Tuesday, July 10, 2012

PENGGUNAAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN DALAM RAMSUM TERNAK AYAM BROILER


 
Oleh : Erina Nuraini (E1C009044)
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Abstrak
Penggunaan akan pakan tambahan kini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas performans ayam broiler dan juga kualitas karkas yang baik. Kebutuhan tanaman obat sebagai pakan tambahan sudah sangat umum digunakan pada ransum ternak. Kandungan zat gizi yang diperlukan semakin tinggi menyebabkan kebutuhan bahan pakan semakin meningkat. Feed additif yang dapat digunakan dalam tambahan pakan ternak dapat berupa ekstrak, tepung, gel, dan lainnya. Gel lidah buaya (Aloe vera) dapat dimanfaatkan untuk  pakan ternak, mengandung zatzat yang dapat memacu metabolisme, seperti kelompok antrakuinon, berbagai mineral, vitamin, enzim dan asam amino yang dapat dijadikan imbuhan pakan alami.  Pemberian  gel lidah buaya (Aloe vera)  dengan dosis 0,50 gram per kilogram ransum menampilkan rasio konversi pakan terbaik yaitu 1,78 maka terjadi peningkatan efisiensi penggunaan ransum tersebut. Serta penambahan gel lidah buaya (Aloe vera) sebesar 0,75% dapat menurunkan kolesterol daging dada ayam broiler.
Kata kunci : lidah buaya (Aloe vera), ayam broiler, pakan tambahan.


Pendahuluan
Ternak unggas adalah penyumbang terbesar terhadap produksi daging nasional. Menurut Dirjen. Peternakan (2001) ternak unggas memberi sumbangan daging untuk kebutuhan nasional sebesar 56,6 % dan dari jumlah tersebut ayam ras pedaging menyumbang 35,6 %.
Salah satu bahan pangan yang sering di konsumsi  masyarakat berasal dari hasil peternakan, seperti daging broiler. Daging ayam broiler merupakan hasil peternakan yang cukup digemari karena rasa dan aromanya yang khas, kandungan gizinya dapat memenuhi kebutuhan tubuh manusia dan beraneka ragam cara pengolahannya. Sistem pemeliharaan ayam pedaging (broiler) umumnya dilakukan secara intensif yaitu dengan jalan mengkandangkan broiler secara terus- menerus selama pemeliharaan. Sistem pemeliharaan ini akan meningkatkan resiko terjadinya wabah penyakit, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam yang dipelihara terhadap berbagai infeksi penyakit. Ternak unggas adalah penyumbang terbesar terhadap produksi daging nasional. Menurut Dirjen. Peternakan (2001) ternak unggas memberi sumbangan daging untuk kebutuhan nasional sebesar 56,6 % dan dari jumlah tersebut ayam ras pedaging menyumbang 35,6 %.
Peningkatan nilai manfaat penggunaan dari pakan dapat dilakukan dengan memberikan bahan makanan tambahan. Bahan makanan tambahan tersebut dapat berupa zat gizi atau disebut dengan feed suplement dan zat non gizi atau feed additive. Imbuhan pakan atau feed additive adalah suatu bahan yang dicampurkan didalam pakan yang dapat mempengaruhi kesehatan, produktivitas maupun keadaan gizi ternak, meskipun bahan tersebut bukan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi. Imbuhan pakan yang sudah umum digunakan dalam industri perunggasan adalah antibiotik, enzim, prebiotik, probiotik, asam organik, flavor, pewarna dan antioksidan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pakan tambahan adalah spesifikasi pakan tambahan yang dibutuhkan ternak. Tujuan produksi ternak adalah pertimbangan utama untuk memberikan feed additive. Apabila tujuannya untuk penghasil daging, maka pakan tambahan yang dapat meningkatkan bobot badan dapat digunakan, apabila ingin memberikan warna yang menarik pada produk ternak, maka pemberian zat warna tertentu dapat dilakukan.
Banyak tanaman yang terdapat di Indonesia yang mempunyai potensi untuk dijadikan imbuhan pakan. Salah satu tanaman tersebut adalah tanaman yang dijuluki ‘miracle plant’ yaitu lidah buaya (Aloe vera) dan sudah banyak digunakan untuk kepentingan manusia.

