Wednesday, March 20, 2013

“Efisiensi Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas Pada Peternakan Rakyat”



Oleh : Yusuf Kurniawan
 
ABSTRAK
Dengan kondisi cadangan energy utama ( Minyak bumi ) Indonesia sebesar 8.4 miliar barel ( IPB. 2008 ) yang dipresiksi akan habis 18 tahu kedepan maka perlu dalukan usaha – usaha untuk mengantisipasi terjadinya defesiensi bahan bakar yang akan menyebakkan lumpuhnya perekonomian Nasional. Salah satu langkah yang telah dilakukan yaitu dengan menyiapkan energy alternative yang dapat diperbaharui berupa Bio-diesel, Bio-ethanol, Bio-oil, dan Biogas. Untuk biodiesel jumlah terpasang masih 1 persen dari potensi yang bisa dimanfaatkan di Indonesia (Teguh Wikan Widodo, Ana N., A.Asari dan Astu Unadi, 2006) dengan banyak manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan Biodegister / instalasi biogas (Teguh Wikan Widodo, Ana N., A.Asari dan Astu Unadi, 2006) dan juga nilai ekonomis dari pemasangan instalasi bogas ini (Hendra Siswahyudi. 2010) maka usaha ini sangat baik untuk diterapkan di peternakan rakyat.
Kata kunci : kotoran ternak, biogas.


PENDAHULUAN
Pada era saat ini ketersediaan akan bahan bakar fosil semakin menipis. Ini ditunjukkan dengan cadangan minyak bumi Indonesia yang hanya Sembilan milyar barel ( IPB. 2008 ) yang diperkirakan habis selama 18 tahun dengan laju produksi rata – rata 500 juta barel pertahun. Hal ini semakin diperburuk lagi dengan konsumsi bahan bakar yang semakin meningkat oleh karena terus bertambahnya populasi manusia dan meningkatnya teknologi yang di buat oleh manusia. Dimana setiap teknologi yang ada itu membutuhkan energy berupa bahan bakar.

Tabel 1. Posisi energy fosil utama Indonesia ( 2007 )
Jenis energy fosil
sumberdaya
cadangan
produksi
Rasio CAD/prod ( tahun)*)
Minyak bumi
56.6 miliar barel
8.4 miliar barel **
348 juta barel
24
Gas bumi
334.5 TSCF
165 TSCF
2.7 TSCF
61
Batu bara
93 miliar ton
18.7 miliar ton
250 juta ton
75
Coal bedmethane
453 TCF



*) dengan asumsi tidak ada penemuan baru
**) termasuk blok cepu
Sumber : IPB (2008)

Sementara dilain sisi banyak potensi energy alternative pengganti bahan bakar fosil yang belum termanfaatkan secara maksimal. Energy tersebut berupa Bio-diesel, Bio-ethanol, Bio-oil, dan Biogas, dimana energy-energi tersebut merupakan hasil pengolahan bahan-bahan yang terbilang cukup mudah diperoleh di Indonesia.


Tabel 2. Berbagai energy alternative pengganti bahan bakar fosil
Jenis bahan bakar biomassa
Penggunaan
Bahan baku
bio-diesel
Pengganti solar (petro-diesel)
Minyak nabati (CPO, minyak jarak, dll)
Bio-ethanol
Pengganti bensin (gasoline)
Pati/gula (tanaman tebu, ubi, sagu, sorgum, dll)
Bio-oil
Pengganti minyak tanah (kerosene) penggantii HSD
Minyak nabati biomassa (dengan proses pirolisis)
Biogas
Pengganti minyak tanah (kerosene)
Biomassa/limbah biomassa cair (kotoran ternak, limbah agroindustri, dll)
Sumber : IPB 2008

Terkhusus untuk biogas untuk saat ini telah mulai dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Namun jumlah terpasang masih 1 persen jauh dibawah potensi yang ada sebesar 685 MW (Teguh Wikan Widodo, Ana N., A.Asari dan Astu Unadi, 2005), terutama untuk biogas berbahan baku kotoran ternak, dimana dari potensi ternak ruminansia (sapi perah, sapi pedaging dan kerbau) yang populainya mencapai 13.680.000 ekor (pada tahun 2004) dan sturktur populasi (anak, muda dan dewasa) kotoran segar yang didapatkan rata-rata 12 kg/ekor/hari bisa diperoleh kotoran segar 164.160.000 ton/hari atau setara dengan 8.2 juta liter minyak tanah/hari.

