Friday, June 15, 2012

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao (coklat) Sebagai Pakan Ternak Ruminansia


 
Oleh: Zohdin
Abstrack
Kulit buah kakao atau yang sering di sebut kulit buah coklat merupakan limbah perkebunan tanaman kakao. Limbah ini di peroleh dari hasil pemisahan biji kakao. Saat ini limbah kulit buah kakao masih di gunakan untuk pakan ternak. Produksi kakao di Indonesia sekarang ini cukup meningkat karena seiring dengan program pemerintah untuk meningkatkan pengembangan tanaman kakao. Selama lima tahun terakhir ini produksi kakao terus meningkat sebesar 7,14% pertahun atau 49,200 ton pada tahun 2004. Jika proporsi lmbah kulit kakao mencapai 74% dari produksi, maka limbah kulit buah kakao mencapai 36408 ton per tahun, maka dari itu limbah kulit buah kakao merupakan suatu potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebgai pakan ternak. Dari data yang di peroleh Limbah kulit buah kako mengandung BK 88 %, PK 8 %, Sk 40 %, TDN 50,8 %. Seiring dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian unuk memanfaatkan limbah kulit buah kakao ini sebagai pakan ternak. Dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah kulit buah kakao terhadap konsumsi ransum dan pertumbuhan berat badan ternak.
Kata kunci : limbah kulit kakao sebagai pakan ternak


Pendahuluan
Kakao yang memiliki nama latin TheobromaCcacao L atau yang sering kita bisa sebut dengan coklat merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah tropis. Kakao secara umum adalah tumbuhan yang menyerbuk silang dan memiliki inkubalitas sendiri. Buah kakao berbentuk bulat hingga memanjang. Buah memiliki 5 daun buah yang di dalamnya terdapat biji. Warna buah berubah-ubah, sewaktu mudah berwarna hijau dan ungu. Apabila buah sudah masak kulitnya berwarna kuning.
Limbah kulit buah kakao in memiliki peranan yang cukup penting dan cukup berpotensi dalam penyediaan bahan pakan ntuk ternak ruminansia,apalagi pada saat musim kemarau. Pada musim kemarau pertumbuhan rumput terhambat, sehinga ketersediaan bahan pakan hijauan kurang dan kualitasnya rendah. Akibatnya timbul kekurangan hijaan pakan, untuk mengingat ketersediaan hijauan yang terbatas, maka langkah yang strategis yang data kita ambil adalah memanfaatkan limah kulit buah kakao ini untuk pakan ternak.
Produksi kakao di Indonesia sekarang ini cukup meningkat karena seiring dengan program pemerintah untuk meningkatkan pengembangan tanaman kakao. Selama lima tahun terakhir ini produksi kakao terus meningkat sebesar 7,14% pertahun atau 49,200 ton pada tahun 2004 (Suryana,2005). Jika proporsi lmbah kulit kakao mencapai 74% dari produksi, maka limbah kulit buah kakao mencapai 36408 ton per tahun, maka dari itu limbah kulit buah kakao merupakan suatu potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebgai pakan ternak.
Kulit buah kakao memiliki kandungan gizi sebagai berikut : BK 88 %, PK 8 %, Sk 40 %, TDN 50,8 %. Dan penggunaan oleh ternak ruminansia adalah 30-40 % (Sunanto,1995). Selanjutnya di katakana bahwa pemberian kulit buah kakao secara langsung dapat menurunkan berat badan ternak karena kandungan protein yang rendah dan kadar lignin dan selolusanya yang tinggi. Oleh karena itu sebelum di kasihkan ke ternak sebaiknya di fermentasi dulu untuk menurunkan kadar ligin yang sulit di cerna oleh hewan dan untuk meningkatkan nilai nutrisi yan baik bagi ternak dengan batasan kosentrasi dalam penggunaanya karena mengandung senyawa anti nutrisi theobromin.
I.                   Kandungan gizi
Dan kita ketahui bahwa kulit buah kakao ini merupakan hasil sampingan dari pemprosesan biji coklat dan merupakan limbah dari hsil panen yang cukup potensial untuk di jadikan salah satu pakan alternative ternak ruminansia.  Adapun kandungan gizi dari kulit buah kakao yaitu sebagai berikut :