Pengenalan Lidah Buaya (Aloe vera)
Klasifikasi ilmia Lidah buaya (Aloe vera) :
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Ordo                : Asparagales
Genus              : Asphodelaceae aloe
Spesies            : Aloe vera L.
Lidah buaya (Aloe vera) merupakan  tanaman  hias  yang  banyak memenuhi  pot  di  rumah-rumah,  Lidah buaya (Aloe vera) juga mudah ditanam di pekarangan atau lingkungan sekitar. Akan  tetapi  ternyata  lidah buaya merupakan  tanaman yang  memiliki  banyak  kandungan  zat  bermanfaat untuk kesehatan, kecantikan dan juga tambahan pakan ternak.
Daun lidah buaya (Aloe vera) sebagian besar berisi pulp atau daging daun yang mengandung getah bening dan lekat. Sedangkan bagian luar daun berupa kulit tebal yang berklorofil. Secara kuantitatif, protein dalam lidah buaya (Aloe vera) ditemukan dalan jumlah yang cukup kecil, akan tetapi secara kualitatif protein lidah buaya (Aloe vera) kaya akan asam-asam amino esensial terutama leusin, lisin, valin dan histidin. Selain kaya akan asam-asam amino esensial, gel lidah buaya (Aloe vera) juga kaya akan asam glutamat dan asam aspartat. Vitamin dalam lidah buaya (Aloe vera) larut dalam lemak, selain itu juga terdapat asam folat dan kholin dalam jumlah kecil (Morsy, 1991). Kandungan zat gizi yang terdapat pada gel (daging) lidah buaya (Aloe vera) cukup lengkap, di antaranya, vitamin A, B, C, E, choline, inositol, dan asam folat. Gabungan unsur vitamin dan mineral dalam tumbuhan ini berfungsi sebagai antioksidan alami yang antara lain mampu mencegah serangan jantung dan penuaan dini dengan menghindarkan kerusakan DNA akibat radikal bebas.
Tanaman ini banyak mengandung zatzat yang dapat memacu metabolisme, seperti kelompok antrakuinon, berbagai mineral, vitamin, enzim dan asam amino (Anderson, 1983, Heyne, 1987), oleh karena itu kemungkinan besar tanaman ini dapat dijadikan imbuhan pakan alami. Menurut Suryowidodo (1988), Saks et al.(1995) tanaman lidah buaya merupakan tanaman tegak dengan batang pendek sekitar 50 cm. Batang ini dikelilingi daundaun tebal berbentuk roset dengan ujungujung runcing mengarah ke atas. Lidah buaya (Aloe vera) termasuk sukulen (berdaun dan bergetah) dari suku Liliaceae. Lebih lanjut Riley (1959) dan Morsy, (1991) menyatakan bahwa komposisi kimia dan gizi lidah buaya terdiri dari saponin, polifenol (antrakinon dan tanin), mineral (Ca, K, Na, Mg, Mn, Zn, Cu, Cr), vitamin (B1, B2, B6, cholin niasinamida, asam folat, C, E dan betakaroten), mono dan polisakarida (sellulosa, glukosa, mannosa, dopontosa rhamosa), enzim (oksidase, amilase, lipase, katalase dan alkalinephosphatase), asam amino (lisin, threonin, valin, meteonin, leusin. isoleusin dan fenilalanin).