Tabel 3. Pengaruh proses perombakan dalam biodegister terhadap COD dan parameter Pathogen (khan, DN dan Thuan LM).
Parameters
Manure
Effluent
COD (mg/litre)
4021
1646
2451
789
1079
441
633
170
E.coli (MNP/ml)
52,9 x 106
75,4 x 103
6,8 x 105
7,3 x 104
28,3 x 105
1,9 x 105
Coliform (MNP/ml)
266 x 106
236 x 103
46,3 x 106
26,9 x 105
87,8 x 105
43 x 105

Biogas sendiri mudah diterapkan di peternakan pedesaan dengan sekala rumah tangga sebagai usaha multi guna. Dimana dengan pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas akan diperoleh banyak manfaat yaitu mengurangi efek gas rumah kaca, mengurangi bau yang tidak sedap, mencegah penyebaran penyakit, menghasilkan panas dan daya (mekanis/listrik) serta hasil samping berupa pupuk padat dan cair (Teguh Wikan Widodo, Ana N., A.Asari dan Astu Unadi, 2006). Untuk pupuk organic yang dihasilkan dari biodegister telah mengalami penurunan jumlah bakteri patogen yang siap digunakan untuk pupuk tanaman (Hidayat, 2008).
Dalam kegiatan DIPA 2005 BBP Mekanisasi Pertanian, telah dilaksanakan kegiatan rekayasa dan pengembangan unit instalasi pemroses biomasa (kotoran sapi) menjadi energi biogas yang berlokasi di Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah, Ciampea, Bogor. Instalasi pemroses biomasa (digester) adalah tipe fixed dome yang dirancang untuk 10 ekor sapi (dengan kotoran sapi 20 kg/hari/ekor dengan retention time 45 hari) maka kapasitas digester adalah 18 m³.
Produksi gas metana tergantung pada kondisi input (kotoran ternak), residence time, pH, suhu dan toxicity (Teguh Wikan Widodo, Ana N., A.Asari dan Astu Unadi, 2006). Suhu digester berkisar 25-27°C menghasilkan biogas dengan kandungan gas metana (CH4) sekitar 77%. Berdasarkan perhitungan produksi biogas yaitu 6 m³/hari (untuk rata-rata produksi biogas 30 liter gas/kg kotoran sapi), sedangkan hasil pengukuran tanpa beban menunjukkan laju aliran gas 1,5 m³/jam dengan tekanan 490 mmH2O (lebih besar daripada perkiraan). Penggunaan lampu penerangan diperlukan biogas 0.23 m³/jam dengan tekanan 45 mmH2O dan untuk kompor gas diperlukan biogas 0.30 m³/jam dengan tekanan 75 mmH2.

Tabel 4. Unjuk kerja instalasi biogas Dalam kegiatan DIPA 2005 BBP Mekanisasi Pertanian,
yang berlokasi di Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah, Ciampea, Bogor.
Pemanfaatan Biogas
Referensi
Hasil pengukuran
- Lampu penerangan (m3/
jam)


- Kompor gas (m3/ jam)
0,11 – 0,15 (penerangan setara dengan 60 watt lampu bohlam 100 candle power 620 lumen). Tekanan: 70 85 mmH2O

0,2 – 0,45 0,3 m3/ orang/ hari
Tekanan: 75 90 mmH2O
0,15 – 0,3
Tekanan = 30 – 60 mmH2O