Table 1. Kandungan zat gizi kulit buah kakao.
Komponen
1
2
3
Bahan kering
84,00 - 90,00
91,33
90,40
Protein kasar
6,00 - 10,00
6,00
6,00
Lemak
0,50 - 1,50
0,90
0,90
Serat kasar
19,00 – 28,00
40,33
31,50
Abu
10,00 – 13,80
14,80
16,40
BETN
50,00 – 55,60
34,26
-
Kalsium
-
-
0,67
Pospor
-
-
0,10
Keterangan :.1. Semit dan Adegbola (1982).2. Amirroenas (1990).3. Roesmanto (1991).

Kulit buah kakao mengandung alkaloid theobromin (3,7-dimethylxantine) yang merupakan factor pembatas dalam pemberian limbah kulit kakao sebagai pakan ternak. Table  theobromin dapat di liat pada table berikut :

Tabel 2. Kandungan theobromin pada bagian-bagian kakao
Bagian buah
Kakao
Kandungan theobromin (%)
Kulit Buah
0,17 – 0,20
Kulit Biji
1,80 – 2,10
Biji
1,90 – 2,0
   Sumber : Wong dkk (1988)

Limbah kulit buah kakao ini bisa di berikan pada ternak dalan keadaan segar atau dalam keadaan tepung. Untuk pemberian pada sapi bisa di berikan dalam keadaan segar dan kering yang di anginkan. Dan untuk pemberian pada ternak unggas sebaiknya di berikan dalam keadaan tepung  terlebih dahulu. Rekomendasi pemberian limbah kulit buah kakao bisa di lihat pada table berikut ini :

Table 3. Rekomendasi pemberian limbah kulit buah kakao
Jenis Ternak
Jumlah
Konsumsi
Bentuk Pemberian
Sapi
3 kg/eor/hari
Segar
Sapi
20% tepung pada pakan tambahan
Tepung
Kambing
2-3 kg/ekor/hari
Segar
Ayam
22% tepung pada ransum ayam
Tepung

Kandungan lignin yang tinngi ini menjadi masalah tersendiri dalam memilih kapang yang akan di gunakan. Kapang yang bisa di gunakan yaitu kapang yang mampu menghasilkan enzim ligniolitik yang mapu merombak an menghancurkan tekstur lignin (Delignifikasi) dinding sel. Dilignifikasi dapat terjadi dengan merombak dan melarutkan yang terkandung dalam kulit buah kakao. Ikatan ligninsilulosa dapat di putus oleh ligninase seperti lignin proksidase (LiP), mangan proksidase (MnP) dan laccase ( Takano et al.2004). enzim LiP dan MnP di hasilkan oleh organism salah satunya adalah P.chrysosporium.
Pada penelitian (Laconi 1998) mengatakan bahwa fermentasi limbah kulitbuah kakao dengan P.chrysosporium dapat menurunkan kandungan lignin sebesar 18,36%. Dengan melihat kemampuan P.chrysosporium dalam menghasilkan lignolitik dan selulotik.

Hasil yang di uji coba pada kambing
Pada percobaan yang di lakukan yaitu dilakukan pada ternak kambing untuk mengetahui pertambahan berat badan kambing yang di berikan limbah kulit buah kakao yang di lakukan di desa Ongko,kecamatan Campalagian,kabupaten polmas, menunjukan bahwa pertambahan berat badan kambing mencapai rata-rata 0,239 kg/hari/ekor. Dan di desa Baruga Dua, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majane, pertumbuhan berat badan kambing rata-rata menunjukan 0,184 kg/hari/ekor. Untuk lebih jelasnya bisa di lihat table di bawah ini :
Tabel 4. Berat badan kambing yang berada pada Desa Ongko, dan Desa Baruga Dua.

No

Uraian
Rata –rata (kg/hr/ekor)
Desa Ongko
Desa Baruga
1.
Berat badan ternak percobaan



·         Berat badan awal
12,875 kg
16,00 kg

·         Berat badan akhir
20,067 kg
21,53 kg

·         Petambahan berat badan
0.23 kg
0,184 kg
2.
Berat badan ternak kontrol



·         Berat badan awal
12,325 kg
15,11 kg

·         Berat badan akhir
15,797 kg
18,117 kg

·         Pertambahan berat badan
0,112 kg
0,97 kg
Tidak hanya petambahan berat badan saja yang terlihat pada ternak kambing yang di beri pakan limbah kulit buah kako akan tetapi ternak kambing lebih kelihatan bulu halus, mata berbinar dan sehat.

