Dicky Trisaputra
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu
Abstrak
Burung perkutut (Geopelia striata Linn) sebagai hewan potensial karena memiliki suara kicauan yang sangat indah, sehingga ribuan orang yang menggemari untuk memelihara burung perkutut. Burung perkutut dicatagorikan termasuk golongan hewan potensial maka dari itu diadakan adanya perkembangbiakan, pencegahan penyakit, dan sebagai peluang tenaga kerja.
Hasil penulisan karya ilmiah ini menyimpulkan bahwa Burung perkutut (Geopelia striata Linn) sebagai hewan potensial untuk peluang pekerjaan yang mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta peluang tenaga kerja bagi siapa yang membutuhkan.
Kata kunci: Burung Perkutut, hewan potensial, peluang tenaga kerja
Pendahuluan
Burung prkutut (Geopelia striata Linn) pada dasarnya adalah Satwa liar merupakan salah satu sumberdaya alam yang dapat dipulihkan. Hal ini berarti satwa liar dapat dipertahankan keberadaannya. Sejalan dengan maksud tersebut, pemerintah Indonesia telah merintis beberapa bentuk usaha pelesarian satwa liar baik secara ex-situ maupun in-situ.
Burung perkutut berasal dari satwa liar maka dari itu didomestikasikan terlebih dahulu sehingga akan diadakan perkembangbiakkan untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi. Dengan demikian burung perkutut memiliki potensi.
Penangkaran jati padang dan penangkaran kebon duren merupakan penangkaran milik perorangan. Penangkaran ini lebih bersifat sebagai usaha sambilan (sebagai tabungan), hobi dan percobaan. Disamping memilihara perkutut, pemilik penangkaran memilki penghasilan tetap sebagai pegawai dan wiraswasta. Pendidikan pegawai dipenangkaran ini berkisar pada jenjang SMTP dan SMTA. Tingkat pendidikan ini menentukan kemampuan berpikir pekerja. Keterampilan dan pengalaman pekerja dalam memelihara burung perkutut belum diikuti oleh pendidikan khusus dibidang penangkaran, secara formal.
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu
Abstrak
Burung perkutut (Geopelia striata Linn) sebagai hewan potensial karena memiliki suara kicauan yang sangat indah, sehingga ribuan orang yang menggemari untuk memelihara burung perkutut. Burung perkutut dicatagorikan termasuk golongan hewan potensial maka dari itu diadakan adanya perkembangbiakan, pencegahan penyakit, dan sebagai peluang tenaga kerja.
Hasil penulisan karya ilmiah ini menyimpulkan bahwa Burung perkutut (Geopelia striata Linn) sebagai hewan potensial untuk peluang pekerjaan yang mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta peluang tenaga kerja bagi siapa yang membutuhkan.
Kata kunci: Burung Perkutut, hewan potensial, peluang tenaga kerja
Pendahuluan
Burung prkutut (Geopelia striata Linn) pada dasarnya adalah Satwa liar merupakan salah satu sumberdaya alam yang dapat dipulihkan. Hal ini berarti satwa liar dapat dipertahankan keberadaannya. Sejalan dengan maksud tersebut, pemerintah Indonesia telah merintis beberapa bentuk usaha pelesarian satwa liar baik secara ex-situ maupun in-situ.
Burung perkutut berasal dari satwa liar maka dari itu didomestikasikan terlebih dahulu sehingga akan diadakan perkembangbiakkan untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi. Dengan demikian burung perkutut memiliki potensi.
Penangkaran jati padang dan penangkaran kebon duren merupakan penangkaran milik perorangan. Penangkaran ini lebih bersifat sebagai usaha sambilan (sebagai tabungan), hobi dan percobaan. Disamping memilihara perkutut, pemilik penangkaran memilki penghasilan tetap sebagai pegawai dan wiraswasta. Pendidikan pegawai dipenangkaran ini berkisar pada jenjang SMTP dan SMTA. Tingkat pendidikan ini menentukan kemampuan berpikir pekerja. Keterampilan dan pengalaman pekerja dalam memelihara burung perkutut belum diikuti oleh pendidikan khusus dibidang penangkaran, secara formal.