Ayam broiler
Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, masa panen pendek dan menghasilkan daging bersifat lunak, timbunan daging baik, dada lebih besar dan kulit licin (Rasyaf,1999). Untuk memperoleh ayam broiler dengan karkas dengan kualitas baik, dibutuhkan zat nutrisi yang lengkap dan seimbang  dalam ransumnya.  Kriteria karkas yang baik dapat dilihat dari bentuk tulang dada yang normal, melengkung, panjang, ramping seperti perahu, punggung rata, pertumbuhan daging paha, sayap, dan dada baik dan berisi, warna kuning dan cerah, daging lunak dan lentur, tekstur kulit halus, bau tidak amis, dan dagingnya banyak.
Penelitian lidah buaya (Aloe vera) sebagai bahan baku industri kosmetika dan pangan telah banyak dilakukan, namun untuk ternak masih jarang dilakukan. Menurut Bintang et al. (2001), pemberian lidah buaya (Aloe vera) dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Pemberian  gel lidah buaya (Aloe vera) dengan dosis 0,50 gram per kilogram ransum menampilkan rasio konversi pakan terbaik yaitu 1,78 maka terjadi peningkatan efisiensi penggunaan ransum tersebut.
Dalam pakan tambahan digunakan gel lidah buaya (Aloe vera) dalam bentuk segar dan kering. Pembuatan gel lidah buaya(Aloe vera) segar (GLBS) diawali dengan pemisahan gel segar dari kulit. Selanjutnya gel tersebut dihaluskan dengan blender dan disimpan dalam lemari pendingin sebelum digunakan. Sedangkan pembuatan gel lidah buaya (Aloe vera) kering (GLBK) diawali dengan pemisahan gel dari kulit. Selanjutnya gel lidah buaya (Aloe vera) tersebut dihaluskan dengan blender ditambah dengan pollard sebanyak 3% dari total gel kemudian dikeringkan. Campuran pollard dan gel lidah buaya (Aloe vera) dimasukkan kedalam oven dengan temperatur 60ºC sampai kering (kadar air 5-10 %).
Hasil penelitian Togatorop et al. (2001) menyatakan bahwa gel lidah buaya (Aloe vera) segar mengandung kadar air yang cukup tinggi yaitu 98%. Perbedaan konsumsi ransum ini erat kaitannya dengan kandungan air yang cukup tinggi pada lidah buaya (Aloe vera) segar, karena kandungan air yang terdapat pada GLBS akan mempengaruhi kadar air ransum. Disamping itu ransum yang dicampur lidah buaya (Aloe vera) segar lebih mengembang sehingga ayam yang mengkonsumsi GLBS lebih cepat kenyang karena kapasitas tembolok akan lebih cepat terpenuhi.

Tabel 1. Pengaruh bentuk fisik gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan ayam pedaging selama 5 minggu penelitian, (data M Silalahi et al/Animal Production)

Peubah yang diamati
Bentuk fisik
Dosis Lidah Buaya dalam ransum
Rataan
0,25
0,5
                1,00
1. Konsumsi ransum, g
GLBK
 2205 ± 95
 2228 ± 84
2196 ± 60
2210A ± 17
GLBS
2040 ± 67
2171 ±132
 2143 ± 50
2118B ± 69

Rataan
2123 ±117
2200 ± 40
2170 ± 38

2. PBB, g
GLBK
1220 ± 56
1192 ± 51
1189 ± 67
1200A ± 17

GLBS
1119 ± 75
1074 ± 56
1083 ± 43
1092B ± 24

Rataan
1170 ± 71
1133 ± 83
1136 ± 75

Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama untuk tiap peubah yang diamati
menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) PBB = Pertambahan Bobot Badan

Perbedaan pertambahan bobot badan ayam yang mengkonsumsi GLBK dengan GLBS, tidak terlepas dari jumlah konsumsi ransum ayam yang diberi perlakuan GLBK lebih tinggi daripada jumlah konsumsi ransum yang mengandung GLBS.

Mortalitas
Pada pemeliharaan ayam pedaging selama 5 minggu penelitian tidak ditemukan adanya kematian pada ayam penelitian untuk semua perlakuan baik kontrol maupun yang diberi lidah buaya. Tidak ditemukannya ayam yang mati pada penelitian ini karena sistim manajemen yang digunakan selama penelitian cukup baik, seperti pemberian vaksinasi ND dan IBD secara oral maupun suntikan, pemberian obat anti stress serta didukung oleh lingkungan dan sistim kandang tertutup yang baik sehingga temperatur dapat diatur sesuai dengan kebutuhan ayam penelitian.
Menurut Mugiyono et al. (1991) dan Saptono (1995) menjelaskan bahwa persentase karkas berhubungan erat dengan bobot badan akhir, pertumbuhan dan kualitas pakan yang dikonsumsi. Pertumbuhan dan berat badan akhir semakin meningkat, maka persentase karkas juga akan semakin meningkat pula. Dari hasil penelitian (Lukitasari dkk,2007) menunjukkan bahwa penambahan gel lidah buaya dalam pakan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kolesterol daging dada.
Peran lidah buaya (Aloe vera) kini akan semakin dinikmati sebagai tanaman yang berguna bagi ternak dan tidak hanya sebagai obat-obatan dan bahan baku kosmetik. Tentunya dengan dosis atau takaran yang telah ditentukan akan dapat meningkatkan performans dan kualitas karkas dari ayam broiler.