Analisa Dampak
Pada pemberian limbah kulit buah kakao para peternak telah memberikan limbah kulit buah kakao dalam bentuk segar dan bentuk tepung. Pmberian dalam bentuk segar  lebih mudan dan  mudah untuk di dapatkan. Akan tetapi pada pemberian dalam bentuk segar ini bisa mengakibatkan ternak mengalami keracunan karena kulit kakao yang masih segar mengandung racun yaitu alkaloid theabromin dimethyantine yang merupakan faktor pembatas pada pemberian ternak karena bisa menyebabkan keracunan pada ternak. Sehingga harus ada perlakuan kahusus sebelum di onsumsi oleh ternak.
Hasil penelitian (Baharrudin,2007), pada ternak kambing menunjukan pemberian kulit buah kakao yang segar dan di keringkan dengan sinar matahari secara langsung atau tanpa di fermentasi dulu mengakibatkan penurunan berat badan pada ternak, karena rendahnya kandungan protein pada kulit buah kakao yang segar dan tingginya kandungan lignin dan selulosanya. Oleh karena itu sebelum pemberian pada ternak sebaiknya di fermentasi terlebih dahulu untuk mengurangi tingginya kandungan kadar lignin dan untuk meningkatkan nilai nutrisinya, akan tetapi tetap harus di perhatikan batasan konsentrasi pemberianya karena adanya senyawa anti nutrisi theobromin. Kulit buah kakao mengandung alkaloid theabromin (3,7 dimethylxantine) yang merupakan factor pembatas pada pemberian limbah kulit kakao sebagai pakan ternak.
Smith dan Adegbola (1982), menyatakan kandungan nutrisi pada kulit buah kakao yaitu : BK 84,00 – 90,00, PK 6,00 – 10,00, Lemak 0,50 – 1,50, SK 19,00 – 28,00, Abu 10,00 – 13,80, dan BETN 50,00 – 55,60,
Ratna (2004), menyatakan bahwa limbah kulit buah kako cocok di manfaatkan sebagai pakan tambahan protein ternak ruminansia pada pakan basal. Karena kandungan protein kasar tinggi yaitu 14-22%, serat kasar relative rendah 13-26%, tetapi kandungan lemaknya tinggi yaitu 3-9% yang kurang baik untuk proses pecernaan.
Sianipar (2007), menyatakan pada pengelolaan limbah kulit buah kakao menjadi silase dapat meningkatan kecernaan dan kandunan protein, dan penyimpananya juga dapat relative lama yaitu 2-3 bulan. Dan penggunaan optimalnya sebesar 20% bahan kering dalam ransum atau sebesar 60% dalam pakan penguat sebagai pakan kambing loal yang sedang tumbuh.

Kesimpulan
Limba kulit buah kakao  memiliki peranan yang cukup penting dan cukup berpotensi dalam penyediaan bahan pakan untuk ternak, apalagi pada saat musim kemarau. Karena Kulit buah kakao memiliki kandungan gizi sebagai berikut : BK 88 %, PK 8 %, Sk 40 %, TDN 50,8 %. Akan tetapi pemberian kulit buah kakao secara langsung dapat menurunkan berat badan ternak karena kandungan protein yang rendah dan kadar lignin dan selolusanya yang tinggi. Oleh karena itu sebelum di kasihkan ke ternak sebaiknya di fermentasi dulu untuk menurunkan kadar ligin yang sulit di cerna oleh hewan dan untuk meningkatkan nilai nutrisi yan baik bagi ternak dengan batasan kosentrasi dalam penggunaanya karena mengandung senyawa anti nutrisi theobromin. Oleh karena itu untuk memanfaatkan limbah kulit buah kakao agar menjadi paka ternak yang memiliki kandungan nilai nutrisi yang tinggi perlu melalui proses fermentasi terlebih dahulu.

