Oleh : Ita Maria
Martha Prima
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas
Bengkulu
Jalan Raya Kandang Limun, Bengkulu
ABSTRAK
Pakan merupakan
komponen terbesar, yakni mencapai 60%, dari biaya produksi peternakan. Hal ini
tentu saja sangat dipengaruhi oleh jenis bahan bakunya. Untuk menekan biaya
pakan, peternak atau perusahaan penggemukan mau tidak mau harus mencari
alternatif bahan baku yang dapat dijadikan pakan berkualitas baik dan murah. Dalam
ransum, kulit nanas diambil manfaatnya sebagai sumber serat dan energi bagi
ruminansia. Sementara kebutuhan akan proteinnya dipasok dari campuran
bungkil-bungkilan dan urea. Bahan baku pakan bersumber dari limbah industri ini
cukup tersedia sepanjang tahun. Nanas merupakan tanaman buah berupa semak
dengan daging buah berwarna kuning yang mempunyai kandungan air yang dimiliki
buah nanas adalah 90%. Nanas kaya akan Kalium, Kalsium, lodium, Sulfur, Khlor,
Asam, Biotin, Vitamin B12, Vitamin E serta Enzim Bromelin. Dalam bahasa
Inggris, nanas disebut pineapple yang berasal dari persamaan bentuk buah pohon
pinus yaitu pine-cone (biji atau buah cemara). Sebutan ini pertama kali
tercatat pada tahun 1398, yang asalnya dulu digunakan untuk menjelaskan organ
reproduksi dari pohon conifer. Ketika bangsa Eropa melakukan eksplorasi laut
(menjelajah dunia) maka ditemukanlah buah tropikal ini, bangsa Eropa
menyebutnya “pineapples”. Dalam bahasa ilmiah, nama dari nanas adalah Ananas
Comosus. Kata Ananas asalnya dari bahasa Tupi (Tupian Languages) sebuah suku
yang tinggal di daerah Rio de Janeiro, Brazil, kependekan dari pine ananas
(kata ini tercatat pada 1555 oleh Andre Thevenet). Sementara kata Comosus
berarti “berumbai” (tufted) yang didasarkan pada bentuk tangkai/batang buah
yang mempunyai daun berumbai-rumbai. Pada genus atau kerabat nanas lainnya
sering juga disebut pine saja. (AAK, 1998).
Kata-kata kunci : Kulit nanas sebagai pakan
ternak, Limbah Industri, Ananas comucus