Monday, February 15, 2016

Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Pakan Ternak Ruminansia



Oleh: Sargie Santi Banes
BAB I PENDAHULUAN
            Didalam sebuah peternakan, pakan menjadi faktor yang sangat penting untuk mendapatkan produksi yang optimal, sehingga pakan menjadi faktor utama dalam suatu peternakan. Jika pakan yang kita berikan baik maka produksi ternak akan mendapatkan hasil yang baik pula, jika pakan yang kita berikan buruk maka hasil yang didapat juga akan buruk. Sumber pakan menjadi sangat langka mengingat ketersediaan rumput yang sangat sedikit, sehingga seorang peternak terdorong untuk menyusun ransum sebagai pakan untuk ternak tersebut.
            Berdasarkan data dari Deptan, 2009. Lahan penanaman kakao mencapai 1.272,8 hektar dengan produksi 671,4 ton, mengalami peningkatan pada tahun 2008 menjadi 1.364,4 hektar dengan produksi 721,4 ton. Saat ini, luas tanaman kakao di Kabupaten Kapahiang provinsi Bengkulu tercatat sekitar 7.356 hektar.Sementara tanaman kakao terluas di Bengkulu terdapat di Kabupaten Bengkulu Utara.Di daerah ini luas tanaman kakao lebih kurang 8.500 hektar, tersebar di beberapa kecamatan.Sehingga limbah yang dihasilkan dari tanaman kakao ini sangat berlimpah.
            Kakao merupakan salah satu tanaman yang dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Dalam prosesnya, kakao akan menhasilkan limbah yang berbentuk kulit kakao yang sangat banyak dan tersedia melimpah, sehingga kakao bisa dijadikan salah satu sumber pakan untuk pertumbuhan ternak. Menurut Guntoro et al., (2006) Kulit buah kakao (Shel food husk) kandungan nutrisinya terdiri atas P 8,11%, SK 16,42%,L 2,11%,Ca 0,08%,P 0,12% dan penggunaannya oleh ternak ruminansia 30-40, sedangkan menurut Amirroenas (1990) kulit kakao mengandung selulosa 36,23%, hemiselulosa 1,14% dan lignin 20%-27,95%.

