Dewasa ini banyak sekali kecurangan yang dilakukan oleh pedagang daging. Konsumen sangat dirugikan oleh tingkah laku mereka. Konsumen tidak hanya rugi uang tetapi juga kesehatannya juga terancam. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati ketika membel daging. Berikut saya sajikan beberapa ciri daging yang tidak berkualitas serta membahayakan kesehatan kita. Ayam bangkai
1) tampak bercak darah yang menyebar di sekujur tubuh. Itu merupakan darah yang telah membeku. Sedangkan ayam yang terkena wabah penyakit biasanya memiliki bercak biru namun tak menyeluruh.
2) rongga tubuh bagian dalam berwarna kehitaman, demikian pula organ-organ tubuh seperti usus, hati dan ginjal. Untuk menipu calon konsumennya, ada pedagang yang mengolah terlebih dulu ayam bangkai sebelum dijual. Tidak jarang di pasaran dijumpai daging ayam bangkai yang berwarna kuning atau sering disebut “ayam duren”
3) bau busuk atau anyir, kelembekan daging dan warna tetap tidak hilang begitu saja. Bahkan setelah direbus atau digoreng pun daging tersebut tetap mengeluarkan bau tak sedap.
4) Pada beberapa bagian tertentu berwarna biru kehitaman (memar), hal ini menandakan ayam mati secara tidak wajar. Bisa mati sewaktu pengangkutan, terjepit, terpukul, atau tertabrak kendaraan.
5) Terasa berlendir ketika kita pegang.
6) Kekenyalan otot dada dan paha agak lembek
7) Saat ayam dipotong menjadi beberapa bagian, ayam bangkai akan mengeluarkan gumpalan darah. Sementara ayam bangkai berwarna merah tua bahkan cenderung hitam yang biasanya terpusat pada bagian tertentu, terutama pada sayap.
Bau khas bangkai.
8) Irisan leher / bekas pemotongan rapi.
9) Adanya darah yang membeku pada arteri / pembuluh darah dan vena jugularis.
10) Warna daging kehitaman ( 3 – 5 jam setelah kematian ).
11) Usus berwarna kebiruan.
12) Paru, jantung dan organ lain masih ada darah.
13) Ketika ditekan tidak segera kembali (tidak elastic)
14) Darah terkumpul sesuai saat terjatuh..
1) tampak bercak darah yang menyebar di sekujur tubuh. Itu merupakan darah yang telah membeku. Sedangkan ayam yang terkena wabah penyakit biasanya memiliki bercak biru namun tak menyeluruh.
2) rongga tubuh bagian dalam berwarna kehitaman, demikian pula organ-organ tubuh seperti usus, hati dan ginjal. Untuk menipu calon konsumennya, ada pedagang yang mengolah terlebih dulu ayam bangkai sebelum dijual. Tidak jarang di pasaran dijumpai daging ayam bangkai yang berwarna kuning atau sering disebut “ayam duren”
3) bau busuk atau anyir, kelembekan daging dan warna tetap tidak hilang begitu saja. Bahkan setelah direbus atau digoreng pun daging tersebut tetap mengeluarkan bau tak sedap.
4) Pada beberapa bagian tertentu berwarna biru kehitaman (memar), hal ini menandakan ayam mati secara tidak wajar. Bisa mati sewaktu pengangkutan, terjepit, terpukul, atau tertabrak kendaraan.
5) Terasa berlendir ketika kita pegang.
6) Kekenyalan otot dada dan paha agak lembek
7) Saat ayam dipotong menjadi beberapa bagian, ayam bangkai akan mengeluarkan gumpalan darah. Sementara ayam bangkai berwarna merah tua bahkan cenderung hitam yang biasanya terpusat pada bagian tertentu, terutama pada sayap.
Bau khas bangkai.
8) Irisan leher / bekas pemotongan rapi.
9) Adanya darah yang membeku pada arteri / pembuluh darah dan vena jugularis.
10) Warna daging kehitaman ( 3 – 5 jam setelah kematian ).
11) Usus berwarna kebiruan.
12) Paru, jantung dan organ lain masih ada darah.
13) Ketika ditekan tidak segera kembali (tidak elastic)
14) Darah terkumpul sesuai saat terjatuh..