Friday, July 13, 2012

Air, Sumber Kehidupan Utama Bagi Ayam

(sumber: www.poultryindonesia.com)
Ayam membutuhkan air yang bersih, segar dan dingin secara bertahap untuk pertumbuhan, produksi dan efisiensi penggunaan pakan.Seekor ternak dapat melangsungkan hidupnya hanya dengan mengambil kebutuhan dari sektor pakan, namun itu hanya pada batas kurun waktu tertentu. Tanpa air ternak akan mati hanya dalam beberapa hari.
Penyediaan air bersih, segar dan dingin adalah penting untuk produksi telur yang baik. Ayam seperti halnya ternak lain membutuhkan lebih banyak air di udara yang panas daripada di udara yang dingin. Ayam mendapatkan air melaui air minum, air yang terdapat dalam bahan pakan, air metabolik yang didapat sebagai hasil dari oksidasi pakan dan sintesa dari molekul yang komplek di dalam tubuh.
Fungsi air
Air menjalankan banyak fungsi yang vital dan merupakan syarat berlangsungnya berbagai proses kehidupan. Fungsi air menurut Card dan Nesheim antara lain sebagai pengangkut zat-zat makanan dalam proses metabolisme. Air juga komponen utama dari darah dan cairan limfe yang merupakan bagian paling vital dalam proses kehidupan.
Selain itu air juga merupakan pengatur stabilitas suhu tubuh dan sebagai bagian utama zat dalam tubuh yang meminyaki persendian dan membantu kerja indera/organ tubuh.
Kekurangan air dalam tubuh akan menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi di atas, sehingga pada ayam dapat mengganggu pertumbuhan, kesehatan dan produksi ayam tersebut. Kekurangan air sekitar 20% atau lebuh akan menghasilkan penurunan yang nyata dalam efisiensi penggunaan pakan dan suatu penurunan sebanding dalam laju pertumbuhan broiler.
Kekurangan air dalam waktu 24 jam dapat mengakibatkan penurunan menyolok dalam produksi telur untuk sehari atau dua hari berikutnya. Selama 36 jam tanpa air, suatu kelompok ayam mungkin nakan mengalami peranggasan bulu dan produksi sangat berkurang untuk suatu periode waktu yang lama.

Tuesday, July 10, 2012

PENGGUNAAN GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN DALAM RAMSUM TERNAK AYAM BROILER


 
Oleh : Erina Nuraini (E1C009044)
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Abstrak
Penggunaan akan pakan tambahan kini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas performans ayam broiler dan juga kualitas karkas yang baik. Kebutuhan tanaman obat sebagai pakan tambahan sudah sangat umum digunakan pada ransum ternak. Kandungan zat gizi yang diperlukan semakin tinggi menyebabkan kebutuhan bahan pakan semakin meningkat. Feed additif yang dapat digunakan dalam tambahan pakan ternak dapat berupa ekstrak, tepung, gel, dan lainnya. Gel lidah buaya (Aloe vera) dapat dimanfaatkan untuk  pakan ternak, mengandung zatzat yang dapat memacu metabolisme, seperti kelompok antrakuinon, berbagai mineral, vitamin, enzim dan asam amino yang dapat dijadikan imbuhan pakan alami.  Pemberian  gel lidah buaya (Aloe vera)  dengan dosis 0,50 gram per kilogram ransum menampilkan rasio konversi pakan terbaik yaitu 1,78 maka terjadi peningkatan efisiensi penggunaan ransum tersebut. Serta penambahan gel lidah buaya (Aloe vera) sebesar 0,75% dapat menurunkan kolesterol daging dada ayam broiler.
Kata kunci : lidah buaya (Aloe vera), ayam broiler, pakan tambahan.