0,2 – 0,4
Tekanan = 60 – 85 mmH2O

Analisa dampak lingkungan dari lumpur keluaran dari digester menunjukkan penurunan COD sebesar 90% dari kondisi bahan awal dan pebandingan BOD/COD sebesar 0,37 lebih kecil dari kondisi normal limbah cair BOD/COD=0,5. Sedangkan unsur utama N (1,82%), P (0,73%) dan K (0,41%) tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan pupuk kompos (referensi: N (1,45%), P (1,10%) dan K (1,10%). Berdasarkan hasil penelitian, hasil samping pupuk ini mengandung lebih sedikit bakteri pathogen sehingga aman untuk pemupukan sayuran/buah, terutama untuk konsumsi segar.
Dari segi ekonomi pemanfaatan biodegister memiliki nilai ekonomis seperti hasil penelitian (Hendra Siswahyudi. 2010) bahwa dengan modal Rp. 29.000.000,- diperoleh Nilai ROI untuk biogas tipe permanen sebesar 79.23% yang berarti setiap modal yang ditanam akan menghasilkan keuntungan Rp.79.23, sedangkan nilai ROI biogas tipe balon sebesar 57.40% yang berarti setiap modal yang ditanam akan menghasilkan keuntungan Rp.57.40. Biogas ini akan mencapai BEP jika mampu memproduksi sebesar Rp. 100.206 per bulan. Dari usaha pembuatan biogas tipe permanen didapatkan rata-rata peneriman Rp.482.559 sedangkan biaya produksi per bulan Rp.100.207 dari perhitungan tersebut maka usaha pembuatan biogas ini sangat layak untuk dijalankan karena keunutungan yang diperoleh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan yaitu: Rp. 382.352. sedangkan untuk pembuatan biogas tipe balon rata-rata peneriman Rp.95.846 sedangkan biaya produksi per bulan Rp.23.905 dari perhitungan tersebut maka usaha pembuatan biogas ini sangat layak untuk dijalankan karena keunutngan yang diperoleh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan yaitu: Rp. 55.014.

DAFTAR PUSTAKA
Widodo Teguh Wikan, Ana N., A.Asari dan Astu Unadi. 2006. Pemanfaatan Energi Biogas Untuk Mendukung Agribisnis Di Pedesaan. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Serpong.
Anonim. 2008. Agenda Riset Bidang Energi. Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sulistyo Agung. 2010. Digestifikasi Anaerobik. Universitas Indonesia.
Hidayat. 2005. Instalasi Biodigester Plastik Polyethylene Untuk Produksi Gas Bio: Energi Alternatif Murah Untuk Masyarakat Desa . Universitas Bengkulu.
Siswahyudi, Hendra. 2010. Analisis Ekonomi Penggunaan Biogas Skala Rumah Tangga Dari Feses Sapi Perah. JIPTUMMPP.

53 comments:

siki andri putra said...

SIKI ANDRI PUTRA (E1C010033). Kotoran sapi sangat banyak manfaatnya,seperti biogas yang sangat membantu masyarakat. akan tetapi kabanyakan masyarakat hanya mengetahui secara teori dan tidak mempraktikannya... yang menjadi pertannyaan saya pak,mengapa masyarakat hanya mengetahui saja dan jarang mempraktikkannya, faktor apa yang mempengaruhinya pak...???? Thank's.

rizki ganteng said...

Ini merupakan teknologi yang baik, akan tetapi pada kenyataannya biogas hanya sekedar teknologi mahalnya biaya pemasangan biogas menjadi kendala bagi petenak untuk memanfaatkan biogas ini

juli masdeka sari E1C010046 said...

biogas dalam knyataannya adalah sumber energi terbaru dari limbah ternak akan tetapi masih banyak kendala dalam menjalani hal ini

Neneng dwifitri (E1C010016) said...

wow ..ternyata banyak juga manfaat kotoran sapi, selain dijadikan biogas ternyata kotor sapi nyatanya bisa pula dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat pakan ikan dan unggas.

Neneng dwifitri (E1C010016) said...

Apakah kandungan nutrisi tidak akan berubah jika kotoran sapi dimanfaatkan dulu untuk biogas..???

