Sunday, September 2, 2012

TINGKAH LAKU REPRODUKSI DAN TINGKAH LAKU HARIAN RUSA TIMOR (Cervus timorensis)


  
Oleh : Sari Murti
Fakultas Peternakan,Universitas Bengkulu
Abstrak
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberi informasi serta mencermati tingkah laku reproduksi dan tingkah laku harian rusa timor ( Cervus Timorensis ) dalam upaya pengembangan serta peningkatan produktivitas.. Tingkah laku reproduksi yang dimiliki rusa meliputi; sniffing, flehmen, kissing, kicking, nuding, mounthing serta coitus. Adapun tingkah laku harian  yang ditunjukan rusa timor meliputi, tingkah laku social dibuktikan dengan hidup berkelompok dengan menempati shelter (tempat berlindung) yang memiliki ketersediaan pakan dan minum, tingkah laku merumput (ingstive), tingkah laku istirahat, approach (saling mendekati), serta tingkah laku urinasi
Kata kunci : Tingkah laku reproduksi, Tingkah laku harian  dan Rusa timor

Sunday, August 26, 2012

Rusa Sambar, Rusa Asli Indonesia

Rusa ini warnanya kurang menarik, tapi badannya besar. Cocok untuk penghasilkan daging. Di Bengkulu, rusa sambar dipelihara di beberapa tempat seperti di rumah dinas gubernur, jurusan peternakan Unib dan di beberapa tempat. Beberapa penelitian telah dilakukan di Unib. Sayangnya terputus, sehingga belum sampai kepada upaya budidaya Rusa Sambar. Konon, gen Rusa sambar ini telah digunakan untuk mengembangkan rusa pedaging di Selandia Baru. Wah kalau benar, kita kecolongan dong! Indonesia memang selalu kecolongan, dikarenakan kurang memperhatikan flora dan faunanya yang sebenarnya amat kaya dan amat potensial untuk dikembangkan bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.
Berikut informasi penangkaran dan budidaya rusa sambar di  UPTP  BPIB Api-Api. Silahkan dibaca!

Monday, August 13, 2012

PENGARUH BERBAGAI MACAM BAHAN PENGENCER SEMEN TERHADAP KUALITAS SEMEN


Oleh : Rina Yunita
Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu

Abstrak
Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas ternak adalah dengan memperkenalkan dan menerapkan teknologi reproduksi, misalnya inseminasi buatan (IB). Penerapan teknologi inseminasi buatan (IB) ini adalah untuk meningkatkan mutu genetik dan produksi ternak. IB atau lebih dikenal sebagai kawin suntik merupakan cara pemasukan spermatozoa ke dalam organ reproduksi betina dengan suatu alat tertentu dengan bantuan manusia , dan melalui proses sejak penampungan semen, penilaian, pengenceran, sampai penilaian hasil inseminasi buatan. Pengembangan IB dalam upaya pengembangan peternakan merupakan keuntungan peternak dalam menekan biaya produksi yang tinggi dan nilai ekonomi yang dibutuhkan. Keuntungan dari dikembangkannya IB yaitu mengurangi biaya pemeliharaan pejantan, dapat dilakukan pemilihan semen yang mempunyai mutu genetik yang tinggi, menekan penyebaran penyakit menular, dan mempercepat laju perbaikan genetik. Keberhasilan IB itu sendiri sangatlah ditentukan oleh beberapa faktor seperti kesuburan betina, inseminator, ketepatan waktu inseminasi dan yang terpenting adalah kualitas semen yang digunakan. Semen adalah sekresi kelamin jantan dan epididimis serta kelenjar-kelenjar kelamin pelengkap (kelenjar vesikularis) yang terdiri dari spermatozoa dan plasma semen yang secara normal di ejakulasi ke dalam saluran kelamin betina sewaktu kopulasi, tetapi dapat pula ditampung dengan berbagai cara untuk keperluan inseminasi buatan (Toelihere, 1985). Setelah penampungan, semen perlu diencerkan dengan bahan pengencer untuk diawetkan agar mempertahankan kualitas semen dalam penyimpanan. Prinsip pengenceran semen bertujuan untuk menambah volume dari setiap ejakulasi dan memberi zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan daya tahan hidup dan fertilitas sperma. Beberapa bahan pengencer yang umum digunakan dalam pengenceran semen adalah kuning telur, susu, dan air kelapa.
Kata kunci : inseminasi buatan, pengencer semen, kuning telur, susu, air kelapa.