Monday, July 2, 2012

Penggunaan Ampas Sagu (Metroxylon sago) Fermentasi Sebagai Pakan Ternak Unggas


Oleh: Diah Kasmirah
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
ABSTRAK
Ampas sagu  (Metroxylon sago) merupakan limbah yang dihasilkan dari pengolahan sagu, kaya akan karbohidrat dan bahan organik lainnya. ampas clanelod. Ampas yang dihasilkan dari proses extraksi ini sekitar 14% dari total berat basah batang sagu (Flach, 1997). Hasil analisis komposisi zat makanan ampas sagu yang dilakukan oleh Hangewa (1992) sebagai berikut : protein kasar 2,3%, serat kasar 18,86%, BETN 70,04% dan gross energi 4148 Kkal . Dari hasil analisis ini tergambar bahwa ampas sagu masih cukup tersedia sebagai sumber energi bagi ternak, akan tetapi yang menjadi faktor pembatas adalah kandungan protein kasar rendah dan serat kasar tinggi. Sehingga perlu dilakukan fermentasi untuk meningkatkan nilai gizi pada ampas sagu. Pemanfaatan kapang Aspergillus niger sebagai starter  dalam proses fermentasi ini dirasa paling cocok dan sesuai dengan tujuan fermentasi, yaitu untuk menurunkan kadar serat dan sekaligus dapat meningkatkan kadar protein kasarnya. Natamijaya (1988) telah  membuktikan bahwa penambahan ampas sagu non fermentasi dan fermentasi sampai kadar 10% dan 25% dari total ransum, memberi respon yang cukup baik terhadap pertumbuhan ayam buras periode grower.
Kata kunci: ampas sagu, ferementasi, unggas

Sunday, June 24, 2012

Penggunaan Ampas Kelapa (Cocos nucifera L) Fermentasi Sebagai Pakan Ayam Pedaging Terhadap Berat Badan dan Penurunan Kadar Kolesterol Darah


Oleh : Novita
Abstrak

            Pengolahan minyak kelapa murni menghasilkan produk samping berupa ampas kelapa. Ampas kelapa yang dihasilkan masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi terutama protein. Hal ini menyebabkan ampas kelapa berpotensi untuk diolah menjadi pakan. Salah satu cara yang dapat dipergunakan untuk mengolah ampas kelapa menjadi pakan adalah dengan fermentasi. Proses fermentasi dilakukan dengan menggunakan spora Aspergillus niger. Proses fermentasi dilakukan secara bertahap, yaitu dengan fermentasi aerob kemudian dilanjutkan dengan fermentasi anaerob (proses enzimatis). Hasil analisis Ampas kelapa murni memiliki kadar protein kasar masih relative tinggi yaitu sebesar 11,35% dengan kadar lemak kasar 23,36%. Penggunaan ampas kelapa yang di Fermentasi sampai 12 % sangat nyata efisien dibanding dengan menggunakan ampas kelapa, hal ini menunjukan dengan kemampuan ternak ayam mengkonsumsi 1 kg ransum dapat membentuk rata-rata 0,59 kg bobot hidup sedang menggunakan ampas kelapa hanya mampu membentuk bobot hidup rata-rata 0,45 kg. Galaktomannan mampu menurunkan serum total kolesterol dan Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol 10 – 15%. Sedangkan kadar high density lipoprotein (HDL) dan trigliserida tidak berubah. Menurut Purawisastra (2001) menyatakan bahwa ampas kelapa mengandung serat galaktomanan sebesar 61 % yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Kata Kunci : Ampas Kelapa, Ayam Broiler, Berat Badan, Penurunan Kolesterol.

