Sunday, April 10, 2011

Telur Asin Aneka Rasa



Dikompilasi Oleh: Urip Santoso
            Siapa yang tidak kenal dengan telur asin? Rasanya semua kenal, bukan? Banyak cara untuk membuat telur asin. Ada yang menggunakan adonan garam + abu, adonan tanah liat + gram, adonan batu bata + garam dan ada pula yang menggunakan larutan garam jenuh. Masing-masing cara mempunyai kelebihan dan kekurangan. Selain cara-cara di atas, sekarang ini telah dikenalkan telur asin berbagai rasa, seperti rasa bawang, rasa strawberry, rasa durian, rasa jahe dll. Menarik bukan?

A. Pemilihan Telur.

Sebelum diasinkan, Anda harus memilih telur yang baik kondisinya. Oleh sebab itu, periksalah kondisi telur. Telur yang dipilh adalah telur yang bermutu tinggi, belum pernah dierami. Hindari telur yang kerabangnya retak atau pecah kulit, karena selama dalam perendaman putih telurnya akan menerobos keluar dan membuat larutan perendamannya berbau busuk. Juga, sebaiknya jangan memilh telur dengaan kerabang yang tipis, karena akan mudah retak selama proses pengasinan.

Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan telur-telur tersebut kedalam suatu wadah atau bak plastik yang telah diisi dengan air, kemudian mengamati posisi telur telur tersebut di dalam air. Telur yang melayang. harus segera dipisahkan, sedangkan telur yang tengelam atau yang setengah melayang dibiarkan terendam beberapa saat sehingga kotorannya mudah dibersihkan. Telur-telur yang baik tersebut, kemudian dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air sampai bersih, dan kemudian ditiriskan.

Pemeriksaan telur bisa juga dilakukan seperti langkah-langkah berikut :
1. Kelompokkan telur berdasarkan tingkat kebersihannya. kemudian bersihkan mulai dari kelompok kotor kemudian kelompok yang sangat kotor.
2. Telur yang kurang kotor dapat dibersihkan dengan kain/busa halus yang kering atau ampelas nomor 0. Telur yang  kotor dan sangat kotor ditempatkan di wadah terpisah dan dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air detergen hangat selama 2 menit untuk melepaskan kotoran yang sudah mengering.
3. Teropong telur yang sudah kering. Perhatikan keutuhan kerabang, keadaan isi telur dan rongga udaranya. Pilihlah telur yang kerabangnya utuh/tidak retak dan isi telur terlihat bersih serta memiliki rongga udara lebih kecil.

B. Membuat Adonan dan Larutan
Langkah  pertama, kita buat adonan garam atau larutan garam terlebih dulu untuk bahan pemeraman atau perendaman telur. Kita harus  memperhatikan takaran media atau garam yang akan dilarutkan, agar rasa asin pada telur tidak kurang atau berlebihan.

1. Membuat Larutan Garam.
Larutan garam jenuh ini berfungsi sebagai larutan perendam telur. Proses ini harus didahulukan karena membutuhkan waktu lama untuk mendinginkannya kembali. Adapun proses pembuatannya diawali dengan memanaskan air hingga suhu tertentu (tidak perlu sampai mendidih) yang sekiranya cukup dapat membantu proses pelarutan garam. Kemudian masukkan garam, dan aduk hingga larut seluruhnya. Angkat larutan garam jenuh tersebut dari perapian, dan diamkan beberapa saat sampai dingin.

2. Membuat Adonan Garam.
Karena media adonan yang akan dibuat ada 3 jenis, maka kita tentukan takarannya untuk masing-masing media.

a. Adonan 1 dengan media tanah liat.
Takarannya untuk telur ayam atau itik 30 butir, tanah liat 20 genggam, sekam padi 0,5 kg, garam 1 kg, air bersih secukupnya.

b. Adonan 2 dengan media abu gosok atau abu dapur.
Untuk telur ayam atau itik sejunlah 30 butir, takarannya abu gosok 60 genggam, garam 1 kg, air bersih secukupnya.

c. Adonan 3 dengan media serbuk bata merah.
Dengan telur ayam atau itik yang berjumlah 30 butir, kita gunakan serbuk bata merah sebanyak 60 genggam, garam 1 kg, salpeter atau sendawa 50 gram, air bersih secukupnya dan sabun cuci secukupnya.
Cara membuatnya adalah sebagai berikut.
1/ Salah satu bahan adonan (tanah liat, abu, atau serbuk batu merah), dicampur dengan garam dan salpeter sesuai takaran yang telah ditentukan.