Friday, August 3, 2012

PENCEGAHAN PRODUKSI TELUR ASIN PALSU


Oleh: ANGGA PUTRA SINAGA
Abstrak
                     Tujuan pencegahan produksi telur asin palsu adalah :  Mendeskripsikan proses pembuatan telur asin palsu, Mendeskripsikan akibat dari mengkonsumsi telur asin palsu. dan Mendeskripsikan membedakan telur asin asli dengan yang palsu. Telur asin  merupakan makanan yang mendapat prioritas untuk dikembangkan. Telur asin menjadi konsumsi masyarakat luas, mulai dari kalangan atas, menengah, maupun menengah ke bawah dan juga oleh berbagai usia mulai balita, remaja, dewasa, hingga manula. Bahan utama telur asin yang kebanyakan beredar di pasaran adalah telur bebek. Kita juga menemui telur asin yang berbahan baku telur ayam, maupun yang lainnya. Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah.  Telur asin bermanfaat bagi tubuh. Tetapi, telur asin yang biasa kita beli sudah banyak dipalsukan.Telur asin yg semestinya dibuat dari telur bebek dipalsukan dengan menggunakan telur ayam. Cara pemalsuannya beragam. Mulai dari 3 hari bahkan ada yang satu hari, padahal sebetulnya telur asin yang asli baru bisa dijual dua minggu kemudian.
            Dalam kehidupan sehari – hari, telur asin baik untuk tubuh. Tetapi, telur asin yang palsu ini bukan berguna bagi tubuh melainkan dapat merusak sel saraf dalam tubuh. Pemalsuan telur asin palsu itu apabila dikonsumsi dalam waktu lama bisa menyebabkan penyakit Alzheimer. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel – sel  otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil.
         

Monday, July 30, 2012

FLU BURUNG MASIH MENJADI “PENYERANG” UTAMA BAGI UNGGAS


OLEH : KARINA SEFTRIANI

ABSTRAK
Avian influenza adalah penyakit yang menyerang unggas dan dapat ditularkan kepada manusia, penyakit ini disebabkan oleh virus H5N1 tipe A yang mempunyai protein HA 5 dan NA 1. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan ‘flu burung’. Virus ini dapat menyerang unggas kapan saja dan dimana saja, virus ini juga dapat menyerang manusia apabila terjadi kontak langsung antara manusia dan unggas yang terinfeksi.
Satu tetesan sekresi dari burung yang terinfeksi mengandung virus yang dapat membunuh 1 juta jenis unggas. Virus ini kemudian menempel pada berbagai media seperti sarana transprotasi ternak, peralatan kandang yang tercemar, pakan dan minuman unggas yang tercemar, pekerja di peternakan dan uggas-unggas liar. Baru-baru ini ada pernyataan yang mengatakan bahwa virus H5N1 ini dapat menyerang dari manusia yang suspect terifeksi ke manusia lainnya hanya dengan saling berbicara, bekerja seperti halnya saat manusia terserang flu biasa.
Untuk mengenali unggas yang terinfeksi flu burung, kita dapat mengenali dari gejala klinis yang ditemukan pada unggas tersebut. Ciri-ciri yang paling tampak adalah pada jengger dan pial yang berwarna kebiruan, serta unggas akan mati dalam waktu singkat dan berkelompok. Penanganan flu burung dapat dilakukan dengan pengobatan atau pemberian obat flu seperti Tamiflu atau jenis lainnya, tapi harus tetap dalam pengawasan dokter atau pihak rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan RI.
Kata kunci : peneyebab, cara penularan, pengobata flu burung