Friday, June 15, 2012

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao (coklat) Sebagai Pakan Ternak Ruminansia


 
Oleh: Zohdin
Abstrack
Kulit buah kakao atau yang sering di sebut kulit buah coklat merupakan limbah perkebunan tanaman kakao. Limbah ini di peroleh dari hasil pemisahan biji kakao. Saat ini limbah kulit buah kakao masih di gunakan untuk pakan ternak. Produksi kakao di Indonesia sekarang ini cukup meningkat karena seiring dengan program pemerintah untuk meningkatkan pengembangan tanaman kakao. Selama lima tahun terakhir ini produksi kakao terus meningkat sebesar 7,14% pertahun atau 49,200 ton pada tahun 2004. Jika proporsi lmbah kulit kakao mencapai 74% dari produksi, maka limbah kulit buah kakao mencapai 36408 ton per tahun, maka dari itu limbah kulit buah kakao merupakan suatu potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebgai pakan ternak. Dari data yang di peroleh Limbah kulit buah kako mengandung BK 88 %, PK 8 %, Sk 40 %, TDN 50,8 %. Seiring dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian unuk memanfaatkan limbah kulit buah kakao ini sebagai pakan ternak. Dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah kulit buah kakao terhadap konsumsi ransum dan pertumbuhan berat badan ternak.
Kata kunci : limbah kulit kakao sebagai pakan ternak

Thursday, May 3, 2012

Rontok Bulu Buatan (Force Moulting)



http://www.sentralternak.com/. Force moulting adalah usaha merontokkan bulu unggas sebelum masa waktunya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan masa peneluran kedua yang serasi. Selama masa meranggas (moulting) berat badan layer akan berkurang sekitar 400-600 gram yaitu dengan cara mengatur makanannya. Banyak metode yang dilakukan dalam memberikan pakan kepada ayam yang sedang moulting, umumnya yaitu selama 6 minggu diberikan makanan dengan kadar protein rendah tetapi ditambah trace mineral dan vitamin, sesudah 6 minggu diberikan makanan yang normal dan unggas akan berproduksi secara normal selama 4 minggu berikutnya.

Metode force moulting

Pada prinsipnya metode yang dipakai adalah dengan memberikan stress treatment atau drug treatment yang pada pokoknya adalah dengan pemuasaan dan pembatasan air minum, pemuasaan dan pembatasan makanan dan juga pembatasan sinar. Ada 4 metode force moulting :

1. Metode Convensional

hari ke-1 dan ke-2, ayam sama sekali tidak diberi makan dan minum, sinar diberikan 8 jam/hari (penyinaran alam).

Hari ke-3, diberi makanan 50% dari total kebutuhan dan sinar diberikan 8 jam/hari

Hari ke-4, ayam dipuasakan sama sekali

Hari ke-5, perlakuan sama dengan hari ke-3

Hari ke-6, perlakuan sama dengan hari ke-4

Hari ke-7, perlakuan sama dengan hari ke-3

Hari ke-8, perlakuan sama dengan hari ke-4

Hari ke-9, perlakuan sama dengan hari ke-4, dan air minum diberikan minum secara bebas (ad libitum)

Hari ke-10 sampai hari ke-60, diberi makanan 75% dari kebutuhan dan minum minum diberikan secara ad libitum

Hari ke-61 dan seterusnya, makanan dan minum diberikan secara penuh, pemberian sinar 14-16 jam/hari

Biasanya 2 minggu kemudian ayam sudah berproduksi secara normal.