Dengan demikian maka kakao sangat penting sebagai salah satu sumber pakan untuk mengganti pakan ternak yang berupa hijauan yang keberadaannya masih terbatas di Bengkulu.Propinsi Bengkulu memiliki luas wilayah19.788.7 km2 atau 1.978.870 ha., dengankawasan budidaya seluas 1.000.963 hasebagian besar (85,65%) terdiri dari lahankering yaitu seluas 857.338 ha. Kelapa sawit sebagai komoditi yang sangat diminati masyarakat, arealnya berkembang sangat pesat hingga mencapai luas tanam 82.939 ha, dikelola perkebunan besar swasta/negara 44.159 ha dan milik masyarakat 38.680 ha.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketersediaan pakan hijauan menjadi terbatas, sehingga diperlukan alternative lain yang bisa dilakukan sebagai pengganti hijauan pakan ternak.
Limbah kulit kakao dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, terutama ternak domba.Karena kakao mengandung sebagian besar adalah karbohidrat maka pakan yang akan terbentuk ialah merupakan pakan serat. Sehingga didalam pemanfaatannya sangat cocok digunakan sebagai pakan ternak domba atau kambing maupun ternak ruminansia besar lainnya.yang bisa mencerna pakan yang berbentuk serat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Diketahui kandungan nutrien KBK adalah BK 89,99%, PK 6,39%, LK 1,82%, dan SK 31,21% (Munier, 2009). Laconi (1998) menemukan KBK mengandung SK yang tinggi (55,67%) dan protein yang rendah (8,35%).Kulit buah kakao hanya bisa digunakan sebagai pakan ternak ruminansia saja, karena selain kandungan proteinnya yang sedikit.Tetapi juga serat kasarnya sangat tinggi.
Menurut Guntoro et al., (2006) Kulit buah kakao (Shel food husk) kandungan nutrisinya terdiri atas P 8,11%, SK 16,42%,L 2,11%,Ca 0,08%,P 0,12% dan penggunaannya oleh ternak ruminansia 30-40, sedangkan menurut Amirroenas (1990) kulit kakao mengandung selulosa 36,23%, hemiselulosa 1,14% dan lignin 20%-27,95%.Berdasarkan pendapat diatas, maka perlu perlakuan lebih lanjut terhadap kulit buah kakao.Agar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
II.2 Produksi limbah kulit kakao
Data dari BPS (2011) me-nunjukkan bahwa produksi kakao di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 70.919 ton.Sehingga kulit buah kakao bisa digunakan sebagai pakan ternak. Guntoro (2008) menyebutkan proporsi KBK bisa mencapai 74 hingga 75% dari berat total buah dan masih mengandung daging buah (flacenta) sekitar 2,5%.Sehingga kulit buah kakao tersedia sangat melimpah sebagai limbah.Dan dengan demikian kulit buah kakao dapat digunakan sebagai pakan ternak, misalnya ketika jika ketersediaan rumput berkurang karena kemarau panjang.
Hasil ikutan pengolahan buah coklat terdiri atas 75% kulit buah kakao, 22% kulit biji kakao dan 3% plasenta (Darwis et al., 1999). Jumlah kulit buah kakao yang dihasilkan dalam produksi kakao sebesar 75,67% dari buah utuh (Darwis dkk. 1988). Selain guntoro (2008) yang menyatakan bahwa proporsi KBK 75%, tetapi juga Darwis et al (1999) juga menyatakan jumlah KBK sebesar 75,67%. Sehingga ini menjadi penguat pendapat, bahwa kulit buah kako itu tersedia melimpah sebagai limbah.Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
II.3 Penggunaan limbah kulit kakao pada ruminansia
M. Zain dalam penelitiannya Substitusi Rumput Lapangan dengan Kulit Buah Coklat Amoniasi dalam Ransum Domba Lokal. Mendapatkan substitusi rumput dengan kulit buah kakao amoniasi tidak berpengaruh terhadap konsumsi dan kecernaan ransum, pertambahan bobot badan ternak serta efisiensi ransum pada domba.
Tillman et al. (1989) menyatakan bahwa konsumsi ransum dipengaruhi oleh bentuk dan sifat fisik pakan, dan komposisi kimia ransum, frekuensi pemberian dan anti nutrisi dalam ransum.Amoniasi diyakini dapat meningkatkan kualitas sifat fisik kulit buah kakao dan punya potensi untuk menurunkan faktor pembatas penggunaan kulit buah kakao sebagai pakan (Aregheore, 2002).Kulit buah kakao yang diamoniasi tidak mempengaruhi kecernaan, karena Amoniasi menyebabkan tekstur kulit buah kakao menjadi lebih lunak disbanding sebelum diamoniasi.
Amoniasi dapat meningkatkan kandungan protein kasar (Nguyen et al., 1998; Granzin & Dryden, 2003), sehingga ketersediaan nitrogen untuk pertumbuhan mikroba menjadi lebih baik.Maka kandungan protein kasar yang terkandung dalam kulit buah kakao mengalami peningkatan. Sehingga proses amoniasi terhadap kulit buah kakao dapat meningkatkan kecernaan nutrien.
Amoniasi dengan urea menyebabkan terlepasnya ikatan antara lignin dan selulosa atau hemiselulosa yang terkandung dalam kulit buah kakao.Sehingga kecernaannya bisa menyamai rumput.