Tuesday, July 24, 2012

Pemanfaatan Pucuk Tebu Sebagai Bahan Pakan Suplementasi pada Ternak Ruminansia


Oleh :  Hermy Puspita Sari

ABSTRAK
Penggunaan limbah pertanian merupakan salah satu alternative untuk memenuhi kebutuhan hijauan makanan ternak . limbah perkebunan yaitu pucuk tebu memilki potensi sebagai alternative sumber serat pakan hijauan.Menurut ( Rantan,2009) bahwa pucuk tebu dapat menggantikan peran rumput gajah, tanpa memberikkan efek negative baik pada sapi potong ataupun sapi perah. pepito et al,..(1969) pada sapi sapi potong , kambing dan domba mengenai kecernaan ransum yang diberi perlakuan silase memiliki TDN sebesar 50% dan 9,2 MJ/kg energy tercerna sedangkan menggunakan pucuk segar yang supleman dengan konsentrat di berikan pada sapi jantan selama 115 hari , didapatkan pertambahan berat badan dengan kisaran 0,41-0,52 kg/ hari.
Kata kunci :pucuk tebu , pakan alternatif,  ternak

PENDAHULUAN
Masalah yang dihadapi khususnya dalam pengembangan ternak ruminansia, terutama di daerah- daerah padat penduduk clan ternak adalah semakin terbatasnya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman rumput. Salah satu limbah pertanian
yang umum digunakan  sebagai pakan ternak ruminansia masyarakat adalah pucuk tebu. Luas tanaman tebu tahun 2004 pada perkebunan besar 0.80% dari tahun sebelumnya , adalah 364,44 hektar menjadi 367,3 ribu hektar .begitu pula produksinya mengalami  peningkatan sebesar 11,85% .Begitu pula areal penanaman dan produksi gula tebu secara keseluruhan sejak tahun  2000-2009 ( sumber : direktorat jendral perkebunan , departemen pertanian 2009 ).

Friday, July 13, 2012

Air, Sumber Kehidupan Utama Bagi Ayam

(sumber: www.poultryindonesia.com)
Ayam membutuhkan air yang bersih, segar dan dingin secara bertahap untuk pertumbuhan, produksi dan efisiensi penggunaan pakan.Seekor ternak dapat melangsungkan hidupnya hanya dengan mengambil kebutuhan dari sektor pakan, namun itu hanya pada batas kurun waktu tertentu. Tanpa air ternak akan mati hanya dalam beberapa hari.
Penyediaan air bersih, segar dan dingin adalah penting untuk produksi telur yang baik. Ayam seperti halnya ternak lain membutuhkan lebih banyak air di udara yang panas daripada di udara yang dingin. Ayam mendapatkan air melaui air minum, air yang terdapat dalam bahan pakan, air metabolik yang didapat sebagai hasil dari oksidasi pakan dan sintesa dari molekul yang komplek di dalam tubuh.
Fungsi air
Air menjalankan banyak fungsi yang vital dan merupakan syarat berlangsungnya berbagai proses kehidupan. Fungsi air menurut Card dan Nesheim antara lain sebagai pengangkut zat-zat makanan dalam proses metabolisme. Air juga komponen utama dari darah dan cairan limfe yang merupakan bagian paling vital dalam proses kehidupan.
Selain itu air juga merupakan pengatur stabilitas suhu tubuh dan sebagai bagian utama zat dalam tubuh yang meminyaki persendian dan membantu kerja indera/organ tubuh.
Kekurangan air dalam tubuh akan menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi di atas, sehingga pada ayam dapat mengganggu pertumbuhan, kesehatan dan produksi ayam tersebut. Kekurangan air sekitar 20% atau lebuh akan menghasilkan penurunan yang nyata dalam efisiensi penggunaan pakan dan suatu penurunan sebanding dalam laju pertumbuhan broiler.
Kekurangan air dalam waktu 24 jam dapat mengakibatkan penurunan menyolok dalam produksi telur untuk sehari atau dua hari berikutnya. Selama 36 jam tanpa air, suatu kelompok ayam mungkin nakan mengalami peranggasan bulu dan produksi sangat berkurang untuk suatu periode waktu yang lama.