Monday, April 30, 2012

Komposisi Gizi Albumen dan Yolk



 Nutrisi
Albumen
Yolk
% Total dalam Albumen
% Total dalam Yolk
Protein
3,6 g
2,7 g
57
43
Lemak
0,05 g
4,5 g
1
99
Kalsium
2,3 mg
21,9 mg
9,5
90,5
Magnesium
3,6 mg
0,85 mg
80,8
19,2
Besi
0,03 mg
0,4 mg
6,2
93,8
Fosfor
5 mg
66,3 mg
7
93
Potasium
53,8 mg
18,5 mg
74,4
25,6
Sodium
54,8 mg
8,2 mg
87
13
Seng
0,01 mg
0,4 mg
0,2
99,8
Copper
0,008 mg
0,013
38
62
Mangan
0,004 mg
0,009 mg
30,8
69,2
Selenium
6,6 mcg
9,5 mcg
41
59
Tiamin
0,01 mg
0,03 mg
3,2
96,8
Riboflavin
0,145 mg
0,09 mg
61,7
48,3
Niasin
0,035 mg
0,004 mg
89,7
9,3
Asam pantotenat
0,63 mg
0,51 mg
11
89
B6
0,002 mg
0,059 mg
3,3
96,7
Folate
1,3 mcg
24,8 mcg
5
95
B12
0,03 mcg
0,331 mcg
8,3
91,7
Vitamin A
0 IU
245 IU
0
100
Vitamin E
0 mg
0,684 mg
0
100
Vitamin D
0 IU
18,3 IU
0
100
Vitamin K
0 IU
0,119 IU
0
100
DHA dan AA
0 mg
94 mg
0
100
Karotenoid
0 mcg
21 mcg
0
100

Sumber: USDA (?)

Saturday, April 21, 2012

Putih Telur yang Sangat Bermanfaat

Dikompilasi Oleh: Urip Santoso
1)      Putih Telur adalah Sumber Protein Alami
Putih telur mengandung protein dan nutrisi penting lainnya seperti potasium, kalsium, fosfor dan zink. Protein alami yang terdapat pada putih telur ini juga baik dalam menghasilkan asam amino untuk pembentukan otot.
2)      Putih Telur Tidak Mengandung Kolesterol
Dalam putih telur tidak terkandung lemak, kolesterol, lemak trans dan karbohidrat. Sehingga putih telur bisa di konsumsi untuk membantu mengurangi tingkat kolesterol dalam asupan kita.
3)      Protein Putih Telur Mudah diserap Tubuh
Protein alami dalam putih telur ternyata lebih mudah di serap oleh tubuh di banding makanan lain seperti daging ataupun minuman berprotein. Hal ini membuat protein dapat d serap sepenuhnya dalam tubuh tanpa harus banyak protein yang terbuang. Putih telur menghasilkan protein yang langsung bisa diserap oleh tubuh Makanan lain yang mengandung protein seperti daging-dagingan atau minuman berprotein harus dipecah dulu oleh tubuh sebelum dapat diserap. Proses yang lama ini menyebabkan tubuh hanya bisa menerima 1/3 saja dari protein asli. Sementara dengan putih telur, protein langsung diserap oleh tubuh 100%.
4)      Putih Telur Bisa Mengurangi Berat Badan
Berdasar penelitian di Pennington Biomedical Research Centre membuktikan , mereka yang mengkonsumsi 2 putih telur setiap pagi berat badannya berkurang sekitar 65% dan merasa lebih berenergi di banding yang hanya mengkonsumsi roti

Thursday, April 19, 2012

Mengapa Ayam Makan Telurnya Sendiri?


Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ayam mematuk dan memakan telurnya sendiri, diantaranya yaitu:
  • Ukuran kandang terlalu sempit atau isi kandang terlalu padat
Kedua kondisi tersebut akan memberi peluang telur pecah akibat terinjak-injak oleh ayam. Hal itu pula yang kemudian mendorong ayam untuk memakan telur pecah tersebut. Untuk itu, kandang baterai seharusnya memiliki ukuran sesuai standar, dimana untuk 1 ekor ayam, panjang kandang 27,5 cm, lebar 35 cm dan tinggi 36 cm

  • Cahaya lampu terlalu terang
Pemberian intensitas cahaya yang terlalu terang dapat memicu agresivitas ayam sehingga mendorong ayam mematuk telurnya sendiri. Saat masa produksi, intensitas cahaya yang diberikan sebaiknya berkisar antara 20 – 40 lux dengan lama pencahayaan maksimal 16 jam per hari.
  • Feed intake (konsumsi ransum) kurang atau terjadi defisiensi kalsium (Ca) dan vitamin D
Kurangnya jumlah konsumsi menyebabkan asupan beberapa nutrisi juga berkurang. Asupan Ca dan vitamin D misalnya. Ca dan vitamin D sama-sama berperan penting dalam pembentukan cangkang/kerabang telur.
Defisiensi kedua nutrisi tersebut menyebabkan kerabang telur yang dihasilkan tipis dan lembek. Kondisi itu pula yang nantinya menyebabkan telur mudah retak dan akhirnya merangsang ayam memakan telurnya sendiri. Untuk mencegah defisiensi Ca dan vitamin D, berikan feed supplement seperti Mineral Feed Supplement A ke dalam ransum ayam