Pertambahan bobot badan pada ternak yang diberi ransum kulit buah kakao amoniasi sama dengan ternak yang mendapat ransum rumput lapangan disebabkan konsumsi dan kecernaan ransum juga tidak berbeda. Dan Efisiensi penggunaan ransum antar perlakuan juga sama karena konsumsi dan PBB juga sama. Hal ini sejalan dengan pendapat Tillman et al. (1989) yang menyatakan bahwa besarnya efisiensi ransum tergantung pada jumlah konsumsi bahan kering yang mampu memberikan pertambahan bobot badan. Suatu ransum akan lebih efi sien digunakan apabila ransum tersebut dikonsumsi dalam jumlah sedikit dan mampu memberikan PBB yang besar (Tillman et al., 1989).
Selain dengan amoniasi, kulit buah kakao dapat juga diperlakukan dengan cara fermentasi. Agar kulit buah kakao dapat di konsumsi sekaligus dapat di cerna oleh ternak. Salah satu cara fermentasi kulit buah kakao adalah dengan menggunakan biofit. Fermentasi KBK dengan menggunakan probiotik selama 2 minggu menunjukkan adanya peningkatan komposisi PK dari 9,15% menjadi 14,9%, dan juga terjadi penurunan komposisi serat dari 32,7% menjadi 24,7%. Disamping adanya peningkatan kandungan protein dari hasil fermentasi, KBK juga dapat disimpan dalam jangka panjang untuk pakan ternak atau tidak menjadi busuk (Aminah dan Layla, 2004).
BAB III KESIMPULAN
            Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat kita ketahui bahwa.Kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sebagai pengganti pakan hijauan pada saat kemarau panjang.Sehingga hijauan sangat sulit didapat.Namun perlu adanya pengolahan lebih lanjut agar kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.Seperti pembuatan amoniasi kulit buah kakao, dan kulit buah kakao fermentasi.Setelah mengalami pengolahan maka dapat meningkatkan kandungan protein kulit buah kakao dan juga dapat dicerna oleh ternak.
UCAPAN TRIMAKASIH
            Alhamdulillah berkat rahmatnyalah saya bisa menyelesaikan tugas artikel ilmiah ini untuk matakuliah penyajian ilmiah.Dan trimakasih kepada kedua orang tua saya yang telah mendukung saya serta memotivasi saya dalam menulis artikel ilmiah ini.Dan trimakasih juga kepada Prof. Dr. Urip Santoso, M.Sc. yang telah memberikan tugas ini kepada saya, sehingga saya bisa menulis artikel ilmiah.
DAFTAR PUSTAKA
Aminah, S. dan Z. Layla. 2004. Pemanfaatan kulit kakao sebagai pakan ternak Kambing PE di perkebunan rakyat Propinsi Lampung. Prosiding Temu Teknis Nasional Tenaga Fungsional Pertanian.Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Balai Penelitian Ternak. Bogor.
Amirroenas, D.E. 1990. Mutu ransum berbentuk pellet dengan bahan serat biomassa pod coklat (Theobroma cacao L) untuk pertumbuhan sapi perah jantan. Tesis. Fakultas Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Aregheore, E.M. 2002. Chemical evaluation and digestibility of cacao (Theobroma cacao) byproduct fed to goats. Tropical Animal Health and Production, 34: 339-348.
BPS. 2011. Produksi perkebunan besar menurut jenis tanaman, Indonesia (ton), 1995 – 2010. Available at http://www.bps.go.id/. Accession date: 27 Oktober, 2011.
Darwis AA. Sakura E. Tun Tedja. Purnawati R. 1988. Biokonversi Limbah Lignoselulosa olehTrichoderma viride dan Aspergillus niger. Bogor : laboratorium Bio-Industri, PAU Bioteknologi IPB.
Darwis, A.A., E. Sukara, R. Purwati & T. Tedja. 1999. Biokonversi limbah lignoselulosa oleh Trichoderma viride dan Aspergillus niger. Laporan Penelitian PAU Bioteknologi, Instititut Pertanian Bogor, Bogor.
[Deptan] Departemen Pertanian. 2009. Pusat Data dan Informasi Pertanian: Komoditi Kakao http://database.deptan.go.id
Granzin, B.C. & G. Dryden. 2003. Effect of alkali, oxidants and urea treatment on the nutritive value Rhodes grass (Chloris gayana). Anim. Feed. Sci. Tech. 103: 113-122.
Guntoro, S., Sriyanto, N. Suyasa dan M. Rai Yasa.2006. Pengaruh Pemberian Limbah Kakao Olahan terhadap Pertumbuhan Sapi Bali (Feeding of Processed Cacao by-Product to Growing Bali Cattle). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Ngurahrai, Denpasar.
Guntoro, S. 2008. Membuat Pakan Ternak dari Limbah Perkebunan. Cetakan Pertama. PT Agromedia Pustaka, Jakarta.
Laconi, E.B. 1998. Peningkatan mutu kulit buah kakao melalui amoniasi dengan urea dan biofermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium serta penjabarannya kedalam formulasi ransum ruminansia.Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Munier, F.F. 2009.Potensi ketersediaan kulit buah kakao (Theobroma cocoa L.) sebagai sumber pakan alternatif untuk ternak ruminansia di Daerah Istimewa Yogyakarta.Prosiding.Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Bogor. pp 752-759.
Nguyen, X.T., C.X. Dan, L.V. Ly, & F. Sundstol. 1998. Effect of urea concentration, moisture content and duration of treatment on chemical composition of alkali treated rice straw. Livest.Res. Rural.Devel.10 (1).http://www. cipav.org.co/lrrd/lrrd10/1/trac101.htm
Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-6.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