Kesimpulan
            Tanaman lidah buaya (Aloe vera) tidak lah lagi hanya menjadi tanaman obat-obatan dan bahan baku kosmetik, kini juga dapat menjadi pakan tambahan pada ransum ternak, dapat digunakan dalam bentuk gel lidah buaya (Aloe vera) segar dan gel lidah buaya (Aloe vera) kering. Perbedaan pertambahan bobot badan ayam yang mengkonsumsi GLBK dengan GLBS, tidak terlepas dari jumlah konsumsi ransum ayam yang diberi perlakuan GLBK lebih tinggi daripada jumlah konsumsi ransum yang mengandung GLBS. Pemberian  gel lidah buaya (Aloe vera) dengan dosis 0,50 gram per kilogram ransum menampilkan rasio konversi pakan terbaik yaitu 1,78 maka terjadi peningkatan efisiensi penggunaan ransum tersebut. Serta penambahan gel lidah buaya (Aloe vera) sebesar 0,75% dapat menurunkan kolesterol daging dada ayam broiler.
Daftar Pustaka

Furnawanthi, I. 2002. Khasiat dan Manfaat Lidah Buaya Si Tanaman Ajaib. Edisi I  PT Agro Media Pustaka. Jakarta.
Kamal, M. 1992. Pakan ternak Non Ruminansia. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Murtidjo, B. A.  2006. Pedoman Beternak Ayam Broiler. Kanisius. Yogyakarta.

Purbaya,  Y.  T.  2003.  Mengenal  dan  Memanfaatkan  Khasiat  Aloe  vera.  CV Pioner Jaya. Bandung.
Rakhmani. 2004. Profil Kandungan Total Fenol dan Emodin Gel Lidah Buaya Yang Diawetkan. Jurnal Ilmu dan Veteriner Edisi Agustus Volume 9 No 3 Balai Penelitian Ternak. Bogor

Rasyaf, M. 1999. Beternak Ayam Pedaging. Cetakan Keemp[at Belas. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rasyaf, M. 2003. Makanan Ayam Broiler. Edisi 7. Kanisius Yogyakarta.

Silalahi, M. 2001. Penggunaan Lidah Buaya Aloe vera Barbadens Kering dan Segar Sebagai Imbuhan Pakan dan Pengaruhnya terhadap Performans Ayam Pedaging. Animal Production. Bogor

Suryowidodo CW. 1988. Lidah Buaya (Aloe vera Linn) Sebagai bahan baku Industri. Warta Hasil Industri Pertanian. 5(2) : 6671.

38 comments:

putri anggraini said...

artikel yang memberikan saya sebuah informasi yang cukup menarik tentang penggunaan gel lidah buaya sebagai pakan tambahan dalam ransum ternak broiler. dimana gel lidah buaya ini dapat meningkatkan nilai efisiensi pakan broiler dan menurunkan kadar kolestrol daging dada broiler. saya ingin bertanya, apa yang menyebabkan terjadinya penurunan kolestrol hanya pada daging bagian dada saja dan apa yang menyebabkan penurunan kadar kolestrol tersebut?
terima kasih.

wajuli haryadi said...

wajuli haryadi(E1C01001)
saya sangat setuju sekali bahwa penggunann pakan tambahan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas performans ayam broiler dan kualitas karkas yang baik. tapi bagaimana mendapatkan tanaman lidah buaya tersebut dengan mudah dan banyak pak,,,,,sedangkan setahu saya tanaman lidah buaya di wilayah Bengkulu sendiri tanaman tersebut sudah jarang di temukan,,

wajuli haryadi said...

dalam artikel tersebut,,,di katakan bahwa jel lidah buaya dapat menurunkan kolesterol pada daging dada ayam broiler....apakah hanya bagian daging dadanya saja yang kolesterolnya dapat diturunkan,, sedangkan bagian lainya tidak....???

vera aprilianti / E1C010020 said...

terima kasih buat pak urip yang telah menambahkan wawasan baru buat saya..
lidah buaya selama ini yang saya ketahui hanyalah tanaman hias atau sering digunakan untuk melebatkan rambu,
tetapi sekarang, gel lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ternak,
seandainya banyak masyarakat yang pahan akan hal ini, saya yakin lidah buaya akan menjadi tanaman yang akan dikembang biakkan

yusuf kurniawan said...

asmlaikum,artikel ini cukup menarik pak, untuk lidah buaya sendiri mungkin dapat diterapkan di tempat yang banyak ditanam/ditumbuhi lidah buaya.