Neneng dwifitri (E1C010016) said...

sangat menakjubkan,Bahkan sebenarnya peternak bisa mendapat untung ganda karena sekaligus mendapatkan energi yang bisa dimanfaatkan untuk kompor ataupun penerangan serta dapat mencegah dampak buruk terhadap lingkungan.

yunika purba (e1c010022) said...

bagusss,, ternya kotoran sapi itu dapat menberikan banyak manfaat yang sangat berguna bagi peternak .

Neneng dwifitri (E1C010016) said...

Good...kalau dulu Penyediaan energi bagi rumah tangga hanya mengandalkan satu-satunya pada minyak tanah,ternyata Salah satu energi alternatif terbaru yang relatif mudah dan murah adalah dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi BioGas. Sumber energi BioGas merupakan bahan bakar yang murah dan ramah lingkungan.

yunika purba (e1c010022) said...

ternyata biogas dari kotoran sapi bisa menggantikan minyak tanah yang sering digunakan masyarakat ..

y said...

Dengan biogas ini, maka penduduk dapat mempergunakannya untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Sehingga dapat menghemat biaya untuk pembelian gas elpigi.

yunika purba (e1c010022) said...

Dengan biogas ini, maka penduduk dapat mempergunakannya untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Sehingga dapat menghemat biaya untuk pembelian gas elpigi.

yunika purba (e1c010022) said...

Kenapa energi yang terkandung dalam biogas tergantung pada konsentrasi metana (CHu).semakin tinggi kandungan metana maka semakin tinggi kandungan energi (nilai kalor) pada biogas, dan sebaliknya semakin kecil nilai metana maka semakin kecil nilai kalor. ?

Thoriq Ramadhan said...

biogas menjadi sangat bpenting bagi masyarakat kelas mengengah kebawah, karena biogas merupakan suatu alternatif dalam penggunaan bahan bakar rumah tangga seperti memasak dan sebagainya

Anonymous said...

dian sanata (E1C010029)
memang potensi biogas dari kotoran sapi harus lebih digali lagi dan dimanfaatkan secara maksimal karena cadangan energi fosil didunia semakin menurun.

Ramadhan Thoriq said...

pemanafaatan biogas ini sangat lah berpotensial karena masyarakat kelas menengah kebawah sangat kesulitan dalam menggunakan bahan bakar, dengan adanya biogas diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam penggunaan bahan bakar ini, semoga makin banyak peternak yang dapat mengaplikasikan biogas ini terhadap masyarakat luas

Anonymous said...

Leo Darno Nababan
E1C010057
pemanfaatan kotoran tenak sangatlah berguna,mudahan saya bisa lebih mendalami tentang pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas.

visista pratama ashadi said...

katanya biogas ini mudah untuk realisasinya,tetapi mengapa untuk Bengkulu belum terdengar gaungnya?Malah yang ada di tempat umum pemanfaatan tenaga surya...

Anonymous said...

Desi Rustiani (E1C010027)

wahh artikelnya sangat menarik,karena yag kita tau kotoran hanya sebagai pupuk saja namun dalam hal ini dapat digunakan sebagai biogas,pertanyaa saya pak apakah ada pengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas apabila kita memasak memakai biogas ??

Sis Tanto said...

betul sekali bahwa pemanfaatan biogas dari kotoran sapi dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui,namun efisiensinya masih belum dirasakan karena masyarakat umumnya mengalami kesulitan perawatan, kemudian modifikasi alat yang sesuai sehingga biogas yang dihasilkan dapat continuous sepanjang waktu.

Anonymous said...

Suryadi (E1C010048)
dengan biogas ini dapat membantu kebutuhan rumah tangga,,namun efisiensinya masih belum dirasakan karena masyarakat umumnya mengalami kesulitan perawatan serata mitodenya pembuatan biogas....

Anonymous said...

fitri evianyta.simarmata (E1C010021)
artikel ini sangat bagus, karna usaha untuk mengantisipasi terjadinya defesiensi bahan bakar yang akan menyebakkan lumpuhnya perekonomian Nasional, terlebih buat masyarakat yang ekonomi menengah.
ini akan sangat membantu, jadi akan lebih baik ini juga dapat dikembangkan atau diterapkan jugan kepada masyrakat.

riska kurnia(E1C010024 said...