36 comments:

Mafika Sari said...

Wah ternyata limbah pertanian sangat bermanfaat. Limbah kulit kakao sebagai pakan ternak ruminansia sangatlah potensial. Mengingat ini merupakan penemuan baru di dunia peternakan sehingga perlu di kembangkan terutama dilingkungan masyarakat. Terimakasih pak admin atas ilmunya, sangat update dalam perbaruan informasinya

Mafika Sari said...

Wah ternyata limbah pertanian sangat bermanfaat. Limbah kulit kakao sebagai pakan ternak ruminansia sangatlah potensial. Mengingat ini merupakan penemuan baru di dunia peternakan sehingga perlu di kembangkan terutama dilingkungan masyarakat. Terimakasih pak admin (Mr. Urip Santoso) atas ilmunya, sangat update dalam perbaruan informasinya

Mafika Sari said...

Wah ternyata limbah pertanian sangat bermanfaat. Limbah kulit kakao sebagai pakan ternak ruminansia sangatlah potensial. Mengingat ini merupakan penemuan baru di dunia peternakan sehingga perlu di kembangkan terutama dilingkungan masyarakat. Terimakasih pak admin (Mr. Urip Santoso) atas ilmunya, sangat update dalam perbaruan informasinya

thoman mariono said...

Nama : Thoman Mariono Sibarani
NPM : E1C013050

Komentar saya dengan artikrl ini adalah dari segi isi dapat mudah dipahami dan pencaraian literatur yang mendukung baik, tatapi dari segi penulisan karya ilmiahnya masih kurang baik ini terlihat pada setiap pemakaian huruf dan dan penggunaan katanya.

Terima kasih

thoman mariono said...

Nama : Thoman Mariono Sibarani
NPM : E1C013050

Komentar saya dengan artikrl ini adalah dari segi isi dapat mudah dipahami dan pencaraian literatur yang mendukung baik, tatapi dari segi penulisan karya ilmiahnya masih kurang baik ini terlihat pada setiap pemakaian huruf dan dan penggunaan katanya.

Terima kasih

Mafika Sari said...

Wah ternyata limbah pertanian sangat bermanfaat. Limbah kulit kakao sebagai pakan ternak ruminansia sangatlah potensial. Mengingat ini merupakan penemuan baru di dunia peternakan sehingga perlu di kembangkan terutama dilingkungan masyarakat. Terimakasih pak admin (Mr. Urip Santoso) atas ilmunya, sangat update dalam perbaruan informasinya

Mafika Sari said...

Wah ternyata limbah pertanian sangat bermanfaat. Limbah kulit kakao sebagai pakan ternak ruminansia sangatlah potensial. Mengingat ini merupakan penemuan baru di dunia peternakan sehingga perlu di kembangkan terutama dilingkungan masyarakat. Terimakasih pak admin (Mr. Urip Santoso) atas ilmunya, sangat update dalam perbaruan informasinya

Bagus Dimas Setiawan said...

Menarik karena, penelitian ini sudah banyak dilakukan dan semoga penelitian ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan khusunya bagi yang menulisnya

Hadhi kartiko said...

bagaimana cara mendapatkan limbah kulit kakao dibengkulu prof? apa kakao termasuk kearifan lokal di bengkulu

Bagus Dimas Setiawan said...

gagasan nya baik, namun kita melihat dlu, apkah dibengkulu ini,potensi kakao, apakah sudah baik apa belum, karena pada halnya buah ini, masih susah didaptkan untuk di derah bengkulu, namun ada sebagian daerah, yang ada terdapat buah ini,
jadi semiga pemanfaatan buah ini, di maksimalkan lagi
by; Bagus Dimas Setiawan ( E1C013061 )
thank

Ahlan restu said...