2/ Aduk adonan tersebut hingga tercampur merata.
3/. Kemudian tambahkan air sedikit demi seedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat pada kulit telur.

Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat.

Dengan cara pemeraman ini, sebagian sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena itu, bila adonan pembalut akan dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak 5%-10% dari total berat garam semua.

Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur.

C. Proses Membuat Telur Asin.

Ada beberapa cara membuat telur asin yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang sebagai berikut.

a. Perendaman dengan larutan garam.
Perendaman telur dilakukan selama 7-10 hari dalam larutan garam yang sudah didinginkan, agar menghasilkan telur asin yang rasa asinnya cukup enak untuk dinikmati. Sebelum telur-telur dimasukkan kedalam wadah perendaman, terlebih dahulu letakkan wadah tersebut ditempat yang aman dan rata, untuk menghindari retak atau pecahnya telur pada saat proses perendaman.

b. Pemeraman dengan adonan garam.
Caranya adalah dengan membungkus telur menggunakan adonan garam. Usahakan agar tiap sisi memiliki tingkat ketebalan yang sama, agar rasa asin yang meresap kedalam telur merata. Kemudian taruh dalam wadah dan peramkan selama 7-10 hari. Setelah pemeraman dianggap cukup maka adonan pembungkus harus segera dilepas dari telur tersebut, sehingga rasa asin pada telur tidak berlebihan. Meresapnya larutan garam kedalam telur memperngaruhi kualitas produk telur asin tersebut.

c. Perendaman dengan adonan garam.
Cara perendaman dengan adonan ini lebih mudah dibaandingkan dengan cara pemeraman. Kita tinggal menyediakan wadah, lalu tuangkan sedikit adonan ke dalam wadah tersebut sebagai lapisan bawah dan ratakan. Kemudian letakkan telur-telur yang sudah bersih diatas lapisan adonan, dengan memberikan jarak antara telur. Setelah itu timbunlah telur-telur tersebut dengan adonan yang masih tersisa sampai rata menutupi semua telur. Biarkan telur terendam adonan garam selama 7-10 hari. Dalam perendaman ini adonan yang dibuat haruslah lebih banyak daripada untuk pemeraman, karena telur harus tertutup rapat dengan adonan.

Pemanenan

Setelah perendaman atau pemeraman cukup waktunya (+/- 7-10 hari ). segera bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran adonan pembalut, sebaiknya tambahkan sedikit air hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan. Simpan telur yang baik ditempat yang dingin atau bisa langsung direbus. Jika telur hendak dipasarkan, biasanya sisa-sisa adonan yang menempel tidak di bersihkan semua untuk membedakan dengan telur tawar yang masih mentah.

Perebusan

Bila telur asin hendak dipasarkan dalam keadaan matang, maka perebusan dapat langsung dilakukan. Cuci dahulu telur asin yang hendak direbus hingga bersih. Untuk mncegah retak atau pecahnya telur dalam proses perebusan ini, sebaiknya dilakukan cara perebusan seperti berikut ini.
a. Masukkan telur dalam panci perebus yang telah diisi dengan air secukupnya.
b. Panaskan dengan api kecil, usahakan agar air perebus menjadi panas namun tidak mendidih (+/- 30 menit).
c. Selanjutnya, api dapat dibesarkan hingga air mendidih.

Ciri Telur Asin Rebus Yang Baik adalah: 1] memiliki kuning telur berwarna kuning cerah dan berminyak; 2) posisi kuning telur berada ditengah-tengah, bukan dipinggir juga tidak banyak terdapat rongga.

