Oleh: Prof. Urip Santoso
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
1. Pendahuluan
Lulusan Peternakan Universitas Bengkulu diharapkan selain mempunyai wawasan keilmuan juga mempunyai keterampilan di bidang peternakan. Dengan demikian lulusan Peternakan Universitas Bengkulu dipersiapkan mampu membuka peluang usaha di bidang peternakan.
Untuk mencapai tujuan tersebut Jurusan Peternakan telah berupaya melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung lulusan dengan criteria di atas. Melalui Due Project, Unib Due Like, Semi Que-3, Semi Que 4, SP4 dan A2 Jurusan Peternakan telah menambah berbagai sarana seperti buku, jurnal ilmiah, sarana dan prasarana laboratorium, kandang dan lain sebagainya. Meskipun telah diupayakan namun kelengkapan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas sebagaimana yang tersebut di atas masih banyak mengalami kendala.
Selain laboratorium indoors, Jurusan Peternakan juga mempunyai laboratorium outdoors atau laboratorium lapangan. Laboratorium outdoors dikembangkan untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan produksi yang optimal, sehingga diharapkan jika mereka lulus mereka sudah terampil dalam usaha ternak. Keterampilan memelihara ternak tidaklah cukup untuk menghasilkan lulusan yang mandiri. Oleh sebab itu, mereka juga dilatih untuk memasarkan hasil produksi mereka baik berupa produk asli maupun produk olahan seperti nugget, telur asin, bakso, yogurt dan lain sebagainya. Meskipun demikian, mengingat terbatasnya sarana dan prasarana yang ada, tidak semua mahasiswa mampu mengembangkan wawasan dan keterampilan mereka di bidang peternakan. Jurusan Peternakan berupaya terus menerus untuk meningkatkan layanan kepada mahasiswa sehingga nantinya semua lulusan di Jurusan Peternakan akan mempunyai wawasan dan keterampilan usaha peternakan.
2. Laboratorium Lapangan Jurusan Peternakan
Laboratorium Lapangan Jurusan Peternakan menempati lokasi seluas 5 hektar. Pemanfaatan lahan tersebut masih belum optimal terutama dalam penyediaan hijauan bagi ternak ruminansia. Di dalam laboratorium ini terdapat lahan hijauan seluas 1 hektar, kandang rusa, kandang domba, kandang kalkun, kandang itik dengan rawa yang cukup luas, kandang broiler, kandang ayam petelur, kandang puyuh, kandang kerbau dengan rawanya, kandang sapi potong, kandang kambing dan kandang sapi perah, gudang pakan, rumah petugas kandang, rumah jaga, dan kandang pemeliharaan cacing serta sarana pemanfaatan kotoran sapi untuk biogas. Meskipun semua fasilitas masih dalam kondisi yang terbatas, namun keberadaan Laboratorium Lapangan ini sangat membantu terutama sarana praktikum bagi mahasiswa.
Selain itu, pada tahun 2010 ini, Jurusan Peternakan mengembangkan usaha ayam broiler melalui kegiatan kemitraan. Saat ini telah dibangun kandang ayam broiler dengan kapasitas 3000 ekor.
Fungsi Laboratorium Lapangan
Ada beberapa fungsi yang dapat dikemukakan, antara lain:
1) Sebagai sarana praktikum mahasiswa. Ini merupakan fungsi utama dari laboratorium lapangan di suatu perguruan tinggi, sebab bisnis inti dari suatu perguruan tinggi adalah tri dharma perguruan tinggi.
2) Sebagai sarana penelitian mahasiswa dan dosen. Mahasiswa dalam rangka menyelesaikan tugas akhirnya memerlukan sarana dan prasarana penelitian. Hendaknya desain laboratorium lapangan ini diperuntukkan terutama untuk menunjang kebutuhan mahasiswa. Agar pemanfaatan sarana ini lebih optimal, maka perlu juga dirancang bahwa sarana dan prasarana ini dapat digunakan oleh dosen sebagai tempat penelitian. Hendaknya topic penelitian mengarah kepada Pola Ilmiah Pokok (PIP). Jika hal ini bisa dikembangkan, di masa yang akan datang PT dapat menjadi pusat pembelajaran dan penelitian suatu bidang kajian khusus.
3) Sebagai wahana yang ideal dalam menciptakan suasana akademik, sebab di laboratorium lapangan ini akan dapat terjalin komunikasi yang intensif antara dosen dan mahasiswa, dosen dan dosen, serta mahasiswa dan mahasiswa.