Anonymous said...

Agus Sutrisno (EIC009030)

Artikel yang menarik buat saya
Saya baru tahu ternyata pada lidah buaya kaya akan asam-asam amino esensial terutama leusin, lisin, valin dan histidin. Selain kaya akan asam-asam amino esensial, gel lidah buaya (Aloe vera) juga kaya akan asam glutamat dan asam aspartat.

teguh rafian said...

artikel sangat menarik bagi saya
saya baru mengetahui bahwa gel lidah buaya juga dapat dijadikan pakan.

M Andriansyah said...

M.andriansyah
setelah saya baca ternyata lidah buaya juga dapat meningkatkan efisiensi ransum pakan? artikel ini sangat baik di adakan pnyuluhan tentang pemanfaatan lidah buaya ke masyarakat karena lidah buaya ini bnyak di jumpai di sekitar kita,karena masyarakat awam kurang memahami dan mengetahui bahwa lidah buaya sangat bermanfaat,, yang saya dengar lidah buaya di kalangan masyarakat dimanfatkan sebagai vitamin rambut ,, dan juga sebagai makanan ringan yakni permen lidah buaya,,,

Dewi C said...

saya sangat setuju dengan penmbahan jel lidah buaya dapat meningkat perfomance ayam broiler,sehingga dapat mengutungkan peternak

Adi Susanto said...

adi susanto
artikel ini sangat menarik,yang telah memberikan saya informasi yamg bermanfaat,dimana gel lidah buaya ini dapat meningkatkan efisiensi pakan ayam broiler dan menurunkan kolestrol daging dada broiler.

dori nuringgani pratama E1C011093 said...

artikel ini membuat saya tahu lebih dalam begitu banyak daun2 yg di gunakan untuk paka ternak di dalam pakan tersebut terdapat begitu banayk protein ,,pada lidah buaya yg menurun kan kadar kolestrol pada ayam boiler

pinda rahayu said...

artikel ini cukup menarik pak....memberi pengetahuan baru bagi saya setelah baca artikel ini
Tapi saya ingin bertanya pak,adakah zat dalam gel lidah buaya yang tidak dibutuhkan oleh ternak??kalau ada,apa apa saja pak?terima kasih

rosmalina sidauruk said...

sungguh artikel yang sangat bagus ternyata banyak sekali yang dapat digunakan sebagai pakan ternak benar-benar artikel yang memberi informasi yang menarik bagi dunia peternakan.......saya yakin pasti akan ada terbitan artikel-artikel baru tentang berbagai limbah perkebunan dan pertanian yang dapat dijadikan sebagai pakan ternak.....

Arif Rusman said...

E1C011055* wah ide yang bagus pak bila pemberian lidah buaya akan menambah karkas pada ayam. selain itu juga lidahbuaya bisa juga untuk buat manisan.na yang saya belum tahu pak kulit luarnya itu bisa juga di jadikan sebagai pakan dan mengandung zata apa pak?
terima kasih

Binti Nurkhasanah E1C011051 said...

artikel yang menambah pengetahuan saya bahwa gel lidah buaya dapat dijadikan pakan ternak.Tapi apakah ekonomis dalam pembuatan pakan dari gel lidah buaya tersebut?

riko herdiansah said...

Saya baru mengetahui ternyata gel lidah buaya juga dapat meningkatkan nilai efisiensi pakan broiler dan menurunkan kadar kolestrol daging dada broiler.
trmaksh atas artikelnya pak.....
riko herdiansah
e1c011065

okky tarmanda said...

yang saya tahu selama ini lidah buaya bermanfaat untuk menyuburkan rambut manusia pak tapi ternyata setelah saya membaca artikel ini gel lidah buaya bermanfaat juga untuk pakan tambahan dalam ramsum ternak ayam broiler.

okky tarmanda said...

yang saya tahu selama ini lidah buaya bermanfaat untuk menyuburkan rambut manusia pak tapi ternyata setelah saya membaca artikel ini gel lidah buaya bermanfaat juga untuk pakan tambahan dalam ramsum ternak ayam broiler.