Ahlan restu setiawan

Ternyata limbah kulit kakao banyak manfaat nya bagi ternak ruminansia. Tambah bermanfaat

Ahlan restu said...

Ahlan restu setiawan

Ternyata limbah kulit kakao banyak manfaat nya bagi ternak ruminansia. Tambah bermanfaat

Khalis Ahmad said...

ternyata manfaat dari buah kakau sangat banyak sekali., selain bijinya yang dijadikan kopi coklat ternyata limbah kulitnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia.

okta marliya said...

nama : okta marliya
npm : e1c014015

penelitian ini sangat bermanfaat, karena kakao dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. selain bijinya yang dimanfaatkan, ternyata kulitnya juga dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia. selain itu juga mengurangi pencemaran lingkungan.

okta marliya said...

nama : okta marliya
npm : e1c014015


ternyata kakao sangat banyak manfaatnya, dari biji sampai kulit kakao. penggunaan kulit kakao sebagai pakan ruminansia sangat bagus di gunakan karena untuk mengurangi pembuangan kulit kakao.

Yuni Panani said...

Nama : Yuni Panani
Npm : Eic014021
Meurut saya penelitian ini sangat menarik, namun apakah ketersediaan akan limbah kulit kakao ini selalu ada? mengingat bahwa di Bengkulu tanaman kakao tidak begitu banyak.

Pimpi Sardianti said...

jurnalnya sangat menarik ternyata buah kakao selain dimanfaatkan bijinya dapat juga memanfaatkan kulitnya sebagai pakan ternak ruminansia dengan melalui proses pengolahan atau fermentasi terlebih dahulu. Dengan memanfaatkan kulit kakao sebagai pakan ternak ruminansia dapat mengurangi limbah pertanian....

arlis fajri said...

Arlis fajri
E1C014027

Pemanfaatan kulit kakao sebagai pakan memang sangat menguntungkan bagi peternak berada di dekat perkebunan kakao, pemanfaatan pakan dr limbah kakao bsa menjadikan hal2 yg selama ini tidak memiliki nilai ekonomis menjadi bernilai ekonomis.
Semoga kedepannya bsa jadi inspirasi untuk menciptakan pakan alternatif lainnya

tamrin simbolon said...

Nama : Tamrin Simbolon
NPM. : E1C014054

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang pakan ternak sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada Banyak pakan Baru yang bisa dimanfaatkan bahkan limbah sekalipun dalam hal ini Adalah limbah kulit kakao. Penelitian ini sangat menarik Dan menguntungkan para paternak Bila Saja di manfaatkan Secara optimal, namun masyarakat juga belum Banyak mengetahui hal ini. Penelitian ini sangat Banyak membantu karena dat jumlah nutrisinya yang lengkap Dan murah di pahami.

ayu hariza said...

Nama : ayu hariza
Npm : e1c013034

Penggunaan kulit kakao sebagai pakan ternak sangatlah efisien ,selain berguna sebagai pakan ternak kita juga bisa mengurangi sampah di lingkungan sekitar

hasna zahrah said...

Nama : Hasna Umi Zahrah
NPM : E1C013100
Setelah membaca jurnal ini,menurut saya pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai ternak ruminansia ini sangat bagus, hal ini dapat mengurangi adanya limbah yang ada, dengan adanya kulit kakao di manfaatkan maka ternak ruminansia tidak hanya di jamu dengan hijauan tetapi bisa juga diberikan dengan kulit kakau untuk menggantikan kosentrat.

Helsen Alexander said...

Nama: HelsenAlexander
NPM : E1C012036

setelah membaca jurnal ini saya sangat setuju untuk memanfaatkan Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Pakan Ternak Ruminansia sebagai bahan alternatif pengganti kosentrat untuk ternak rumiansia

arlis fajri said...

Arlis fajri
E1C014027
Menurut saya pemanfaatan limbah cacao sangat bain mengingat daerah bengkulu juga termasuk daerah yg memiliki potensi dibidang ini.
Harapannya kedepan bisa dijadikan program daerah yg memiliki potensi agar bisa dimanfaatkan dan menjadi sumber pendapatan.

