Showing posts with label kulit kakao. Show all posts
Showing posts with label kulit kakao. Show all posts

Monday, February 15, 2016

Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Pakan Ternak Ruminansia



Oleh: Sargie Santi Banes
BAB I PENDAHULUAN
            Didalam sebuah peternakan, pakan menjadi faktor yang sangat penting untuk mendapatkan produksi yang optimal, sehingga pakan menjadi faktor utama dalam suatu peternakan. Jika pakan yang kita berikan baik maka produksi ternak akan mendapatkan hasil yang baik pula, jika pakan yang kita berikan buruk maka hasil yang didapat juga akan buruk. Sumber pakan menjadi sangat langka mengingat ketersediaan rumput yang sangat sedikit, sehingga seorang peternak terdorong untuk menyusun ransum sebagai pakan untuk ternak tersebut.
            Berdasarkan data dari Deptan, 2009. Lahan penanaman kakao mencapai 1.272,8 hektar dengan produksi 671,4 ton, mengalami peningkatan pada tahun 2008 menjadi 1.364,4 hektar dengan produksi 721,4 ton. Saat ini, luas tanaman kakao di Kabupaten Kapahiang provinsi Bengkulu tercatat sekitar 7.356 hektar.Sementara tanaman kakao terluas di Bengkulu terdapat di Kabupaten Bengkulu Utara.Di daerah ini luas tanaman kakao lebih kurang 8.500 hektar, tersebar di beberapa kecamatan.Sehingga limbah yang dihasilkan dari tanaman kakao ini sangat berlimpah.
            Kakao merupakan salah satu tanaman yang dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Dalam prosesnya, kakao akan menhasilkan limbah yang berbentuk kulit kakao yang sangat banyak dan tersedia melimpah, sehingga kakao bisa dijadikan salah satu sumber pakan untuk pertumbuhan ternak. Menurut Guntoro et al., (2006) Kulit buah kakao (Shel food husk) kandungan nutrisinya terdiri atas P 8,11%, SK 16,42%,L 2,11%,Ca 0,08%,P 0,12% dan penggunaannya oleh ternak ruminansia 30-40, sedangkan menurut Amirroenas (1990) kulit kakao mengandung selulosa 36,23%, hemiselulosa 1,14% dan lignin 20%-27,95%.

Monday, April 9, 2012

Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Sebagai Pakan Ternak



Oleh : Ria Puspita Sari
Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
ABSTRAK
Luasnya lahan perkebunan kakao di Indonesia yang mencapai 1.167.000 ha mengakibatkan tingginya produksi buah kakao yang diikuti dengan tingginya limbah kakao berupa kulit buah kakao. Produksi kulit buah kakao mencapai 74 % dari produksi buah kakao. Namun tingginya produksi limbah kakao ini tidak diiringi dengan pemanfaatan secara maksimal. Salah satu alternatif yang baik untuk mengatasi hal ini adalah dengan memanfaatkan kulit buah kakao sebagai bahan pakan ternak. Kulit buah kakao berpotensi sebagai bahan pakan pengganti konsentrat karena harga yang relatif murah dan jumlah yang banyak serta kandungan protein kasar yang relatif tinggi mencapai 10 % dalam bentuk segar dan 16,60 % dalam bentuk kulit buah kakao yang difermentasi dengan Aspergillus niger. Pemberian kulit buah kakao fermentasi 10 % dalam ransum itik tidak menunjukkan pengaruh negatif terhadap konsumsi ransum. 22 % pemberian dalam ransum ayam broiler mampu meningkatkan produktivitas broiler dan pemberian pada taraf 20-40 % dari total ransum mampu menurunkan kadar kolesterol daging broiler.
Kata kunci : Kulit buah kakao, limbah kakao, kakao fermentasi, Aspergillus niger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...