Daftar Pustaka
1.      Anonim, 2001. Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Sebagai Pakan Kambing. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. Lembar Informasi Pertanian (Liptan).
2.      Anonim. 2005. Kakao Plus Ternak, Dongkrak Pendapatan Petani dalam. http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2005112901233833 diakses pada tanggakl 17 November 2008 pukul 20.31 WIB
3.      Anonim. 2006. Teknologi Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Kulit Kakao . Dalam http://sulsel.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=244&Itemid=217 diakses pada tanggakl 17 November 2008 pukul 20.34 WIB
4.      Anonymus 2001 : Pemanfaatan-limbah-kulit-buah-kakao-sebagai-pakan-kambing&catid=47:panduanpetunjuk-teknis-brosur-&Itemid=231
5.      Anonim. 2006. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Sebagai Pakan Kambing . Dalam. http://sulsel.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=229&Itemid=217 diakses pada tanggakl 17 November 2008 pukul 21.01 WIB
6.      Priyanto, D., A. Priyanti dan I. Inonu. 2004. Potensi dan Peluang Pola Integrasi Ternak Kambing dan Perkebunan Kakao Rakyat : Pemda Lampung.
7.      Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. 2004. Panduan Lengkap Budidaya Kakao. Agromedia Pustaka : Jakarta.
8.      Anonymus 2010 : Pengguunaan-kulit-buah-kakao-sebagai-pakan-ternak/
9.      Baharrudin , W. 2007. Mengelola kulit Buah Kakao Menjadi Pakan Ternak. http://Disnaksulsel.info/
10.  Haryati,T dan A.I. Sutiko. 1994. Peningkatan Kulit Buah Kakao melalui Bioproses dengan Beberapa Jenis kapang. Jurnal Ilmu dan peternakan.

44 comments:

putri anggraini said...

limbah kulit kakao (coklat) cukup banyak di daerah sya dan selama ini hanya dianggap sebagai sampah yang dapat menimbulkan bau yang amat sangat menyengat. sehingga kulit kakao ini jarang dimanfaatkan lagi oleh para petani, setelah dikumpulkan selanjutnya dibuang. setelah membaca tulisan ini saya jadi tahu, bahwa kulit kakao ini bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi.

LIVESTOCK said...

Betul loh Puput, limbah kulit kakao bisa dijadikan pakan. Masih banyak lagi limbah yang bisa dimanfaatkan.

wajuli haryadi said...

wajuli haryadi(e1c010014)
artikel ini sangat menarik sekali...namun yang jadi pertanyaan saya,apakah selain di berikan pada ternak ruminansia,,pakan tersebut juga bisa di berikan pada ternak unggas....??????

Redo Putra said...

limbah kulit kakao yg selama ini hanya dibuang, ternyata dapat di manfaatkan untuk paka ternak. informasi ini, sangat bermanfaat untuk peternak yg awam. tetapi dlm penggunaannya, peternak juga harus berhati-hati karena kandungan alkaloid theobromin didalam kulit kakao yang dapat berakibat buruk bagi ternak.

DADANG HIRAWAN(E1C010012) said...

saya tertarik mengenai penggunaan kulit buah kakao pada,ayam di artikel dijelaskan bahwa pada unggas dapat diberikan sampai 22% dari ransum dalam bentuk tepung,yang sebelumya di fermentasi sehingga dapat menurunkan kadar lignin sebesar 18,36%,apakah dengan proses fermentasi tersebut juga dapat meningkatkan kadar protein pada kulit kakao?dan bagaimana pengaruhnya terhadap alkaloid theobrominya?mohon penjjelasanya.

andi febianto Tulisan said...

saya tertarik info y...kebetulan di daerah saya belum ada di gunakan untuk diberikan kepada ternak...

Essy Agnesta Asdami said...

Ass..
Essy Agnesta Asdami (E1C011017) setelah membaca artikel ini saya beru mengetahui tentang limbah kakao yang bisa di jadikan pakan pada ternak dapat bermanfaat, selama ini saya hanya mengetahui hanya hasil coklat saja yang bermanfaat bagi makhluk hidup dan limbah coklatnya akan dibuang saja oleh produsen coklat, namun dengan artikel ini produsen akan memikir 2 kali untuk membuang limbah kulit kakao karena limbah tersebut juga dapat dimanfaatkan...

teguh rafian said...

dari artikel ini saya baru mengetahui bahwa selain kulit nanas, limbah udang, dan lumpur sawit fermentasi. limbah kulit coklat juga bisa digunakan. sehubugnan dengan limbah, ada yang ingin saya tanyakan. apakah bisa pak,limbah tekstil, baju, dll dijadikan sebagai pakan ternak pak?