Tuesday, July 10, 2012

PENGGUNAAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN DALAM RAMSUM TERNAK AYAM BROILER


 
Oleh : Erina Nuraini (E1C009044)
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Abstrak
Penggunaan akan pakan tambahan kini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas performans ayam broiler dan juga kualitas karkas yang baik. Kebutuhan tanaman obat sebagai pakan tambahan sudah sangat umum digunakan pada ransum ternak. Kandungan zat gizi yang diperlukan semakin tinggi menyebabkan kebutuhan bahan pakan semakin meningkat. Feed additif yang dapat digunakan dalam tambahan pakan ternak dapat berupa ekstrak, tepung, gel, dan lainnya. Gel lidah buaya (Aloe vera) dapat dimanfaatkan untuk  pakan ternak, mengandung zat‐zat yang dapat memacu metabolisme, seperti kelompok antrakuinon, berbagai mineral, vitamin, enzim dan asam amino yang dapat dijadikan imbuhan pakan alami.  Pemberian  gel lidah buaya (Aloe vera)  dengan dosis 0,50 gram per kilogram ransum menampilkan rasio konversi pakan terbaik yaitu 1,78 maka terjadi peningkatan efisiensi penggunaan ransum tersebut. Serta penambahan gel lidah buaya (Aloe vera) sebesar 0,75% dapat menurunkan kolesterol daging dada ayam broiler.
Kata kunci : lidah buaya (Aloe vera), ayam broiler, pakan tambahan.

Monday, July 2, 2012

Penggunaan Ampas Sagu (Metroxylon sago) Fermentasi Sebagai Pakan Ternak Unggas


Oleh: Diah Kasmirah
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
ABSTRAK
Ampas sagu  (Metroxylon sago) merupakan limbah yang dihasilkan dari pengolahan sagu, kaya akan karbohidrat dan bahan organik lainnya. ampas clanelod. Ampas yang dihasilkan dari proses extraksi ini sekitar 14% dari total berat basah batang sagu (Flach, 1997). Hasil analisis komposisi zat makanan ampas sagu yang dilakukan oleh Hangewa (1992) sebagai berikut : protein kasar 2,3%, serat kasar 18,86%, BETN 70,04% dan gross energi 4148 Kkal . Dari hasil analisis ini tergambar bahwa ampas sagu masih cukup tersedia sebagai sumber energi bagi ternak, akan tetapi yang menjadi faktor pembatas adalah kandungan protein kasar rendah dan serat kasar tinggi. Sehingga perlu dilakukan fermentasi untuk meningkatkan nilai gizi pada ampas sagu. Pemanfaatan kapang Aspergillus niger sebagai starter  dalam proses fermentasi ini dirasa paling cocok dan sesuai dengan tujuan fermentasi, yaitu untuk menurunkan kadar serat dan sekaligus dapat meningkatkan kadar protein kasarnya. Natamijaya (1988) telah  membuktikan bahwa penambahan ampas sagu non fermentasi dan fermentasi sampai kadar 10% dan 25% dari total ransum, memberi respon yang cukup baik terhadap pertumbuhan ayam buras periode grower.
Kata kunci: ampas sagu, ferementasi, unggas

Sunday, June 24, 2012

Penggunaan Ampas Kelapa (Cocos nucifera L) Fermentasi Sebagai Pakan Ayam Pedaging Terhadap Berat Badan dan Penurunan Kadar Kolesterol Darah


Oleh : Novita
Abstrak

            Pengolahan minyak kelapa murni menghasilkan produk samping berupa ampas kelapa. Ampas kelapa yang dihasilkan masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi terutama protein. Hal ini menyebabkan ampas kelapa berpotensi untuk diolah menjadi pakan. Salah satu cara yang dapat dipergunakan untuk mengolah ampas kelapa menjadi pakan adalah dengan fermentasi. Proses fermentasi dilakukan dengan menggunakan spora Aspergillus niger. Proses fermentasi dilakukan secara bertahap, yaitu dengan fermentasi aerob kemudian dilanjutkan dengan fermentasi anaerob (proses enzimatis). Hasil analisis Ampas kelapa murni memiliki kadar protein kasar masih relative tinggi yaitu sebesar 11,35% dengan kadar lemak kasar 23,36%. Penggunaan ampas kelapa yang di Fermentasi sampai 12 % sangat nyata efisien dibanding dengan menggunakan ampas kelapa, hal ini menunjukan dengan kemampuan ternak ayam mengkonsumsi 1 kg ransum dapat membentuk rata-rata 0,59 kg bobot hidup sedang menggunakan ampas kelapa hanya mampu membentuk bobot hidup rata-rata 0,45 kg. Galaktomannan mampu menurunkan serum total kolesterol dan Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol 10 – 15%. Sedangkan kadar high density lipoprotein (HDL) dan trigliserida tidak berubah. Menurut Purawisastra (2001) menyatakan bahwa ampas kelapa mengandung serat galaktomanan sebesar 61 % yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Kata Kunci : Ampas Kelapa, Ayam Broiler, Berat Badan, Penurunan Kolesterol.