SEPTIA HERLINA,E1C011001 said...

Artikel ini Sangat Bermanfaat ternyata ada Manfaat lain dari gel lidah buaya ,,
Ternyata gel lidah buaya tidak hanya bermanfaat bagi manusia ternyata juga bisa di manfaatkan untuk sebagai pakan tambahan dalam ransum ternak khususnya untuk ternak ayam boiler dari artikel yanng dibaca Gel lidah buaya meningkatkan nilai efisiensi pakan broiler dan menurunkan kadar kolestrol daging dada ayam broiler.
sangat menarikk .. terima kasih

Noviandi Erlangga (E1C011019) said...

Setelah mmbaca artikel ini banyak informsi yang saya dapatkan,,ternyata gel lidah buaya dpt dimnfaatkn utk pakan tambahan..gel ini dapat di berikan dlm keadaan segar ataupun kering, jumlah konsumsi ransum ayam yang diberi perlakuan GLBK lebih tinggi daripada jumlah konsumsi ransum yang mengandung GLBS.,nah yg ingin sya tnykn apa perbedaan kandungan nutirisi antra GLBK dan GLBS tersebut,,sehingga dlm pemberian utk broiler GLBK lebih tinggi dibanding GLBSnya?
maksih,

Radiyostri said...

Radiyostri (E1C011071)
.
Artikel yang sangat bagus dan menarik. Tapi bagaimana cara pengolahannya pak ?

darmawan (EC011027) said...

artikel ini sangat bagus pak dan menambah pengetahuan saya dari artikel ini ada yang menarik yaitu gel lidah buaya dapat menurunkan kolestrol daging dada ayam broiler.

Dewi Puspitasari said...

Dewi Puspitasari ( E1C011090 ) artikel yang menarik , karena saya termasuk penghobi tanaman lidah buaya ( aloe vera ), selain warna nya yang hijau juga mengandung gel di dalam tanaman tersebut banyak manfaat nya menurut sepengetahuan saya , bisa di olah menjadi makanan, obat - obatan dan yang sering sya jumpai sebagai bahan shampo, dan ternyata bisa juga untuk tambahan ransum ayam, apalagi bisa menurun kan kolesterol 0,75 % pada bagian dada. akan bagus jika di terap kan tentunya paling cocok bagi tempat atau daerah yang banyak tanaman lidah buaya nya,terimaksih

Dewi Puspitasari said...

Dewi Puspitasari ( E1C011090 ) artikel yang menarik , karena saya termasuk penghobi tanaman lidah buaya ( aloe vera ), selain warna nya yang hijau juga mengandung gel di dalam tanaman tersebut banyak manfaat nya menurut sepengetahuan saya , bisa di olah menjadi makanan, obat - obatan dan yang sering sya jumpai sebagai bahan shampo, dan ternyata bisa juga untuk tambahan ransum ayam, apalagi bisa menurun kan kolesterol 0,75 % pada bagian dada. akan bagus jika di terap kan tentunya paling cocok bagi tempat atau daerah yang banyak tanaman lidah buaya nya,terimaksih

Sandi Eka said...

SANDI EKA PUTERA (E1C011005)

Wahh ternyata lidah buaya juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ransum ternak seperti kita ketahui lidah buaya selama ini hanyalah tanaman hias atau sering digunakan untuk melebatkan rambu,
tetapi sekarang, gel lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ternak,
ini sangat perli dikembangkan pak , terimakasih

Anonymous said...

Suryadi (E1C010048)

Terimaksih pak atas informasinya,,,ternyata lidah buaya kaya akan kandungan-kandungan yang dapat membantu dalam performan yang di inginkan peternak untuk pemeliharaan ternak ayam bloiler...,

Anonymous said...

fitri evianyta.s (E1C010021)
ooh, ternyata lidah buaya memiliki banyak fungsi, selain dari sebagai bahan pakan tambahan ternak ayam broiler juga dapat digunakan bahan untuk sampo,condicioner dan bahan creambath.

Anonymous said...

Desi Rustiani (E1C010027)

wahhh ternyata penggunaan lidah buaya selain sebagai kosmetik dan bahan baku tanaman namun juga bisa digunakan sebagai pakan tambahan pada unggas,dan dapat meurunkan kolesterol darah juga lhoooo ;)

Anonymous said...