TIPS Khusus Membuat Telur Asin.

A. Direndam dalam larutan teh.
Setelah jadi telur asin mentah biasanya langsung dicuci dan direbus hingga matang. Namun ada juga sebagian orang yang merendam telur pada larutan teh terlebih dahulu sebelum telur asin mentah tersebut direbus. Perendaman dilakukan selama 4-8 hari. Telur asin yang sudah matang dapat bertahan selama 2-3 minggu. Namun jika telur asin direndam dalam air teh, maka keawetan telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu. Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Juga aroma telur asin yang dihasilkan akan lebih disukai konsumen.

B Telur Asin Aneka Rasa

Telur asin juga dapat ditambahkan aneka rasa sesuai selera. Penelitian yang dilakukan adalah memberikan campuran ekstrak jahe, cabe, atau jeruk ke dalam larutan garam jenuh untuk merendam telur itik. Cara membuat ekstrak jahe tersebut adalah dengan mengupas bersih jahe, kemudian diblender dengan air secukupnya, lalu disaring dan jadikan ekstrak jahe. Hal yang sama dapat dilakukan untuk membuat ekstrak rasa lainnya. Kemudian ekstrak inilah yang akan dicampurkan kedalam larutan garam jenuh yang sudah dingin, lalu diaduk rata. Kemudian rendam telur itik kedalam larutan tersebut selama 7-10 hari. Langkah selanjutnya sama seperti pada pembuatan telur asin biasa.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penyampuran ekstrak rasa kedalam larutan garam jenuh untuk merendam telur hanya akan mempengaruhi rasa asin dari telur tersebut, namun tidak mempengaruhi warna baik putih maupun kuning telurnya.

Jadi bila kita menambahkan ekstrak jahe maka rasa asin telur akan bercampur dengan rasa jahe begitu pula untuk ekstrak rasa yang lain. Kita bisa membuat sendiri telur asin rasa jahe, telur asin rasa pedas, dan telur asin rasa jeruk dan lain-lain.

C. TELUR ASIN RASA BAWANG
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat telur asin rasa bawang  adalah  telur bebek 100 butir, bubuk bata atau abu15 kg, garam kasar 3 kg, bawang putih 0,5 kg, air secukupnya.
Proses pembuatan :
Berikut ini cara pembuatan telur asin bawang :
  1. Cucilah telur agar bersih dari kotoran bebek
  2. Campurkan bubuk bata atau abu dengan garam dan parutan bawang putih hingga tercampur rata sebagai media telur. Untuk penambahan parutan bawang putih, makin banyak jumlah yang ditambahkan makin berasa bawang putihnya kelak
  3. Tambahkan air secukupnya pada media hingga jika media ditempelkan pada telur bisa menempel dengan baik
  4. Rendamlah semua telur dalam media hingga tertutup rata atau balutlah tiap telur dengan media paling tidak selama 7 hari, karena lama perendaman berpengaruh terhadap rasa asin telur, makin lama direndam makin asin rasa telurnya.
  5. Setelah melalui proses perendaman, cucilah telur dari media hingga bersih kemudian rebuslah telur asin hingga matang. Setelah itu telur asin rasa bawang siap dipasarkan
Berikut merupakan komposisi nilai gizi yang terkandung dalam telur .

Komposisi
Satuan
Telur Ayam
Telur Itik
Telur Itik  Asin
Kalori
kal
162
189
195
Protein
g
12,8
13,1
13,6
Lemak
g
11,5
14,3
13,6
Karbohidrat
g
0,7
0,8
1,4
Kalsium
mg
54
56
120
Fosfor
mg
180
175
157
Besi
mg
2,7
2,8
1,8
Vitamin A
S.I.
900
1230
841
Vitamin B1
mg
0,10
0,18
0,28
Air
g
74
70,8
66,5