Dewi C said...

saya tertarik dengan lmbah kulit buah kakao tuk sebagai pakan ternak,karena ini dapat mengutungkan peternak

dori nuringgani pratama E1C011093 said...

setelah saya baca artikel ini saya dapat menyimpulkan bahwa limbah kulit kakoa ( coklat).limbah kulit kakao (coklat) cukup banyak di daerah sya dan selama ini hanya dianggap sebagai sampah yang dapat menimbulkan bau yang amat sangat menyenga

Muhammad afris camlinoti said...

artikel yang baguss..

mungkin ini bisa dijadikan acuan bagi para peternak ruminansia maupun para mahasiswa yang ingin penelitian mengenai ini..

menurut saya kako itu sangat bagus jika diberikan ke ruminansia karena memiliki BK 88 %, PK 8 %, Sk 40 %, TDN 50,8 %.. meskipun tidak terlalu tinggi

anton saputra said...

semoga dengan adannya pemanfaatan limbah ini dapat membantu peternak untuk mencapai berat badan ternak yg ideal dan dengan pemanfaatan limbah kakao ini harus betul-betul sesusai dengan peneletian karena nantinya dapat mempengaruhi berat badan

Eko handiko saragih(e1c011082) said...

saya baru tau pak selain limbah kakao bisa di buat menjadi pupuk tanaman ternyata kalau limbah kulit kakao itu bisa juga di ubah menjadi pakan ternak yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi .bagaimana dengan tingkat kecernaan unggas terhadap limbah dari kulit kakao ini? terimakasih pak atas infonyaa.

deni febriadi said...

libah yang kita agap tidak berguna ternyata bisa di manfaatkan sebagai pakan ternak,,apakah limbah yang lain bisa digunakan sebagai pakan ternak

Arif Rusman said...

E1C011055, wah artikel yang menaraik pak. pakan yang sangat bagus pak itu untuk ternak sealain mengurangi pengeluaran biaya, kuit kakao juga menandung gizi yang sangat bagus untuk proses pertumbuhan pada ternak. terima kasih

riko herdiansah said...

ow ternyata limbah kakao selain jadi pupuk, juga bisa di manfaat kn untuk pakan........
trma ksih artikelnya pak...

Dodi sismanto said...

Dodi sismanto (E1C011069)
Artikel yang menarik ,saya baru mengetahui bahwa Limba kulit buah kakao memiliki peranan yang cukup penting dan cukup berpotensi dalam penyediaan bahan pakan untuk ternak, apalagi pada saat musim kemarau. saya kira coklat hanya untuk manusia

Delina S Girsang(E1C011033) said...

artikel ini menambah pengetahuan saya tentang limbah pertanian yang di manfaatkan menjadi pakn ternak.
ini sangat menarik bagi peternak bahwa peternak tidak usah lagi pusing-pusing untuk mencari susah payah pakan ternak,karna sudah banyak tersedia di limbah pertanian khususnya di indonesia.

vebby valentine said...

vebby valentine E1C011095
wahh saya baru mengetahui tentang buah kakao ini untuk pakan ternak dan para peternak tidak usah pusing untuk mencari susah paya untuk pakan ternak dan sangat bagus untuk ternak ruminansia

eka saputri said...

eka saputri (E1C011063)
Setelah membaca artikel ini saya tertarik dengan limbah kulitbuah kakao. yang mna pakan ini dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia semoga pakan ini dapat di laksanakan.

Anonymous said...

Darmawan
(E1C011027)
artikel ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang berkebun buah kakao ,sebab di daerah saya kulit kakao di buang begitu saja , terimakasih atas artikel nya pak .

Radiyostri said...

Radiyostri (E1C011071)
.
Artikel ini isinya hampir sama dengan buku yang saya baca, yaitu tentang pengolahan limbah perkebunan, salah satunya limbah kulit kakao. Artikel ini juga sangat berguna, khususnya untuk membuat konsentrat alternatif sendiri, untuk membuatnya harus memahami artikel ini maupun literature-literature lain yang berhubungan.
Terima kasih..