Irone Wahyulu (E1C010009)
dari artikel diatas dijelaskan bahwa penggunaan jel lidah buaya dapat mengurangi kadar kolestrol pada bagian dada unggas, jika pemberiannya lebih banya dari ini apakah bisa mengurangi kolestrol pada daging ayam secara keseluruhan.?

DADANG HIRAWAN (E1C010012) said...

artikel ini sangat menarik, ternyata gel lidah buaya dapat meningkatkan efisensi pakan sehingga menjadi sebuah trobosan yang cukup bagus untuk menekan biaya pakan yang dewasa ini semkin tinggi terlebih lagi penggunanya dapat menurunkan kadar kolestrol.

riska kurnia(E1C010024) said...

riska kurnia (E1C010024)

ternyata lidah buaya selain dimanfaatkan untuk memproleh prodk seperti nata,, lidah buaya juga bisa diberikan kepada ternak karena kandungan air nya yang cukup banyak dan memilki manfaat yang baik bagi ternak.

Anonymous said...

RYONA PEFTI P\E1C010044

Dari artikel ini saya jadi mmengetahui banwa lidah buaya tidak hanya digunakan untuk menghitam kan dan melebatkan rambut kita(manusia),tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk ternak.
jika lidah buaya itu dapat juga di manfaat kan untuk unggas bagaimana cara kita untuk mendapatkan lidah buaya tersebut pak,sedangkan di bengkulu saya lihat tanaman ini tidak terlalu digemari masyarakat untuk ditanam atau dilestarikan.

Anonymous said...

denik pusnawati (e1c010026)
hemm menarik sekali artikel ini..
dan saya baru tahu kalau gel lidah buaya dapat menjadi pakan ternak terutama ayam broiler..
tetapi apakah semua jenis ayam bisa di beri pakan gel lidah buaya ini pak...

Anonymous said...

Assalamualaikum Wr.Wb.
Essy Agnesta Asdami (E1C011017) Penyajian Ilmiah

Penggunaan gel ini rupanya bisa digunakan untuk tambahan pakan dan bisa menurunkan kadar kolesterol bagian dada ayam. penambahan pakan ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat apalagi banyak yang kita ketahui bahwa tumbuhan lidah buaya mudah ditemukan disekitar kita.

Anonymous said...

nama : LIZA TRI STINI
NPM : E1C011052

Dari artikel tersebut diketahui bahwa Gel lidah buaya (Aloe vera) dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, mengandung zat‐zat yang dapat memacu metabolisme, seperti kelompok antrakuinon, berbagai mineral, vitamin, enzim dan asam amino yang dapat dijadikan imbuhan pakan alami. Pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) dengan dosis 0,50 gram per kilogram ransum menampilkan rasio konversi pakan terbaik yaitu 1,78 maka terjadi peningkatan efisiensi penggunaan ransum tersebut.

Pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) dengan dosis 0,50 gram per kilogram ransum maka terjadi peningkatan efisiensi penggunaan ransum tersebut.. , apabila pemberian gel kurang atau melebihi dosis maka efek nya apa pak?

kurniawan saputra said...

Kurniawan Saputra (E1C014001)
Saya baru tau kalo Aloe vera bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, saya rasa dengan khasiat atau manfaat yang terkandung didalam aloe vera ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan berbagai kandungan yang ada di dalamnya, aloe vera dapat menjadi alternatif pakan ternak jika digunakan sesuai takaran dan tidak melebihi batas penggunaan seperti yang telah disebutkan di artikel ini. Ilmu baru bagi saya, terimakasih pak

Anonymous said...

Renus H. Panjaitan / E1C011048
MK. Nutrisi Ternak Monogastrik

Dari artikel ini saya baru tahu bahwa lidah buaya sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas performans ayam broiler dan juga kualitas karkas yang baik.
Artikel ini sangat menarik dan sangat bermanfaat..
Terimakasih Pak.. :D

kharisma kandida purba said...

Kharisma Kandida (E1C013097)
MK.Nutrisi Ternak Monogatrik
Ternyata lidah buaya pun bermanfaat untuk unggas. Tetapi apakah tidak sulit mendapatkan lidah buaya apa lagi dalam jumlah banyak pak? Dan gel lidah buaya kering itu seperti apa ?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...