Pustaka
  1. http://www.indoforum.org/showthread.php?t=34666
  2. http://ratdix.wordpress.com/2008/10/14/tips-membuat-telur-asin/
  3. www.sentralternak.com
  4. http://aimyaya.com/id/makanan/cara-membuat-telur-asin

23 comments:

Rieska kurnia E1C010024 said...

emang kami udah kenal yang namanya telur asing,tpi yang saya herankan teryata telur asin ada juga yang bisa di buat dengan beraneka ragam rasa,
terima kasih bapak karena sudah memberi pengetahuan saya di perternakan.
yang saya mau tanyakan kepada bapak,apakah laris di pasaran telur asin yang beraneka rasa...??
dan gimana cara pemasaran agar orang berminat untuk membeli telur asin beraneka rasa tersebut.?
terima kasih pak.

LIVESTOCK said...

Rieska Kurnia, telur asin aneka rasa sudah banyak dijual di Jawa dan banyak sekali peminatnya. Pemasarannya yang seperti jual telur asin biasa dong.

Septi Susanti (E1C008003) said...

asslamualaikum pak......artikel yang bapak buat sangat bagus,,,,artikel bapak memotivasi saya dan tina untuk mencoba membuat telur aneka rasa,,,,,

Gustina (E1C008001) said...

Assalamualaikum.....
Pak, saya suka dengan artikel bapak tentang Telur Asin Aneka Rasa tapi kenapa tidak ada rasa jeruk padahal saya ingin lebih mengetahui proses pembuatan rasa jeruk apakah sama dengan rasa yang lain....
Apakah komposisi nilai gizi pada telur aneka rasa sama dengan rasa yang laen ?
Pak, apa beda telur ayam dengan telur itik untuk pembuatan telur asin ini ?
Terima Kasih Pak...

LIVESTOCK said...

Tina, telur ayam pori-pori kerabangnya lebh kecil daripada telur itik, makanya telur itik lebih cepat diasinkan.
Telur rasa jeruk rasanya belum ada yang meneliti. Coba deh diteliti!

LIVESTOCK said...

Septi, telur aneka rasa memang belum banyak yang meneliti. Cobalah diteliti beberapa rasa. Septi dan Tina bisa mengukur variabel kualtas telur asinnya.

Novita said...

Novita (E1C009018) PTR 09.
setelah membaca artikel ini saya biza mengetahui ternyata ada telur asin yang beraneka rasa.
pak, saya mau tanya bagamana cara mangetahui tingkat keasinan telur tersebut...???
karena kebanyakan konsumen yang menyukai telur asin dengan rasa asin yang pas.

LIVESTOCK said...

Cara termudah adalah melakukan uji organoleptik, Novita.

Anonymous said...

Yusuf kurniawan/ E1C010010
Memang baik mengolah telur itik menjadi telur asin, tapi Pak bagaimana dengan kondisi di Bengkulu yang berbeda dengan di pulau Jawa di mana di Bengkulu produksi telur itik masih sangat rendah sehingga untuk memenuhi kebutuhan telur itik yang belum diolah saja tidak mencukupi. Tentu akan menjadi kendala dalam penyediaan bahan di Bengkulu saat ini. Bagai mana pendapat Bapak?.

LIVESTOCK said...

Jika memang benar permintaan telur itik tinggi di Bengkulu, maka ini peluang emas untuk berbisnis telur itik Yusup

achmad setia purba ( E1C010004) said...

Achmad setia purba ( E1C010004 )

Makasih ya bapak atas imformasi tentang telur asin aneka rasa , dari imformasi itu saya lebih bisa mengenal berbagai cara memamfaatkan hasil dari peternakan .

erina nuraini said...

wah...ternyata telur bisa beraneka ragam rasanya ya pak...
bisa menambah minat konsumen untuk mengkonsumsi telur asin aneka rasa..
setahu saya telur asin ya hanya asin saja rasanya, tapi yang ini luar biasa aneka rasanya... bisa membuat mahasiswa untuk mencoba membuatnya nih pak, terima kasih info dari artikel yang bapak tulis.

deny andriansyah(E1C009036) said...

owh,jika telur asin direndam dalam air teh, maka keawetan telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu ya,.mantap juga kalau bisa selama itu. itu akan memperkecil terjadinya kerugian karena dengan lama nya ketahanan telur seperti yang dijelaskan artikel di atas akan memberi waktu yang panjang untuk pemasaran nya.