Indra Mustika said...

ass,
Indra Mustika(E1C011020)
Setelah membaca artikel ini saya baru mengetahui bahwa limbah kakao dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia, semoga dengan adanya artikel ini membantu peternak untuk memanfaatkan limbah kakao tersebut.
terima kasih.

Essy Agnesta Asdami said...

Ass...
Essy Agnesta Asdami (E1C011017)
Setelah membaca artikel ini saya baru mengetahui limbah kulit kakao dapat dijadikan paka ternak ruminansia, karena selama ini limbah kulit kakao hanya dibuang saja...
terima kasih

Asti Yosela Oktaviana said...

Asti Yosela (E1C011096)sangat bermanfaat bagi para peternak yang berada di daerah yang mempunyai banyak pohon kakao karena tidak sedikit masyarakat pada umumnya hanya memanfaatkan buahnya saja sedangkan kulitnya hanya d buang dan berserakan menjadi sampah.

SEPTIA HERLINA,E1C011001 said...

artikelnya menarik ternyata banyak juga limbah yang bisa dimanfaatkan dan dijadikan bahan ternak,,salah satunya pemanfaatan kulit buah kakao, ternyata memilki kandungan gizi didalamnya,dan ternyata saya juga baru mengetahui bahwa kulit buah kakao tenyata bisa diberikan ke ternak dalam keadaan segar maupun dalam bentuk tepung, dan bisa diberikan pada ternak ruminansia dan unggas,,tapi harus dilakukan fermentasi dahulu untuk mendapatkan nilai kandungan yang nutrisi yang tinggi,,
Saya jadi ingin tahu bagaimana cara proses fermentasi kulit buah kakao,
wah ini bisa dijadikan alternatif yang bagus dan bisa diterapkan dalam masyarakat,,

Siswanto endang said...

siswanto E1C011061
Limba kulit buah kakao memiliki peranan yang cukup penting dan cukup berpotensi dalam penyediaan bahan pakan untuk ternak, apalagi pada saat musim kemarau, namun kakao tidak bisa langsung dimakan oleh ternak harus memalui beberapa proses.

brilian putra pamungkas said...

(E1C011087)
coklat tidak hanya enak rasa buahnya, namun juga kaya manfaay pada limbahnhya...tapi masih tergolong susah menemukan buah coklatnya pak, , ,

Sandi Eka said...

SANDI EKA PUTERA (E1C011005)

Dari artikel ini saya baru mengetahui bahwa selain kulit nanas, limbah udang, dan lumpur sawit fermentasi. limbah kulit coklat juga bisa digunakan. mengingat di daerah saya banyak sekali limbah kakao (coklat) yang terbuang percuma, mungkin hal ini perlu dikembangkan agar para petani bisa mengolahnya juga untuk pakan ernak, terimakasih

Redo putra E1C010018 said...

Ternyata limbah kulit kakao yg selama ini hanya dibuang, ternyata dapat di manfaatkan untuk pakan ternak terlebih lagi apabila kulit kakau tersebut difermentasikan ,, sehuinga sangat berfotensi untuk meningkat kandungan protein dan menurun kan kandungan lignin yang terdapat pada limbah kulit kakau,. informasi ini, sangat bermanfaat untuk peternak yg awam. tetapi dlm penggunaan Femanfaatannya peternak juga harus berhati-hati seblum di berikan kpada ternak karena kandungan alkaloid theobromin didalam kulit buah kakao yang dapat berdamapak buruk bagi ternak.

muhammad yusuf said...

muhammad yusuf (e1c010008)
dari artikel ini saya baru tahu kalau ternyata imbah kakau itu sangat baik untuk pakan ternak. terimakasih banyak...

Anonymous said...

achmad setia purba
E1C010004

saya sngat stuju dngan artikel ini .
jdi ckrng saya tau bahwa kulit coklat itu dapat dipakai sbagai pakna ternak .

Anonymous said...