Riska kurnia(E1C010024)
pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas sangat efektif, selain sebagai pupuk untuk tanaman, kotoran sapi memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi,tetapi kendala yang dihadapi juga cukup besar,, karena hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkanny serta perlu adanya usaha keras untuk menjalankankan program tersebut...

riska kurnia(E1C010024) said...

Riska kurnia(E1C010024)
pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas sangat efektif, selain sebagai pupuk untuk tanaman, kotoran sapi memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi,tetapi kendala yang dihadapi juga cukup berat,, karena hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkannya serta perlu adanya usaha keras untuk menjalankankan program tersebut...

riska kurnia(E1C010024) said...

Riska kurnia(E1C010024)
pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas sangat efektif, selain sebagai pupuk untuk tanaman, kotoran sapi memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi,tetapi kendala yang dihadapi juga cukup berat,, karena hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkannya serta perlu adanya usaha keras untuk menjalankankan program tersebut...

wajuli haryadi said...

wajuli9E1C010014)
betul sekali bahwa pemanfaatan biogas dari kotoran sapi dapat menghemat penggunaan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui,hanya saja untuk di kota bengkulu sendiri belum terdengar ada yang sudah memanfaatkan kotoran biogas ternak tersebut sebagai kebutuhan di rumah.

arie wae said...

ary qurniawan (E1C010043
artikel ini sangat bagus karena pada zaman sekarang penggunaan energi listrik dan SDA sudah melebihi btas yang ditetapkan sehinnga perlu penggunaan alternatif untuk mengurangi penggunaan energi sehinnga bisa mengurangi global warming

Anonymous said...

ismarudin {e1co10011}
kendala yang dihadapi juga cukup berat,,bagi peternak karena hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkannya serta perlu adanya usaha keras untuk menjalankankan program tersebut... dimana sosialisi yang kurang.

Anonymous said...

ismarudin {e1co10011}
kendala yang dihadapi juga cukup berat,,bagi peternak karena hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkannya serta perlu adanya usaha keras untuk menjalankankan program tersebut... dimana sosialisi yang kurang.

Redo Putra E1c010018 said...

Redo putra ( E1C010018)
Ini merupakan teknologi yang baik, sehingga dapat mengurangi kotoran ternak khususnya sapi ,kendala bagi petenak untuk memanfaatkan biogas ini adalah biya pemasangannya masih relatif mahal

Anonymous said...

nama : Ressy Gita Rizki, Npm : E1C009077.
Artikelnya sangat bagus untuk menambah pengetahuan kita dibidang peternakan ini. tapi saya mau bertanya dari artikel yang dibuat ini ini dari kesimpulannya mana nya ? jadi kurang bisa menagkap lebih deetail tentng judul ini. trims.

Anonymous said...

nama : Ressy Gita Rizki, Npm : E1C009077.
Artikelnya sangat bagus untuk menambah pengetahuan kita dibidang peternakan ini. tapi saya mau bertanya dari artikel yang dibuat ini ini dari kesimpulannya mana nya ? jadi kurang bisa menagkap lebih deetail tentng judul ini. trims.

ressy gita rizki, E1C009077 said...

nama : Ressy Gita Rizki, Npm : E1C009077.
Artikelnya sangat bagus untuk menambah pengetahuan kita dibidang peternakan ini. tapi saya mau bertanya dari artikel yang dibuat ini ini dari kesimpulannya mana nya ? jadi kurang bisa menagkap lebih deetail tentng judul ini, jika belum selesai artikelnya tolong dipost kembali. ditunggu oleh pembaca.. trims.

Anonymous said...

nama : kardinal alsepto gandi, npm : E1C010058.
biogas dari kotoran sapi ini memang sangat berpotensi, sebaiknya pada karya ilmiah ini lebih dijelaskan juga cara pemaasangan biogas yang murah dan baik. trims.

kardinal alsepto gandi, E1C010058 said...

nama : kardinal alsepto gandi, npm : E1C010058.
biogas dari kotoran sapi ini memang sangat berpotensi, sebaiknya pada karya ilmiah ini lebih dijelaskan juga cara pemaasangan biogas yang murah dan baik. trims.