Adi Setiawan said...

Nama : Adi Setiawan
Npm :E1C014058

jurnalnya bagus dan menarik, karena limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak ruminansia. selama ini kulit buah kakao hanya di buang begitu saja tetapi sekarang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Terima kasih

wisnu abdi sulaiman said...

nama : wisnu abdi sulaiman
npm : e1c014111

jurnal dalam pemanfaatan limbah kakau sangat menginspirasi kami sebagai kaum muda untuk lebih giat lagi limbah-limbah apa saja yang masih bisa diselamatkan serta dalam pemanfaatannya untuk gizi yang lebih bermanfaat lagi untuk ternak.

wisnu abdi sulaiman said...

nama : wisnu abdi sulaiman
npm : e1c014111

jurnal dalam pemanfaatan limbah kakau sangat menginspirasi kami sebagai kaum muda untuk lebih giat lagi limbah-limbah apa saja yang masih bisa diselamatkan serta dalam pemanfaatannya untuk gizi yang lebih bermanfaat lagi untuk ternak.

utami widyastuti said...

utami widyastuti
E1C013011

jurnal yang bagus pak, pemanfaatan limbah kulit kakao memang berguna sebagai pakan ternak ruminansia. dengan kandungan gizi yang bagus yang terdapat pada kulit kakao dapat meningkatkan pertumbuhan berat badan ternak ruminansia.
trima kasih

Chetrisnawati Icetrisnawati said...

Ice trisnawati
E1c012070

Jurnal ini sagat bagus, selain kita mengetahui pemanfaatan kulit kakao dan juga bagus untuk ruminansia

Abdurrahman PTR 2013 E1C013101 said...

Abdurrahman
E1C013101
Jurnal Tentang pemanfaatan Limbah Kulit Kakao dapat difermentasi sebagai pakai ternak ruminansia, tapi pemanfaatan limbah kulit kakao untuk didaerah bengkulu sulit untuk diterapkan karena kurangnya perkebunan kakai
Terima kasih

Resi Affriani said...

Nama : resi affriani
Npm : E1C012104
Setelah saya membaca jurnal ini pemanfaatan limbah kakau ini sangat bermanfaat dan berguna untuk ternak ruminan,yang selama ini kita kira limbah kakau tidak bisa di gunakan mempunyai manfaat yang luar niasa bagi pakan ternak.

P Nakan said...

Leo Darno Nababan
E1C010057
jurnal yang sangat menarik pemanfaatan limbah ini sangat bermanfaat untuk digunakan jadi pakan ternak yang dihasilkan dari pertanian.

Anonymous said...

leo darno nababan
E1C010057
Ternyata pemanfaatan kulit kakao ini sangat banyak selain digunakan jadi kopi coklat dapat juga dijadikan pakan ternak, tapi dapat juga dilihat dari kondisi daerahnya yang menghasilkan kulit kakao.

kharisma kandida purba said...

Kharisma Kandida (E1C013097)
MK.Nutrisi Ternak Monogatrik
Dengan membaca jurnal tersebut wawasan saya bertambah dengan memanfaatkan limbah kulit kakao sangat menguntungkan bagi petani selain sebagai pakan juga mampu untuk mengurangi limbah pertanian

kharisma kandida purba said...

Kharisma Kandida (E1C013097)
MK.Nutrisi Ternak Monogatrik
Dengan membaca jurnal tersebut wawasan saya bertambah dengan memanfaatkan limbah kulit kakao sangat menguntungkan bagi petani selain sebagai pakan juga mampu untuk mengurangi limbah pertanian

Roni Saeful Anwar said...

Nama : Roni Saeful Anwar (E1C014067)
MK : Penyajian Ilmiah

setiap limbah bisa di jadikan alternatif, termasuk limbah kulit kakao. terimkasih

arlis fajri said...

Arlis fajri
E1c014027
Menurut saya pemanfaatan limbah cacao sangat bain mengingat daerah bengkulu juga termasuk daerah yg memiliki potensi dibidang ini.
Harapannya kedepan bisa dijadikan program daerah yg memiliki potensi agar bisa dimanfaatkan dan menjadi sumber pendapatan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...