Dikompilasi Oleh: Urip Santoso
Ada persepsi negatif tentang telur sehingga banyak orang yang menghindari telur. Hal ini disebabkan oleh publikasi yang tak seimbang tentang telur. Memang benar bahwa telur banyak mengandung kolesterol. Akan tetapi perlu diketahui bahwa kolesterol hanyalah salah satu sebab yang meningkatkan kolesterol dalam darah. Padahal banyak zat gizi atau senyawa kimia lainnya yang terdapat dalam telur yang amat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.
Nilai Gizi Telur
Tabel 1 memperlihatkan nilai gizi telur, daging ayam dan susu. Dari table 1 dapat dibaca ahwa telur memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan daging ayam dan susu.
Di antara makanan sumber protein, telur mengandung asam amino esensial terkaya yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh. Protein sangat penting untuk menjaga kulit tetap kencang dan membentuk otot yang kuat. Standard gizi nasional menetapkan bahwa konsumsi protein asal hewani asal ternak adalah sebanyak 6 g/kapita/hari. Untuk memenuhi hal ini maka disarankan untuk mengkonsumsi telur, daging dan susu dalam jumlah tertentu setiap harinya. Sejatinya, kita membutuhkan protein sebesar 1 g/kg berat badan setiap hari. Jika kita mempunyai berat badan 50 kg maka kita membutuhkan protein sebanyak 50 g/hari. 25%-nya berasal dari protein hewani. Jika kita mempunyai berat badan 50 kg, maka kebutuhan protein asal hewan sebesar 12,5 g/hari dimana 6 g berasal dari ternak dan sisanya berasal dari ikan (6,5 g). Protein dalam putih telur adalah ovalbumin, ovotransferrin dan ovomukoid. Protein lainnya adalah ovomusin, lisozim, cystatin, ovoinhibitor dan ovomakroglobulin (ovostatin). Lisozim mempunyai sifat antimikrobia dan antivirus. Lisozim mencegah dan mengontrol beberapa infeksi kulit yang disebabkan oleh virus. Protein juga mempunyai sifat antiadesif dan berperan dalam peningkatan imunitas. Lisozim juga bersifat antikanker. Ovokinin (salah satu peptide dalam putih telur) juga bersifat antihepertensif. Protein dan peptide dalam kuning telur juga mempunyai sifat antimikrobia, anti adesif, antioksidan dan meningkatkan ketersediaan zat gizi.
Dari 71 penelitian tentang telur, para ahli menemukan meskipun rendah kalori, telur merupakan sumber yang kaya protein dan dipenuhi nutrisi penting khususnya vitamin D, vitamin B12, selenium dan kolin. Selain sinar matahari, telur merupakan sumber utama vitamin D. Makan dua butir telur sehari memenuhi hampir setengah dari kebutuhan vitamin D. Asupan vitamin D yang cukup mencegah penyakit tulang, kanker, jantung, gangguan kekebalan tubuh, dan kesehatan mental. Tidak banyak yang tahu kalau telur ternyata mengandung 41 IU vitamin D-64% lebih banyak dibandingkan jika Anda berjemur di matahari. Asupan vitamin D yang jumlahnya kurang bisa Anda dapat dari telur. Selain itu, bisa menurunkan resiko diabetes, jantung, dan penyakit ginjal.