Showing posts with label Peternakan. Show all posts
Showing posts with label Peternakan. Show all posts

Thursday, May 26, 2011

LABORATORIUM LAPANGAN JURUSAN PETERNAKAN, FAKUKTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS BENGKULU

Oleh: Prof. Urip Santoso
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
1. Pendahuluan
Lulusan  Peternakan Universitas Bengkulu diharapkan selain mempunyai wawasan keilmuan juga mempunyai keterampilan di bidang peternakan. Dengan demikian lulusan Peternakan Universitas Bengkulu dipersiapkan mampu membuka peluang usaha di bidang peternakan.
Untuk mencapai tujuan tersebut Jurusan Peternakan telah berupaya melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung  lulusan dengan criteria di atas. Melalui Due Project, Unib Due Like, Semi Que-3, Semi Que 4, SP4  dan A2 Jurusan Peternakan telah menambah berbagai sarana seperti buku, jurnal ilmiah, sarana dan prasarana laboratorium, kandang dan lain sebagainya. Meskipun telah diupayakan namun kelengkapan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas sebagaimana yang tersebut di atas masih banyak mengalami kendala.
Selain laboratorium indoors, Jurusan Peternakan juga mempunyai laboratorium outdoors atau laboratorium lapangan.  Laboratorium outdoors dikembangkan untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan produksi yang optimal, sehingga diharapkan jika mereka lulus mereka sudah terampil dalam usaha ternak. Keterampilan memelihara ternak tidaklah cukup untuk menghasilkan lulusan yang mandiri. Oleh sebab itu, mereka juga dilatih untuk memasarkan hasil produksi mereka baik berupa produk asli maupun produk olahan seperti nugget, telur asin, bakso, yogurt dan lain sebagainya. Meskipun demikian, mengingat terbatasnya sarana dan prasarana yang ada, tidak semua mahasiswa mampu mengembangkan wawasan dan keterampilan mereka di bidang peternakan. Jurusan Peternakan berupaya terus menerus untuk meningkatkan layanan kepada mahasiswa sehingga  nantinya semua lulusan di Jurusan Peternakan akan mempunyai wawasan dan keterampilan usaha peternakan.
2. Laboratorium Lapangan Jurusan Peternakan
Laboratorium Lapangan Jurusan Peternakan menempati lokasi seluas 5 hektar. Pemanfaatan lahan tersebut masih belum optimal terutama dalam penyediaan hijauan bagi ternak ruminansia. Di dalam laboratorium ini terdapat lahan hijauan seluas 1 hektar, kandang rusa, kandang domba, kandang kalkun, kandang itik dengan rawa yang cukup  luas, kandang broiler, kandang ayam petelur, kandang puyuh, kandang kerbau dengan rawanya, kandang sapi potong, kandang kambing dan kandang sapi perah, gudang pakan, rumah petugas kandang, rumah jaga, dan kandang pemeliharaan cacing serta sarana pemanfaatan kotoran sapi untuk biogas. Meskipun semua fasilitas masih dalam kondisi yang terbatas, namun keberadaan Laboratorium Lapangan ini sangat membantu terutama sarana praktikum bagi mahasiswa.
Selain itu, pada tahun 2010 ini, Jurusan Peternakan mengembangkan usaha ayam broiler melalui kegiatan kemitraan. Saat ini telah dibangun kandang ayam broiler dengan kapasitas 3000 ekor.
Fungsi Laboratorium Lapangan
Ada beberapa fungsi yang dapat dikemukakan, antara lain:
1) Sebagai sarana praktikum mahasiswa. Ini merupakan fungsi utama dari laboratorium lapangan di suatu perguruan tinggi, sebab bisnis inti dari suatu perguruan tinggi adalah tri dharma perguruan tinggi.
2) Sebagai sarana penelitian mahasiswa dan dosen. Mahasiswa dalam rangka menyelesaikan tugas akhirnya memerlukan sarana dan prasarana penelitian. Hendaknya desain laboratorium lapangan ini diperuntukkan terutama untuk menunjang kebutuhan mahasiswa. Agar pemanfaatan sarana ini lebih optimal, maka perlu juga dirancang bahwa sarana dan prasarana ini dapat digunakan oleh dosen sebagai tempat penelitian. Hendaknya topic penelitian mengarah kepada Pola Ilmiah Pokok (PIP). Jika hal ini bisa dikembangkan, di masa yang akan datang PT dapat menjadi pusat pembelajaran dan penelitian suatu bidang kajian khusus.
3) Sebagai wahana yang ideal dalam menciptakan suasana akademik, sebab di laboratorium lapangan ini akan dapat terjalin komunikasi yang intensif antara dosen dan mahasiswa, dosen dan dosen, serta mahasiswa dan mahasiswa.