Monday, April 9, 2012

Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Sebagai Pakan Ternak



Oleh : Ria Puspita Sari
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
ABSTRAK
Luasnya lahan perkebunan kakao di Indonesia yang mencapai 1.167.000 ha mengakibatkan tingginya produksi buah kakao yang diikuti dengan tingginya limbah kakao berupa kulit buah kakao. Produksi kulit buah kakao mencapai 74 % dari produksi buah kakao. Namun tingginya produksi limbah kakao ini tidak diiringi dengan pemanfaatan secara maksimal. Salah satu alternatif yang baik untuk mengatasi hal ini adalah dengan memanfaatkan kulit buah kakao sebagai bahan pakan ternak. Kulit buah kakao berpotensi sebagai bahan pakan pengganti konsentrat karena harga yang relatif murah dan jumlah yang banyak serta kandungan protein kasar yang relatif tinggi mencapai 10 % dalam bentuk segar dan 16,60 % dalam bentuk kulit buah kakao yang difermentasi dengan Aspergillus niger. Pemberian kulit buah kakao fermentasi 10 % dalam ransum itik tidak menunjukkan pengaruh negatif terhadap konsumsi ransum. 22 % pemberian dalam ransum ayam broiler mampu meningkatkan produktivitas broiler dan pemberian pada taraf 20-40 % dari total ransum mampu menurunkan kadar kolesterol daging broiler.
Kata kunci : Kulit buah kakao, limbah kakao, kakao fermentasi, Aspergillus niger.

Monday, April 2, 2012

BBM Naik, Saatnya Mengoptimalisasikan Penggunaan Biogas sebagai Energi Alternatif


Oleh: Siti Qotimah E1C009013
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

ABSTRAK

Kehidupan masyarakat semakin sulit seiring dengan naiknya harga bahan bakar minyak dan gas elpiji dari tahun ke tahun. Salah satu energi alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah penggunaan biogas. Pengolahan kotoran sapi menjadi energi alternatif biogas yang ramah lingkungan merupakan cara yang sangat menguntungkan, karena mampu memanfaatkan alam tanpa merusaknya sehingga siklus ekologi tetap terjaga. Selain mendapatkan energi alternatif pengganti BBM pembuatan biogas dapat mendukung usaha tani penyediaan pupuk organik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sehingga ada kemandirian dalam penyediaan pupuk. Biogas adalah gas pembusukan bahan organik oleh bakteri pada kondisi Anaerob.Bio Gas yang sering juga disebut Gas Bio ,merupakan campuran berbagai gas antara lain :CH 4 ( 54-70%),CO2 ( 27-45%),O2 ( 1-4%), N2 ( 0,5 - 3 %), CO (1%), dan H2S> Campuran gas ini mudah terbakar bila kandungan Ch4 ( Methana) melebihi 50 %. Manfaat biogas dalam bidang ekonomi, masyarakat keluarga-keluarga yang menggunakan biogas sudah tidak membutuhkan pembelian bahan bakar karena sudah bisa terpenuhi kebutuhannya dari kotoran ternak yang dipeliharanya. Bagi mereka yang biasanya mencari/memotong kayu bakar di hutan kini waktunya bisa dipergunakan untuk kegiatan yang memberikan nilai tambah ekonomis, dengan pekerjaan sambilan yang lain.
Kata kunci : biogas, kotoran sapi, bahan bakar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...