat-ayat yang terkandung didalamnya, yang mengenai menjinakkan ternak semoga tambah bnyak lagi hewan yang bisa didomestifikasi dan memiliki nilai ekonomis tinggi agar masyarakat memperoleh manfaat darinya amian

Bayu Adinugraha (E1C010028) said...

Bayu Adinugraha (E1C010028) :
Wawasan baru bagi saya ketika membaca artikel ini, bahwa zaman memang bergerak kedepan, dan istilah “hapuslah kenangan masa lalu” yang marak diucapkan para pemuda sekarang, bagi saya tidak dapat dibenarkan karena masa lalu mengajarkan kita tentang hikmah dan pelajaran sehingga masa depan dapat kita buat menjadi lebih baik lagi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...