Tuesday, May 24, 2011

Membenahi Sumber Daya Manusia Peternakan

Oleh: Urip Santoso

Dalam milenium ketiga ini, Indonesia menghadapi tantangan yang besar. Mau tidak mau, siap tidak siap kita harus memasuki era persaingan bebas atau era perdagangan bebas. Peristiwa penting lainnya adalah adanya otonomi daerah yang dituangkan dalam UU No. 22/1999 serta diberlakukannya otonomi perguruan tinggi.
Ketiga peristiwa tersebut harus diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga sebagian besar tantangan, ancaman dan kendala dalam mempersiapkan diri menghadapi tatanan dunia yang berubah begitu cepat dapat diatasi dengan tepat. Hal ini memerlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) di suatu daerah. Kualitas SDM yang tinggi merupakan aktor utama dalam pembangunan daerah di era otonomi daerah dan era pasar dunia.
Perguruan tinggi sebagai penghasil, penyedia dan pengelola SDM dituntut untuk menghasilkan lulusan dan menyediakan SDM yang berkualitas tinggi ditinjau dari segi daya pikir, wawasan maupun keterampilan memecahkan permasalahan-permasalahan yang timbul dan yang akan timbul di dalam masyarakat. Selain itu, perguruan tinggi juga dituntut menghasilkan produk-produk unggulan yang dibuat melalui teknologi, baik teknologi sederhana maupun modern guna memenuhi kebutuhan masyarakat industri dan masyarakat pengguna lainnya.
Pemerintah daerah yang merupakan motor penggerak otonomi daerah dituntut untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional dan mampu mendayagunakan semua potensi daerah bagi kemajuan dan perkembangan daerahnya.
Agar pembangunan di suatu daerah berjalan maksimal, maka adalah suatu keharusan adanya kerjasama dalam konteks yang benar antara perguruan tinggi sebagai institusi penyedia SDM dengan Pemerintah Daerah dalam mensiasati otonomi daerah di era pasar bebas. Untuk itu diperlukan suatu sikap yang bijaksana dengan melepaskan ego-ego yang selama ini terjadi.
Salah satu bidang garapan usaha yang sangat potensial dalam mendukung era otonomi daerah sekaligus menghadapi era pasar bebas adalah sektor peternakan. Namun demikian, diperlukan perubahan orientasi, misi dan visi serta manajemen yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pembangunan masyarakat lokal, nasional maupun internasional.

Beberapa Permasalahan Peternakan

Oleh: Urip Santoso


DUNIA peternakan di Indonesia dihadapkan kepada kendala-­kendala yang berat yang harus segera diatasi dalam menghadapi tantangan era pasar bebas. Pertama, belum dapat dicapainya standar gizi nasional sebesar 6 gram protein hewani asal ternak per hari per orang. Kedua, produktivitas ternak masih rendah serta angka kematian ternak yang relatif masih cukup tinggi. Ketiga, belum dapat dimanfaatkannya peluang ekspor ternak dan hasil ternak dalam upaya peningkatan penerinnaan devisa dan penciptaan lapangan kerja baru. Keempat, kerugian yang diderita akibat penurunan mutu dan kerusakan hasil‑hasil peternakan karena penanganan yang kurang tepat. Kelima. belum dimanfaatkannya sumberdaya alam secara optimal karena kurangnya minat instansi dan masalah-­masalah lainnya yang terkait, di antaranya kurangnya tenaga teknis terampil. ketersediaan teknologi tepat guna dan lain-­lain. Keenam, lemahnya kelembagaan dan posisi peternak. Ketujuh. adanya tuntutan agar pengelolaan peternakan dapat memperhatikan masalah lingkungan yang dihasilkannya. Permasalahan‑permasalahan tersebut harus segera diatasi guna menghadapi era otonomi daerah dan era pasar bebas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...