Sis Tanto said...

Berbicara tentang makanan yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia Pak, karena kelihatanya telur asin produk asli indonesia ya pak? Kira kira sudah dipatenkan atau belum ya pak?...... wah kalau belum sepertinya harus segera dipatenkan karena negara tetangga kita suka mengklaim kepunyaan kita. Sangat menarik sekali ketika kita membicarakan sebuah produk, apalagi jika didalamnya banyak menimbulkan ide ide cemerlang sehingga menumbuhkan berbagai inovasi seperti halnya artikel bapak tentang telur asin aneka rasa ini, Pak. Saya ingin usul pak, bagaimana jika kita memanfaatkan air laut sebagai sumber garam dari telur asin? Air laut kita kan berlimpah ruah pak, sekian pak Arigatou Gozaimashita.

LIVESTOCK said...

Betul sekali Sistanto.

muhammad yusuf said...

Muhammad Yusuf ( E1c010008 )
telur asin sudah tidak asing lagi ditelinga saya pak. tapi dalam artikel bapak tadi ternyata pembuatan telur asin bisa dibuat hanya dengan perendaman. dulu saya juga pernah membuat telur asin tapi caranya dengan adonan batu bata yang di campur air dan garam. pertanyaan saya lebih awet yang mana antara telur asin yang dibuat dengan cara perendaman dan telur asin yang dibuat dengan cara di balut adonan batu bata? terimakasih pak !

putri anggraini said...

telur asin aneka rasa, sepertinya menarik untuk dicoba.
karena selama ini jika saya mendengar istilah telur asin yang terpkir oleh saya adalah telur dengan rasa asin. dengan adanya berbagai aneka macam rasa pilihan untuk produk telur asin pasti peminatnya akan meningkat.

LIVESTOCK said...

Telur asin aneka rasa sudah dijual di Jawa, Putri. Cobalah diteliti!

lestari juliani (E1C011012) said...

pengen dechh coba telur asin aneka rasa... ada gx yach yang jual telur asin aneka rasa di bengkulu???

Anonymous said...

bagaimana dengan pemasaran telur asin didaerah kita pak, apakah sudah ada perkembangan??
tks

siki andri putra said...

SIKI ANDRI PUTRA (E1C010033). Baru membaca judulnya saja saya sudah tersenyum pak,karena dari kemaren-kemaren saya sudah berinisiatif untuk menciptakan telir asin dengan aneka rasa dan warna. pada pelajaran bahasa indonesia,saya membuat artikel tentang telur asin aneka rasa dan rasanya itu pakai perisa buah tapi dosennya bilang itu kurang masuk akal karena telur asin itu sayur masa rasa buah..?? yang ingin saya tanyakan pak, bagus nggak telur asin rasa buah-buahan itu pak,baik segi ketahanan daya simpan maupun kandungan nilai gizinya..???

muhyidin said...

Muhyidin
E1C013009


Telur asin aneka rasa ini merupakan prospek yang menjanjikan untuk dipasarkan di Bengkulu karena belum banyak yang tau. Dan ini juga merupakan inovasi yang meningkatkan harga jual dari telur asin tersebut, Karena selama ini telur asin ya asin rasa garam yang sangat monoton. Harapan saya dosen dari Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu bisa melakukan pelatihan terhadap mhs/i untuk menerapkan ide ide kreatif sebagai produk jurusan yang bisa dikenal keluar kampus minimal.

Unknown said...

Pak saya kan mau berbisnis telur asin tapi bukan dari telur bebek tapi dari puyuh pak, kalo boleh tau apa takarannya sama dengan telur bebek apa enggak ya pak???


Terimakasih...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...