Friday, June 15, 2012

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao (coklat) Sebagai Pakan Ternak Ruminansia


 
Oleh: Zohdin
Abstrack
Kulit buah kakao atau yang sering di sebut kulit buah coklat merupakan limbah perkebunan tanaman kakao. Limbah ini di peroleh dari hasil pemisahan biji kakao. Saat ini limbah kulit buah kakao masih di gunakan untuk pakan ternak. Produksi kakao di Indonesia sekarang ini cukup meningkat karena seiring dengan program pemerintah untuk meningkatkan pengembangan tanaman kakao. Selama lima tahun terakhir ini produksi kakao terus meningkat sebesar 7,14% pertahun atau 49,200 ton pada tahun 2004. Jika proporsi lmbah kulit kakao mencapai 74% dari produksi, maka limbah kulit buah kakao mencapai 36408 ton per tahun, maka dari itu limbah kulit buah kakao merupakan suatu potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebgai pakan ternak. Dari data yang di peroleh Limbah kulit buah kako mengandung BK 88 %, PK 8 %, Sk 40 %, TDN 50,8 %. Seiring dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian unuk memanfaatkan limbah kulit buah kakao ini sebagai pakan ternak. Dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah kulit buah kakao terhadap konsumsi ransum dan pertumbuhan berat badan ternak.
Kata kunci : limbah kulit kakao sebagai pakan ternak

Thursday, May 3, 2012

Rontok Bulu Buatan (Force Moulting)



http://www.sentralternak.com/. Force moulting adalah usaha merontokkan bulu unggas sebelum masa waktunya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan masa peneluran kedua yang serasi. Selama masa meranggas (moulting) berat badan layer akan berkurang sekitar 400-600 gram yaitu dengan cara mengatur makanannya. Banyak metode yang dilakukan dalam memberikan pakan kepada ayam yang sedang moulting, umumnya yaitu selama 6 minggu diberikan makanan dengan kadar protein rendah tetapi ditambah trace mineral dan vitamin, sesudah 6 minggu diberikan makanan yang normal dan unggas akan berproduksi secara normal selama 4 minggu berikutnya.

Metode force moulting

Pada prinsipnya metode yang dipakai adalah dengan memberikan stress treatment atau drug treatment yang pada pokoknya adalah dengan pemuasaan dan pembatasan air minum, pemuasaan dan pembatasan makanan dan juga pembatasan sinar. Ada 4 metode force moulting :

1. Metode Convensional

hari ke-1 dan ke-2, ayam sama sekali tidak diberi makan dan minum, sinar diberikan 8 jam/hari (penyinaran alam).

Hari ke-3, diberi makanan 50% dari total kebutuhan dan sinar diberikan 8 jam/hari

Hari ke-4, ayam dipuasakan sama sekali

Hari ke-5, perlakuan sama dengan hari ke-3

Hari ke-6, perlakuan sama dengan hari ke-4

Hari ke-7, perlakuan sama dengan hari ke-3

Hari ke-8, perlakuan sama dengan hari ke-4

Hari ke-9, perlakuan sama dengan hari ke-4, dan air minum diberikan minum secara bebas (ad libitum)

Hari ke-10 sampai hari ke-60, diberi makanan 75% dari kebutuhan dan minum minum diberikan secara ad libitum

Hari ke-61 dan seterusnya, makanan dan minum diberikan secara penuh, pemberian sinar 14-16 jam/hari

Biasanya 2 minggu kemudian ayam sudah berproduksi secara normal.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...