Frenki Sembiring/E1C010063

emmm Kulit coklat jarang di manfaatkan oleh kita, selain itu masyarakat juga banyak yg belum tau manfaat bagi kulit kakao ini. Oleh sebab itu kita mahasiswa peternakan harus membuktikan bagi masyarakat luas kegunaan kulit kakao ini. supaya kulit kakao ini di jadikan bermanfaat bukan di jadikan sampah.

Anonymous said...

Frenki Sembiring/E1C010063

emmm Kulit coklat jarang di manfaatkan oleh kita, selain itu masyarakat juga banyak yg belum tau manfaat bagi kulit kakao ini. Oleh sebab itu kita mahasiswa peternakan harus membuktikan bagi masyarakat luas kegunaan kulit kakao ini. supaya kulit kakao ini di jadikan bermanfaat bukan di jadikan sampah.

Anonymous said...

fitri eviantyta.simarmata (E1C010021)
benar selama ini kulit kakao tidak pernah dimanfaatkan terlebih para petani,setelah isi kakao diambil kulitnya hannya dibuang begitu saja. setelah membaca blok ini pengetahuan saya semakin bertambah,karna bahan ini sangatlah mudah didapatkan apalagi dikampung saya sangat berlimpah tanaman kakao.

adakah efek samping jika diberikan kepada ternak??

Anonymous said...

Hendri Afrizal (E1C008012)
Artikel ini isinya hampir sama dengan buku yang saya baca, yaitu tentang pengolahan limbah perkebunan, salah satunya limbah kulit kakao. Artikel ini juga sangat berguna, khususnya untuk membuat konsentrat alternatif sendiri, untuk membuatnya harus memahami artikel ini maupun literature-literature lain yang berhubungan.
Terima kasih

Anonymous said...

Hendri Afrizal (E1C008012)
Artikel ini isinya hampir sama dengan buku yang saya baca, yaitu tentang pengolahan limbah perkebunan, salah satunya limbah kulit kakao. Artikel ini juga sangat berguna, khususnya untuk membuat konsentrat alternatif sendiri, untuk membuatnya harus memahami artikel ini maupun literature-literature lain yang berhubungan.
Terima kasih

Anonymous said...

Hendri Afrizal (E1C008012)
Artikel ini isinya hampir sama dengan buku yang saya baca, yaitu tentang pengolahan limbah perkebunan, salah satunya limbah kulit kakao. Artikel ini juga sangat berguna, khususnya untuk membuat konsentrat alternatif sendiri, untuk membuatnya harus memahami artikel ini maupun literature-literature lain yang berhubungan.
Terima kasih

Anonymous said...

marisya tenti
limbah kulit buah kakao..menarik karena selama ini kulit biji kakao hanya di buang karna di anggap tidak berguna,tapi yang ingin saya tanyakan,jika itu di pakai untuk pakan ternak ruminan apakah getah yang terkandung pada kulit biji kakao tidak berbahaya untuk ternak?

Aan afrizal(E1C010006) said...

setelah membaca artikel bapak,saya mau tanya pak,apakah ada perbedaan kandungan nutrisi limba kulit kakao yang masih muda dgn kulit kakao yang sudah matang,soalnya kakao yang ada ditempat saya itu,kakao yang masih mudah sudah banyak yang dibuang dikarenakan biji kakao sudah habis di makan oleh tupai.

riska kurnia(E1C010024) said...

limbah kulit kakao memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi tetapi proteinnya yang rendah sehingga pemberian limbah kakao menurunkan BB,upaya yang dilakukan sebagaimana dijelaskan yaitu dengan difermentasi,,, untuk itu artikel ini sangat bermanfaat bagi kita semua yang ingin memanfaatkan limbah dalam membantu peningkatan kualitas pakan pada tenak...

Anonymous said...

denik pusnawati
hemmm..ternyata limbah kulit kakao bisa di jadikan pakan bagi ternak ruminansia.
zat apa saja yang terkandung dalam limbah kuliy kakao ini pak...

Anonymous said...

E1C010057
Leo Darno Nababan
artikel ini sangat bagus, menambah pengetahuan saya tentang limbah kulit kakao ini yang di manfaatkan menjadi pakn ternak.

Anonymous said...

LISNAWATI ANGGRAINI
E1C010039
apakah dengan fermentasi dapat menghilangkan semua kandungan thebromin yang ada dalam kulit kakao pak???

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...