Anonymous said...

nama : Maherano Bagas .P
npm : E1C009067
itu bisa menjadi alternatf terhadap kelangkaan minyak ttanah :)

Anonymous said...

M. Ari Kurniawan ( E1C010052 )
Sebanarnya ada pemanfaatan teknologi biogas dengan menggunakan kotoran sapi yang ekonomis tetapi ini masih sedikit sekali dikembangkan.

visista pratama ashadi said...

kotoran sapi memang dapat dimanfaatkan secara teori dalam artikel dan hasil penelitian di samping,namun apa dampak yang ditimbulkan terhadap bumi dari hasil sampingan/limbah setelah proses pembakaran dari biogas ini???

mungkin juga harus diperhatikan dampak lingkungannya.

Anonymous said...

LISNAWATI ANGGRAINI
E1C010039
sepertinya sangat menguntungkan,,,
dari uraian tulisan di atas dijelaskan bahwa keuntungan yg didapat lebih besar dari biaya produksi...
pemanfaatan biogas bisa jadi sangat potensial sebagai salah satu peluang usaha.....

Anonymous said...

SILISTI (E1C010019)

dengan adanya artikel ini maka membuka kesadaran masyarakat yang bahwa pengelolaan limbah sapi menjadi biogas merupakan potensi yang sangat baik karena dapat mengurangi limbah ternak sapi yang tidak dimanfaatkan.

Anonymous said...

Fitri Evianyta.Simarmata (E1C010021)

suatu alternatif yang sangat bagus untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas karena biogas sangat penting bagi untuk membantu masyarakat kelas mengengah kebawah, karena biogas merupakan suatu alternatif dalam penggunaan bahan bakar dalam rumah tangga.

apakah ada efek samping terhadap pengguna biogas tersebut...?

Anonymous said...

MILA ENJELIKA S ( E1C010059 )

selain menjadi pupuk, kotoran ternak juga bisa dimanfaatkan dalam teknologi biogas. seperti dikatakan diatas memang biogas sendiri mudah diterapkan di peternakan pedesaan dengan sekala rumah tangga sebagai usaha multi guna, hanya saja kesadaran masyarakan akan penggunaan biogas ini masih kurang,,,

Anonymous said...

Eka saputri (E1C011063)
Memang benar kotoran sapu memiliki keistimewaan. Akan tetapi sulitnya melakukan perawatan alat serta mahalny alat membuat program ini menjadi sulit untuk dilakukan petenak rakyat.

Anonymous said...

Asti Yosela Oktaviana
E1C011096
Pemanfaatan biogas dari kotoran sapi dapat menghemat penggunaan bahan bakar namun hingga sekarang saya belum menemukan masyarakat di daerah khususnya lubuk linggau menggunakan biogas tersebut mungkin hanya sebagian kecil saja padahal banyak juga didaerah saya itu keluarga yang memiliki sapi, menurut bapak bagaimana seharusnya?.

Anonymous said...

Teguh Rafian E1C011046 (Penyajian Ilmiah)

Sudah banyak sekali penggunaan dan cara membuat biogas menjadi bahan bakan alternatif, tetapi tidak ada pemberitahuan pada masyarakat tentang menjaga dan memperbaiki alat biogas tersebut, hanya ada cara pembuatan tetapi tidak ada cara perbaikan dan perawatannya

Anonymous said...

Assalamualaikum Wr.Wb
Essy Agnesta Asdami E1C011017
menurut saya kotoran sapi memang bisa dijadikan biogas dan ini ada pemanfaatan kotoran ternak yang baik namun sayangnya masyarakat belum bisa mempraktikannya.

Anonymous said...

eka saputri E1C011063
kotoran sapi memiliki banyak manfaat, sebagaimana kita ketahui biogas sangat membantu masyarakat. tetapi kurang nya penjelasan tentang pengelolahan dan pengetahuan mengenai biogas. sehingga efisiensi dari biogas tersebut tidak dapat di manfaatkan.

Abdul Rohman Ptr'12 said...

Pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas memang cukup efisien dilakukan sebagai bahan bakar alternatif. banyak peminat dari peternak khususnya peternakan rakyat untuk melakukan atau berminat dalam pembuatan biogas. namun kurangnya pengetahuan menjadi kendala bagi masyarakat atau peternak. maka perlu di berikan sosialisasi dan pelatihan kepada peternak tersebut secara berkala ataupun instensip.

Abdul Rohman Ptr'12 said...

Pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas memang cukup efisien dilakukan sebagai bahan bakar alternatif. banyak peminat dari peternak khususnya peternakan rakyat untuk melakukan atau berminat dalam pembuatan biogas. namun kurangnya pengetahuan menjadi kendala bagi masyarakat atau peternak. maka perlu di berikan sosialisasi dan pelatihan kepada peternak tersebut secara berkala ataupun instensip

Rizky Saputra said...

Nama : Rizky Saputra
NPM : E1C013113
Kelas : A

Kotoran sapi klo untuk dijadikan sebagai Biogas (Minyak bumi) sangat membantu sekali, karena untuk harga gas sekarang ini sangat mahal sekali terutama untuk kalangan masyarakt bawah, tapi dalam pembuatan biogas itu sendiri masyarkat awam masih banyk belum mengetahui cara pembuatannya. Maka dari itu untuk Sarjana Peternakan harus mengetahui apa sih meanfaatnya dari biogas itu sendiri dan bagaimana juga cara pembuatannya. Jadi menurut saya bagi yang mengerti untuk Alumni harus mensosialisaikan kedaerahnya masing-masing, supaya apa yang kita ketahui dapat diketahui juga oleh masyarakat awam tersebut.

Terimaksih

muhyidin said...

Muhyidin
E1C013009

Limbah dari peternakan masih bisa digunakan dengan perlakuan untuk mendapat manfaat yang diinginkan. Artikel ini sangat bagus diera krisis dan meningkatnya harga jual gas alam elpiji milik pertamina. Bisa jadi energi alternatif ini menjadi jalan keluar untuk permasalahan ini. Tetapi apakah ini sudah efisien diterapkan pada peternakan rakyat seperti kebanyakan di Bengkulu ini, mengingat biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit.

Riki Susanto said...

Riki Susanto, E1C014030

menurut saya ini sangat bagus di terapkan di bengkulu ini ,dan sudah ada contoh di kandang peternakan kita, akan tetapi apa ini bisa di terapkan di masyarakat, karena di masyarakat mereka menikirkan biaya yang besar, dan juga kurang nya sosialisasi dari pemerintah

Anonymous said...

Wisnu Abdi Sulaiman (E1C014111)

pada sehari-harinya kita sering disibukkan akan namanya makan. tentu dengan makan dapat memberikan energi bagi kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. namun memasak juga termasuk dalam anggran rumah tangga terlebih lagi seperti yang kita ketahui harga gas untuk memasak sudah mencapai Rp. 21.000/3kg, termasuk harga yang tinggi bukan. memang sebagian kalangan yang ekonominya tinggi tidak juga menghawatirkan itu, namun bagai mana ekonominya yang sedang akan melakukan usaha tentu akan mengurangi hasil dari keuntungannya bukan. sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada penulis sudah berkenan memberikan informasi terhadap pembaca. semoga pemanfaatan limbah biogas ini dapat diperhatikan dengan serius oleh pemerintah. dengan pemanfaatan unsur-unsur gas pada ternak. sehingga dapat mengurangi pengambilan gas bumi yang pada akhirnya nanti akan terbentuk kerusakan di bumi.

kharisma kandida purba said...

Kharisma Kandida (E1C013097)
MK.Nutrisi Ternak Monogatrik
Artikel ini cukup menambah wawasan saya tetapi sistem ini belum banyak masyarakat yang melakukan terlebih kebanyakan masyarakat lebih suka untuk mengembarakan sapi-sapinya sehingga akan sulit untuk mengumpulkan kotoran dari sapi tersebut. Sepertinya untuk memperkenalkan sistem tersebut kepada masyarakat perlu ada sosialisai

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...